Bagian 2

4.2K 132 25
                                        

Mungkin ada istilah untuk mantan pacar, tapi tidak ada istilah untuk mantan sahabat bukan? ~fasya

---------------------------------------------------

Pagi ini shea bangun terlalu pagi, semalam dia nyaris tidak bisa tidur ntah apa yang ada dipikiran nya.

Shea turun ke lantai satu, dia tidak mood untuk sarapan pagi karna dia tidak ingin makan semeja dengan papa nya, ketika melewati meja makan shea sama sekali tidak pamitan dengan papa nya bahkan melirik papanya pun tidak.

"bi, shea mau berangkat sekolah mang jarwo mana? " tanya shea pada pembantu nya yang saat itu sedang merapi kan letak makanan diatas meja.

"oiyaa non mang jarwo udah siap didepan kok non" jawab bi susan sopan

"shea sarapan dulu, bi susan udah nyiapin sarapan buat kamu" ucap wijaya, namun shea tidak peduli

"yauda kalo gitu shea berangkat dulu ya bi" ucap shea pada bi susan lalu segera pergi.

Wijaya hanya diam bergeming dia mengerti jika shea masih marah pada dirinya.

Didalam mobil tatapan shea hanya murung, dia hanya menatap lurus ke depan seperti sedang memikirkan sesuatu, bekas tamparan papa nya masi terlihat jelas meskipun shea sudah menutupi nya dengan bedak.

Sampai digerbang sekolah nya shea turun, dia berjalan menuju kelas nya, saat tiba dikelas keadaan kelas masi sepi belum banyak yang datang sepagi ini.

Tidak lama kemudian fasya datang.

"oiiii ngelamun aja lo" tegur fasya membuat shea kaget.

"ngagetin aja lo" ucap shea

Fasya menyentuh pipi shea yang membekas,

"aww sakit goblok" ucap shea sambil memukul tangan fasya

"bekas nya masi jelas sye, kenapa ga pake masker aja lo?" tanya fasya

"ngapain gue musti make masker? Ntar malah menutupi kecantikan gue lagi" jawab shea cengengesan

"yeee pede amat lo ngomong" ucap fasya lalu menoyor kepala shea.

Fasya tau shea sangat terluka saat ini, tapi fasya juga tau kalo shea selalu berusaha terlihat ceria dan selalu berusaha membuat fasya tertawa dengan lawakannya.

Saat jam istirahat shea dan fasya makan dikantin, mengingat shea belum makan dari pagi, perut nya juga udah demo kelaparan minta makan.

"hai sye" sapa seseorang yang bernama raja saat shea lagi asik makan.
Shea hanya diam tetap menyantap makanan nya.

Raja masih memperhatikan shea sampai mata nya tertuju pada pipi shea yang merah seperti bekas tamparan.

"sye pipi lo kenapa? " tanya raja lalu menyentuh pipi shea.

Seketika mata shea melotot, dia tidak suka ada cowok yang menyentuh nya, shea pun berdiri dan memukul tangan raja.

"bisa ga sehari aja lo ga ganggu gue?dan berenti buat nyentuh gue? " ucap shea yang membuat raja melongo

"sye?gue kan cuman nanya kenapa lo jadi sentimentil gini sih? " tanya raja

MINE [ COMPLETED ] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang