Jisoo, Jennie, Rosé, dan Lisa merupakan vampire yang tidak pernah tau siapa, dimana, dan seperti apa orang yang sudah memberikan kehidupan kepada mereka. Apakah orang tua mereka itu hidup atau mati, belum ada yang mengetahuinya..
Sekarang keempat gadis cantik ini sudah terbangun dari tidur nyenyaknya.
Sebenarnya belum semua.
Lisa seperti biasa masih tertidur pulas di atas ranjang empuk miliknya, membuat ia merasa nyaman dan enggan untuk bangun.
Jennie sang anak teladan yang mengetahui kebiasaan adik terkecil nya itu pun mau tidak mau harus berteriak pagi pagi.
"YAK! LISA CEPAT BANGUN, AKU TIDAK MAU TERLAMBAT SEKOLAH" teriakan nya memenuhi rumah megah nan mewah yang hanya ditempati mereka berempat ini.
Lisa masih saja menggeliat di atas ranjang empuknya, mengabaikan teriakan eonni nya yang menggelegar memenuhi rumah mewah mereka. Bahkan, ia semakin menenggelamkan kepala di bawah selimut hangatnya.
Selesai mandi, Rosé yang kamarnya terletak tepat di sebelah kamar Lisa di lantai dua terlihat memasuki kamar adiknya itu. Entah apa yang dilakukannya di kamar Lisa. Sampai tiba tiba terdengar suara Lisa yang menjerit kesakitan.
Aawww
"EONNI SAKIT!! JANGAN MENARIK TELINGA KU SEPERTI INI. SAKITT" Sekarang giliran teriakan Lisa yang memenuhi bangunan rumah mewah mereka. Ia menjerit dan berusaha melepas tangan Eonni nya itu dari telinganya. Tapi, itu tidak mudah di lepaskan.
"EONNI TOLONG LEPASKAN, INI SAKIT. AKU BERJANJI TIDAK AKAN BEGINI LAGI. AKU BENAR BENAR BERJANJI" masih dengan mode teriakan yang menggelegar.
Jisoo yang mendengar teriakan Lisa hanya terkekeh pelan sambil tetap fokus memasak makanan untuk mereka. Ia bangun paling awal diantara yang lain.
Terlihat Rosé keluar dari kamar Lisa dengan wajah datarnya, kemudian masuk ke kamar nya untuk mengganti pakaian yang semula bathrobe menjadi seragam sekolah. Ia ke kamar Lisa hanya untuk menjewel telinga milik Lisa supaya adiknya itu cepat bangun dan tidak banyak bicara, dia tidak suka banyak bicara memang.
Jennie sang anak teladan kini sudah siap dengan seragam rapinya , rambut panjang indahnya yang dibiarkan tergerai, dan tentu saja harumnya parfum dari brand ternama CHANEL yaitu PARIS-DEAUVILLEyang sudah melekat pada tubuhnya. Ia kemudian membantu Jisoo yang sekarang masih sibuk dengan dapurnya.
Beberapa menit setelah kejadian yang 'menimpa' telinga Lisa berlalu.
"JJA! makanan sudah siap" ucap Jisoo semangat.
Karena hanya mereka berempat yang tinggal di rumah mewah ini dan Jisoo merupakan eonni tertua ,ia harus selalu bangun pagi untuk mandi dan bersiap siap baru kemudian menyiapkan makanan untuk ketiga adiknya.
--
Jennie membantu Jisoo meletakan makanan di atas meja makan. Setelah selesai, ia duduk di kursi meja makan bersama Jisoo dan kemudian di susul oleh Rosé yang sudah memakai seragam sekolahnya rapi.
"Dimana Lisa?" tanya Jisoo penasaran.
Rosé hanya mengangkat bahu ,tidak tahu.
Sedangkan Jennie, sebelum ia hendak menjawab pertanyaan Jisoo. Lisa sekarang sudah berjalan di atas anak tangga dengan wajah yang benar benar di tekuk.
Telinga kirinya masih terasa panas akibat ulah eonni nya tadi. Lisa kemudian menarik kursi yang berada di sebelah Rosé sambil menatapnya dengan wajah agak kesal, tetapi Rosé sama sekali tidak memperdulikan tatapan kesal Lisa, ia hanya peduli pada makanan yang sekarang ada di atas piringnya.
Mereka memang vampire tapi bukan berarti hanya meminum darah untuk dijadikan makanan, mereka juga bisa memakan makanan manusia seperti pada umumnya. Mereka hanya minum darah ketika merasa tenaga mereka berkurang akibat beberapa hal.
---
Setelah mereka menghabiskan makanan yang berada di atas meja, kini Jisoo, Jennie, Rosé, dan Lisa sudah bersiap untuk ke sekolah dengan menaiki mobil bermerek Maybach Exelero yang harganya sudah tentu membuat kita hanya bisa menelan ludah.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mobil seharga USD8 juta atau sekitar Rp109,35 miliar ini hanya dimiliki oleh beberapa orang didunia, dan mereka adalah salah satunya. Mereka melaju dengan kecepatan 80Km/Jam, dan dengan kecepatan itu mereka hanya butuh beberapa menit untuk sampai ke sekolah mereka.
Setibanya di sekolah , seperti biasa mereka pasti menjadi pemandangan utama bagi siswa siswi disekolah setiap harinya.
Mereka sebenarnya sudah dua bulan pindah ke sekolah ini, entah kenapa mereka masih tetap jadi pusat perhatian, memang pesona keempat gadis vampire ini tidak bisa disembunyikan lagi.
Dari sekian banyak siswa siswi yang terpesona tanpa bersuara, hanya ada satu siswa yang berani. Ia berbisik kepada temannya yang masih asik memandang keempat gadis cantik ini "Kau lihat gadis yang berambut merah itu?, aku akan membuat dia jatuh kepelukan ku hahaa " ucapnya pelan.
Rosé yang memiliki pendengaran tajam pun sudah tidak usah diragukan lagi, ia mendengar apa yang dibisikan laki laki itu. " Cih dasar merepotkan " decaknya.
"Menjauh dari adik ku, jika masih sayang nyawa" Jisoo membisikan kalimat ini pada siswa laki laki itu dan kemudian ia tersenyum, membuat siapapun yang melihatnya bergidik ngeri dan ketakutan bahkan siswa laki laki itu sekarang.