"Kenapa aku tidak bisa mencium bau nya? apa dia bukan manusia?" Rosé merasa ada yang aneh dengan anak baru yang duduk tepat di belakangnya tetapi sebenarnya ia masih tetap tidak peduli.
Lisa memulai pembicaraan dengan menoleh ke anak baru yang berada di belakangnya, sekarang ia benar benar tidak bisa menahan perasaan penasaran nya.
"Hey anak baru"
"Apa kita pernah saling kenal? Aku seperti pernah melihat wajah mu, tapi aku lupa"
Sebelum Chanyeol sempat menjawab pertanyaan Lisa, bel pun berbunyi yang menandakan waktunya untuk istirahat.
Dan entah sejak kapan kedua eonni Lisa, Jisoo dan Jennie sudah berdiri di samping dirinya sekarang, dengan tatapan mengerikan Jennie menarik tangan Lisa menjauh dari laki laki bernama Chanyeol itu.
Rosé yang melihat kejadian itu merasa heran dengan sikap Jennie, tidak biasanya ia begitu. Jisoo menyadari tatapan heran adiknya Rosé, tanpa berfikir panjang Jisoo pun ikut menarik tangan Rosé dan kemudian mengikuti Jennie yang telah terlebih dahulu pergi.
Mereka melesat cepat.
Sekarang mereka sudah tiba di suatu tempat dengan pencahayaan yang agak minim karena hanya terdapat sedikit cahaya yang dibiaskan oleh matahari dari sudut jendela yang kacanya sudah hancur berkeping, yaitu tepatnya di sebuah gedung terbengkalai yang agak jauh dari sekolah mereka berada.
Gedung ini sungguh sangat menyeramkan, kepingan demi kepingan kaca yang sudah tak berbentuk, berbagai macam jenis sampah tergeletak begitu saja, bahkan bau yang entah apa sangat menusuk hidung, sehingga tidak ada seorang pun berani menginjakkan kaki di tempat itu. Mungkin, lebih tepatnya tidak mau menginjakan kaki.
Tapi berbeda dengan keempat vampire cantik ini, mereka malah memasuki gedung yang entah berantah sangat tidak elite bagi sebagian orang. Mereka tidak peduli dengan sebagian orang yang entah dari mana bisa muncul di kalimat atas ini, sungguh aneh!.
Mereka tidak menggunakan mobil untuk ketempat itu melainkan menggunakan kekuatan pada kaki mereka untuk melesat dengan cepat, tetapi yang perlu kalian tahu sekarang Lisa benar benar merasa ketakutan dengan eonni yang menarik tangannya dengan tatapan mengerikan, ia mengira Jennie akan murka padanya.
"Eonni mianhae jinjja jinjja mianhae aku tidak akan berkata kasar pada mu lagi, aku benar benar berjanji " Lisa memelas dengan menjulurkan jari kelinkingnya bertanda ia sudah benar benar berjanji.
"Walaupun kau sungguh sangat kurang ajar dan menyebalkan. Tapi, aku sudah melupakan kejadian itu Lisa. Aku tidak akan menyimpan dendam pada adik adik ku" ucap Jennie lembut, entah sejak kapan ia jadi seperti ini. Tadi wajahnya saja seakan ingin menelan Lisa hidup hidup dan lihat sekarang seperti angin yang menerbangkan daun tanpa jejak, Wajahnya berubah total menjadi wajah sesosok kakak yang hangat untuk adiknya.
"EONNI SARANGHAE"
Sekarang Rosé yang semula hanya diam menatap keduanya, berteriak sambil menangis seperti anak kecil, kemudian Lisa dan Rosé memeluk Jennie erat dan Jennie membalas pelukan mereka berdua.
"jadi disini aku siapa sekarang?" Jisoo mulai kesal karena tidak diajak untuk berpelukan.
Jennie, Rosé dan Lisa hanya terkekeh pelan, kemudian mereka berempat berpelukan saling melimpahkan kasih sayang masing masing.
"aku benar benar seperti seorang Ibu yang membesarkan ketiga anak gadisnya" Jisoo mulai terisak pelan mengingat bahwa mereka dari kecil yang sudah tidak mempunyai seorang Ibu dan hanya mengandalkan Jisoo sebagai eonni tertuanya.
Jennie yang mendengar isakan pelan Jisoo semakin menguatkan pelukannya, ia benar benar beruntung mempunyai eonni yang perhatian, baik, dan lembut sabagai pengganti seorang Ibu.
Setelah terasa pelukan ini sudah cukup menyesakkan, Rosé beringsut berusaha melepaskan diri dari pelukan dengan berlahan .Tetapi gagal. Jisoo, Jennie , dan Lisa yang tau bahwa Rosé mencoba untuk melepaskan diri semakin menguatkan pelukan mereka sehingga terasa semakin sesak bagi Rosé.
"sesak" lirih Rosé dengan nafas tersenggal senggal
Mereka bertiga hanya terkekeh merespon lirihan Rosé kemudian mulai melepas pelukan.
"eonni kenapa kita ke tempat menyeramkan ini?" Rosé bertanya.
"iya kenapa? padahal tadi aku sedang berbicara dengan anak baru itu di kelas" sekarang Lisa.
Jisoo dan Jennie terdiam mendengar pertanyaan yang baru saja keluar dari mulut Lisa, mereka sekarang sedang bergelut dengan pikiran masing masing untuk mengeluarkan jawaban yang cocok.
" ah iya ada yang ingin kutanyakan, apakah eonni mengenal anak baru itu? wajah dan namanya sungguh seperti tidak asing ataukah cuma perasaan ku saja? " Lisa dengan wajah penasarannya.
"berhentilah bertanya tentang laki laki itu. Sungguh sangat membuat ku muak!" ucap Rosé dengan nada agak tinggi.
Jennie menelan siliva nya dengan keadaan tegang karena Rosé. "apakah Rosé benar benar masih mengingat laki laki brengsek itu?" batin Jennie.
"sepertinya memang harus dibicarakan atau mungkin nanti masalah ini akan lebih sulit" batin Jisoo.
Tetapi Jisoo terlambat, Lisa sudah terlebih dahulu mengeluarkan suara nya yang menggelegar.
"Apa salahnya aku bertanya? apa kau tidak pernah penasaran dan bertanya kepada orang? aku hanya bertanya dan kau marah? kenapa pertanyaan itu sampai bisa membuat mu muak? apa salah jika seseorang penasaran dan bertanya?" Lisa dengan ke-cerewet-an nya yang telah mencapai puncak.
"apa aku harus menjawab pertanyaan pertanyaan mu yang bodoh itu Lisa?" astaga Rosé baru sadar bahwa adiknya ini benar benar cerewet.
Lisa mengangguk mantap "Ya Harus!"
"sungguh waktu ku akan sangat tidak bermanfaat jika menjawab semua pertanyaan bodoh mu itu"
"Sekarang biar Ku perjelas Lisa. Dia tidak ada hubungan nya dengan kita, dan kau bilang bahwa nama dan wajahnya sangat tidak asing itu hanya perasaan kau saja. Kita hidup bersama dari lahir hingga sekarang, dan aku yang setiap detik selalu bersama mu ini tidak pernah melihat wajahnya bahkan untuk mengetahui nama laki laki itu" ucap Rosé panjang lebar.
Lisa kemudian mengangguk paham dari kalimat panjang yang di lontarkan oleh eonni nya itu.
Berbeda dengan Jisoo dan Jennie mereka menatap tidak percaya dengan apa yang baru saja Rosé katakan.
.
.
.
.
.
-TBC-
Tumben ya agak panjang hihi
+.+
vote and comment ya :")

KAMU SEDANG MEMBACA
Pretty Vampire
FanficJisoo, Jennie, Rosé, dan Lisa merupakan vampire yang tidak pernah tau siapa, dimana, dan seperti apa orang yang sudah memberikan kehidupan kepada mereka. Apakah orang tua mereka itu hidup atau mati, belum ada yang mengetahuinya..