Happy reading
3 hari berlalu dengan cepat. Kondisi Eunji masih sama. Tak ada perubahan apapun mengenai keadaannya berbeda dengan Ahra. Gadis itu kini mulai pulih bahkan luka-luka ringannya hampir kering sepenuhnya. Dokter mengatakan bahwa ia sudah boleh pulang dari 1 hari yang lalu namun ia enggan keluar dari rumah sakit karena ia ingin selalu menemani Eunji.
Setiap hari, setiap waktu bahkan setiap detik, gadis itu selalu berada disisi Eunji, tak selangkahpun ia mau meninggalkan wanita kuat yang kini terbaring lemah karena berusaha menyelamatkan dirinya kecuali ketika para dokter itu tengah memeriksa kondisi ibunya.
Ia tak pernah mengeluh dan bosan. Selalu ada saja yang ia lakukan setiap harinya. Entah itu membersihkan tubuh ibunya, mengajaknya bicara, dan membacakan cerita-cerita lucu dari buku yang di bawakan Jungkook untuknya. Semuanya ia ceritakan pada Eunji, tak sedikitpun ada yang terlewat meski ia tahu bahwa Eunji tak bisa mendengar bahkan menanggapinya namun ia tetap melakukan semua hal itu.
Miris memang ditambah Park Chanyeol. Ayah dari Ahra dan suami bagi Eunji. Tak memperdulikan mereka lagi semakin membuat keadaan dua wanita rapuh itu terlihat menyedihkan.
"Baiklah eomma. Kita lihat, hari ini cerita apalagi yang akan aku bacaka---" Ahra terhenti. Tangannya terus membolak-balikan buku dan terhenti di halaman terakhir.
"Ceritanya sudah habis dan aku tidak menyadarinya" sambungnya. Ia menutup buku itu lalu melirik tumpukan buku di atas nakas.
Ia menghela nafas panjang. Semua buku ceritanya telah ia bacakan untuk Eunji. Bahkan ia tak menyangka jika buku-buku itu akan habis dibacanya secepat itu.
Apakah waktu berjalan secepat itu? Pikir Ahra tapi mengapa 1 detik saja bagai 1 tahun baginya ketika menunggu kedua kelopak mata sendu ibunya itu terbuka.
Ahra bergeming. Diraihnya tangan Eunji dan dikecupnya lamat hingga tak sadar bahwa ia mengalirkan air matanya sendiri.
Sungguh, ia begitu merindukan Eunji. Senyuman hangatnya, perhatian serta rasa khawatirnya. Semuanya Ahra rindukan tanpa ada secuilpun yang terlewat.
"Kapan kau sadar eomma? Aku merindukanmu. Sangat, aku sangat merindukanmu" lirih Ahra.
Ia membuka kedua matanya. Pandangannya kabur karena banyaknya air mata yang terus menerobos keluar hingga ia sesegukan.
Di tempat lain. Dokter Kim serta dokter Ahn masih terus berusaha mencari pendonor jantung. Mereka mengunjungi hampir seluruh rumah sakit namun sampai saat ini hasilnya masih nihil.
Myungsoo terduduk lemas di kursi tunggu rumah sakit ASAN Medical Center. Ia mengusap wajahnya kasar dan menunduk lelah hingga terdengar suara isak tangis tertahan.
Dokter Ahn yang memang tengah berada di sampingnya. Mengusap pelan punduk Myungsoo. Mencoba memberikan semangat lebih padanya agar tak menyerah pada keadaan.
Myungsoo mengangguk pelan seraya menggigit kuat bibir bawahnya. Begitu besarkah cintanya untuk Eunji hingga ia tak mau berhenti dan terus menangis menahan kelemahannya sendiri. Pikir Ahn Jaehyun.
"Kita harus segera memindahkan Eunji dari rumah sakit Hallym University Medical Center ke ASAN Medical Center" ucap Ahn Jaehyun pelan.
Myungsoo menghela nafasnya panjang sebelum mengangguk. Sebenarnya, ia tak ingin Eunji dipindahkan dari rumah sakit tempatnya bekerja namun mengingat ASAN Medical Center adalah rumah sakit terbaik dalam bidang transplantasi organ dan pengobatan jantung. Mau tidak mau, ia harus merelakannya.
"Jangan khawatir. Aku bisa mengurus pertukaran dokter sementara agar kau bisa bekerja di rumah sakit ini dan tetap memantau keadaan Eunji" sambung Ahn Jaehyun.

KAMU SEDANG MEMBACA
Park Chanyeol & Jeong Eunji [OSN Season 2]
FanficStatus : Complete OSN SEASON 2 - Cerita lanjutan dari Park Chanyeol & Jeong Eunji Baca season 1 agar nyambung di work @Jej_NoviWilianti Chapter-chapter ganjil sengaja aku private jadi jangan heran kalo bagian-bagiannya ada yang hilang. Caranya : Kal...