Ten

509 38 0
                                    

"Kita harus temukan dia sebelum dibawa oleh serigala serigala sialan itu" Jisoo menginterupsi.

Mereka langsung menuju ke arah barat tempat dimana bau Rosé tercium. Lesatan cepat kembali digunakan. Ketika bau Rosé semakin mendekat, bau sesuatu yang lain muncul, arahnya bersamaan dengan bau Rosé.

Dan ketika sampai bertapa terkejutnya mereka melihat Rosé yang terbaring lemas di atas tanah dengan lumuran darah kecoklatan akibat luka di bagian lengan kirinya. Dan di samping Rosé terbaring, ada seorang laki laki yang berusaha untuk mengangkat tubuh nya.

Wajah ketiga gadis vampire ini merah padam melihat apa yang ada di hadapannya.

"BERANI NYA KAU MENYENTUH ADIK KU BEDEDAH!!"

---

Sinar mata Jisoo nampak memancarkan amarah yang tak dapat dibendung begitupun dengan Jennie dan Lisa. Mereka murka akan apa yang sudah terjadi pada saudari mereka. Jisoo, Jennie, dan Lisa sudah siap pada posisi siaga mereka. Taring runcing mencuat keluar bersamaan dengan perubahan pada mata ketiga vampire ini. Mata yang semula berwarna coklat mulai berubah menjadi biru muda cerah, pupil bulat mereka dengan cepat membentuk garis vertikal berwarna hitam.

Gemersik dedaunan yang di dorong oleh angin membuat suasana menjadi lebih tegang. Laki laki berjubah hitam ini belum menunjukan perlawanan sedikit pun setelah ia menurunkan badan Rosé. Ia masih setia membelakangi ketiga gadis vampire sedari tadi sudah siap akan menerkamnya.

"Aku tak berniat menyakitinya" laki laki ini bersuara.

Deg

Suara ini

Jisoo dan Jennie menatap satu sama lain.

"Setelah apa yang pernah kau lakukan padanya!? KAU BILANG APA BAJINGAN!? KAU TAK BERNIAT MENYAKITINYA!? KU BUNUH KAU" Jennie melesat dengan wajah merah padamnya menyerang tanpa ampun. Ia mencengkram leher sang laki laki ini dengan tanaganya sekuat mungkin dan kuku tajam yang menggores kulit pucat milik laki laki berjubah hitam ini. Kabut hitam menyelimuti sekeliling tubuh Jennie, rambutnya melayang disertai dengan angin yang berhembus kencang.

aakhh..

"deng-ar kan a-ku dul-u.." Laki laki ini berusaha melepaskan cengkraman kuat milik Jennie dengan kuku tajam yang sudah menggores kulit pucatnya, napasnya tertahan dan kekuatan Jennie se akan mau mematahkan lehernya jika tak segera dilepaskan. 

Jisoo dan Lisa tertegun melihat perubahan Jennie menjadi tak terkendali begitu cepat. Tapi ini tidak bisa dibiarkan, pikir Jisoo. Ia dengan cepat melesat kearah Jennie,  melepaskan cengkraman kuat dan tangan adiknya itu sudah dibanjiri cairan kental kecoklatan khas vampire. 

Lisa yang menyaksikan kejadian ini hanya terdiam dengan air mata yang tidak sanggup keluar, Jennie yang berubah dan menyerang laki laki itu dengan brutal, kemudian Rosé yang masih terbaring pingsan di atas tanah lembab dengan keadaan terluka. Ia tak bisa berpikiran jernih.

"LEPASKAN TANGAN KU EONNI! BIAR KU HABISI VAMPIRE TAK BERGUNA ITU" selimut kabut hitam masih mengelilingi tubuh Jennie. Jisoo tau bahwa adiknya itu akan menggila jika ia melepasnya. Jennie terus berusaha melepaskan diri dari genggaman tangan Jisoo, keinginan membunuhnya sebelumnya belum pernah mencapai taraf ini. Sekarang ia benar benar mau menyabik cabik laki laki yang sedang terduduk lemas di depan nya itu.

"Kendalikan diri mu Jennie!" Jisoo menahan tubuh Jennie dengan sekuat tenaga, tapi kekuatan adiknya ini semakin besar dan terus saja memberontak. "LEPASKAN EONNI!" teriakan Jennie menyebar.

"Lisa bantu aku!" mendengar teriakan Jisoo, Lisa kembali sadar dan melesat membantu menahan Jennie yang telah berubah.

Kejadian seperti ini belum pernah terjadi pada mereka sebelumnya. Kekuatan Jennie sudah melampaui batas. Bahkan Jisoo, eonni tertuanya sendiri tidak bisa menahan kekuatan yang sangat besar itu. 

Pretty VampireTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang