Five

899 41 0
                                    

"Sekarang biar Ku perjelas Lisa. Dia tidak ada hubungan nya dengan kita, dan kau bilang bahwa nama dan wajahnya sangat tidak asing, itu hanya perasaan kau saja. Kita hidup bersama dari lahir hingga sekarang, dan aku yang setiap detik selalu bersama mu ini tidak pernah melihat wajahnya bahkan untuk mengetahui nama laki laki itu" ucap Rosé panjang lebar.

Lisa kemudian mengangguk paham dari kalimat panjang yang di lontarkan oleh eonni nya itu.

Berbeda dengan Jisoo dan Jennie yang menatap tidak percaya dengan apa yang baru saja Rosé katakan.

--

"Rosé" panggil mereka berdua bersamaan Jisoo dan Jennie.

"huh? Kenapa eonni?" jawab Rosé bingung.

"apa kau benar tidak mengenal laki laki itu?" Jennie merasa gugup dan sangat hati hati saat mengeluarkan kalimat.

Rosé bingung dengan ucapan Jennie " iya, aku sungguh tidak pernah melihat wajahnya. Kecuali tadi di kelas. Apakah Kalian mengenal dia? "

"ANI" Jisoo dan Jennie dengan cepat menyangkal

"sungguh kalian sangat membuat ku pusing, sekarang sudah hampir jam 10 dan kita masih disini memperdebatkan anak baru yang sangat tidak jelas itu" Lisa mulai frustrasi dengan semua ini. U_U

Rosé mendengar apa yang baru Lisa ucapkan, ia benar benar merasa ingin membuang adiknya itu keluar jendela sekarang juga.
"YAK PABO! KAU YANG MEMULAI INI SEMUA" teriakan Rosé langsung memenuhi gedung sunyi ini.

"Hei hei kenapa jadi berdebat. Baiklah sekarang kita lupakan tentang anak baru itu dan pulang ke sekolah. Sebentar lagi kita masuk pelajaran Park sseam yang sangat menyebalkan itu" Jisoo kembali bersuara.

Tanpa banyak bicara keempat gadis vampire ini kemudian melesat kembali ke sekolah mereka.
Dan tepat mereka Sampai di sekolah bunyi bel yang memekakkan telinga terdengar.

Mereka masuk ke kelas dan duduk di kursi masing masing.

Tepat di belakang Rosé terdapat siswi siswi yang dari tadi mengerubungi Chanyeol seperti semut merah yang menemukan gula di saat mereka sedang sangat kelaparan.

Ia tidak peduli dengan semua pembicaraan yang terdengar dari belakang. Ia hanya meletakkan kelapa nya malas di atas tas yang dijadikan tumpuan kepalanya sambil menunggu guru yang menyebalkan itu datang.

Tapi, ketika mendengar pertanyaan dari salah satu siswi di belakangnya, ia menjadi agak tertarik untuk menguping.

"Chanyeol apa kau bukan manusia?" Tanya seorang siswi.

Chanyeol diam sejenak.

"Apa aku terlihat bukan seperti manusia?" Chanyeol menjawab dengan suara beratnya yang khas, dan terkesan agak dingin.

" Iya, kau tidak terlihat seperti manusia"

"kau lebih terlihat seperti malaikat. Malaikat yang jatuh dari langit hanya untuk menemuiku" wajah siswi ini memerah.

Chanyeol hanya tersenyum tipis tanpa niat bersuara.

Seketika kelas menjadi lebih gaduh " Yak! Berhenti menggombali Chanyeol, sana balik ke kelas mu!" ucap beberapa siswi bersamaan berniat mengusir.

"Apa urusan kalian. Lihat Chanyeol bahkan senang mendengar kalimat ku yang indah itu" kepercayaan diri yang tinggi ehm.

"Cih, menjijikan" gumam Rosé yang masih dapat di dengar oleh Lisa.

"hah? ada apa eonni?" Lisa terbangun walau matanya masih agak terpejam mendengar kalimat yang terlontar dari eonni nya itu.

Tadi setelah mereka sampai ke kelas dan duduk di kursi masing masing, Lisa langsung melakukan kegiatan yang selalu dilakukannya yaitu hibernasi di meja belajar sambil menunggu Park sseam yang tak kunjung datang.

" Tidak ada apa apa, sebaiknya kau lanjutkan hibernasi mu Lisa. Kalau Park sseam datang akan ku bangunkan kau" Rosé hanya menjawab seadanya karena tidak mau Lisa terlalu banyak bertanya.

Lisa hanya mengangguk patuh kemudian kembali memejamkan matanya yang sungguh sangat berat dirasa.

Rosé mulai kesal dengan semua pembicaraan yang terdengar, itu sama sekali tidak penting. Ia sedang menahan diri untuk tidak meluapkan emosi nya yang sekarang sudah berada di ubun ubun karena mereka sangat berisik.

Bukankah tadi ia sendiri yang 'agak' tertarik dengan pembicaraan di belakang nya? Tapi kenapa sekarang malah kesal? Ya, tadi memang ia sedikit 'agak' tertarik. Tapi ia merasa di bohongi, ternyata siswi berisik itu hanya menggombal kepada anak baru yang aneh itu, menurut Rosé.

30 menit berlalu, Park sseam masih tidak menampakkan batang hidung nya. Tidak biasanya guru menyebalkan ini terlambat, ia terkenal dengan kedisiplinan dan peraturan yang ketat.

Seragam harus rapi, tidak boleh terlambat walau hanya 10 detik, bahkan kuku-kuku jari tangan dan kaki akan dia cek untuk memastikan kuku-kuku itu tidak panjang.

Sekarang guru menyebalkan ini yang malah melanggar peraturannya sendiri dengan terlambat hampir 30 menit. Tapi, tidak masalah karena kelas menjadi lebih hidup atau mungkin lebih gaduh jika ia tidak ada.

Dengan semakin banyaknya siswi siswi kelas sebelah yang berdatangan hanya untuk melihat anak baru yang tampan, suara gaduh pun bertambah. Hampir semua siswi di kelas beserta empat gadis vampire ingin berteriak marah.

"Apa kalian bisa tenang" ucap seorang siswa berwajah dingin dengan kulit putih pucat yang sedari tadi hanya diam membaca buku di tempatnya.

Lenggang.

.

.

.

.

.

-TBC-

singkat sekalih :')

Pretty VampireTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang