Jisoo menolak menemani Lisa yang ingin ke kantin. Ia berpikir untuk menemui Jin untuk berdiskusi lebih dalam perihal kemarin. Jennie dan Rosé entah sudah hilang kemana.
JISOO POV
Aku berjalan mengelilingi sekolah mencari keberadaan Jin yang sekarang entah dimana. Saat aku menyusuri taman tempat biasa dia membaca buku, aku tidak dapat menemukan batang hidungnya, kecuali Bobby yang sedang menyapu sambil marah-marah tidak jelas, sepertinya dihukum lagi. Memang anak itu tidak bisa jauh-jauh dari hukuman guru.
Aku mengurungkan niat untuk menghampirinya saat teringat perkataan yang pernah dia ucapkan dulu. Karena hal itu pula ia mulai menjauh dan mogok bicara. Jadi, kuputuskan untuk tidak ke sana.
Sambil melihat-lihat sekeliling pikiran ku mengarah pada liontin yang sekarang masih terpasang di leherku. Sebenarnya dari mana datangnya benda ini dan mengapa tiba-tiba? Apa hanya kebetulan? Tapi kurasa tidak mungkin kebetulan. Atau sebenarnya memang ada kaitannya dengan kejadian belakangan ini? Tidak mungkin kan Bobby mengigau saat melihat kalungku, bahkan ia langsung menyadari bahwa ini merupakan liontin milik Black Kingdom. Apa mungkin sebenarnya kami memang ditakdirkan untuk ke Dunia Vampire itu? Dengan liontin ini sebagai petunjuk? Apa mungkin begitu? Astaga terlalu banyak kata mungkin. Tapi bisa jadi bukan?
Arrgh kepala ku pusing memikirkan semua ini. Kami hanya ingin tahu orangtua kami masih ada atau tidak, kenapa harus serumit ini Tuhan.
Tidak!
Pasti ada jalan. Aku tidak boleh menyerah.
Aku kembali memfokuskan pikiranku untuk mencari Jin. Kini aku sudah berada di lorong kelas yang sepi, kemana semua orang? Kenapa tidak ada orang disini? Tapi setidaknya ada pencahayaan yang cukup disini, jadi aku merasa sedikit tenang.
Setelah melewati lorong kelas yang panjang, aku menangkap sesosok yang sedang duduk sambil membaca buku didepan dinding kelas yang juga kosong, dan aku yakin itu adalah Jin.
"Kenapa kau membaca buku di tempat seram seperti ini?" kataku saat sudah berdiri di depannya.
Wajahnya nampak kaget saat melihatku mendadak berada didepannya. Dengan cepat ia menutup bacaannya dan memakai kacamata yang ia letakkan disebelah kursinya.
"Se-sedang apa kau disini?" katanya setelah aku duduk di sebelahnya.
Aku menyipitkan mataku menatap ke arah wajahnya. Sejak awal aku bertemu dengannya ia selalu berbicara dengan gagap, apa dia benar-benar gagap? Tapi saat dia menjelaskan teorinya ia berbicara sangat lancar seperti seorang profesional. Vampire aneh.
"Ap-apa?" ia kembali gagap saat aku menatapnya.
"Uh tidak ada apa-apa." ucapku kemudian.
"Sedang apa kau disini Jisoo?"
"Harusnya itu yang ku tanya padamu, kenapa kau membaca buku di tempat seram seperti ini?"
Dia terdiam sebentar.
"Aku suka tempat yang tenang untuk membaca dan ini merupakan tempat yang pas karena sepi."
"Ini bukan hanya sepi tapi juga sunyi dan menyeramkan."
"Apa kau takut?"
"Takut? Tentu saja tidak! Apa gunanya otak bervolume besar kita ini jika takut akan hal-hal sepele yang biasa para manusia itu takutkan?"
Baiklah aku terlalu sombong akan hal itu. Aku sedikit takut.
"Benarkah?"
"Ehm.."
"Aku mencari mu untuk mendiskusikan lagi tentang portal menuju Dunia Vampire, kupikir semua ini tidak hanya kebetulan semata mengenai liontin, cerita legenda Viothelice, portal, dan ohya kotak putih yang berisi arloji itu. Pasti ada petunjuk." Ucapku berusaha mengalihkan perhatian.

KAMU SEDANG MEMBACA
Pretty Vampire
FanfictionJisoo, Jennie, Rosé, dan Lisa merupakan vampire yang tidak pernah tau siapa, dimana, dan seperti apa orang yang sudah memberikan kehidupan kepada mereka. Apakah orang tua mereka itu hidup atau mati, belum ada yang mengetahuinya..