Bagian 10

2.5K 89 6
                                        

Tanpa ku sadari senyuman manis nya membuat ku mabuk~shea

-----------------------------------------------

Shea terbangun mendengar suara bi susan di balik pintu kamar nya, dia melihat ke arah jam dan segera meloncat ke kamar mandi karna jam sudah menunjukan pukul 07:15 itu artinya 15 menit lagi gerbang sekolah nya akan ditutup. Dia baru sadar kalo semalaman dia tertidur dimeja belajar nya bukan dikasur.

Shea berlari-lari sampai lupa sarapan pagi, dia mengendarai mobil dengan kecepatan yang gila, bisa habis dia kalo sampe gerbang ditutup, padahal hari ini dia akan ulangan matematika dengan guru killer.

Pukul 07:31 shea sampai digerbang sekolah nya, dan benar saja gerbang nya sudah ditutup oleh satpam sialan itu. Shea turun dari mobil nya dan berniat untuk membujuk pak satpam.

"pak satpam, bukain gerbang nya dong plisss" mohon shea, dia berharap satpam itu berbaik hati padanya kali ini.

"gabisa kamu kan udah telat! Tunggu disitu sampai jam istirahat!" jawab satpam itu membuat shea jengkel.

"tapi pak shea kan cuma telat  semenit, ayolah pak bukain gerbang nya, hari ini shea mau ulangan" rengek shea, dia benar-benar jengkel dengan satpam songong ini.

"tidak bisa! Ini sudah menjadi peraturan sekolah!! Saya hanya menjalankan tugas" jawab satpam itu. Dasar satpam jelek songong "bathin shea.

Shea tetap berdiri didepan gerbang dia tidak mungkin pulang sepagi ini.

"telat ya? " tanya seseorang dari belakang, shea kaget dia seperti pernah mendengar suara itu.

Saat shea menoleh ke sumber suara dia kaget melihat sheldon, seperti nya hari ini memang hari yang sial untuk shea.
Mood shea sedang berantakan dia sedang tidak ingin berurusan dengan cowok menyebalkan ini.

"ayoo ikut gue" tanpa shea duga cowok itu langsung memegang tangan shea.
Shea melepaskan nya dengan kasar.

"apa sih lo!pergi sana" usir shea.

Cowok itu diam menatap punggung shea.

"yauda kalo lo gamau terserah, berdiri aja disana sampai titik darah penghabisan, gue mau masuk dulu" ucap sheldon lalu berjalan dan menaiki motornya.

"tunggu! "ucap shea, dia sangat terpaksa mengikuti sheldon karna dia tidak mau berdiri sampai encok disini. "gue ikut! "

Sheldon tertawa kecut penuh kemenangan.
Shea pun masuk ke dalam mobil nya lalu mengikuti sheldon dari belakang.

Mereka berhenti di sebuah warung kecil yang tidak jauh dari sekolah.

"lo tenang aja mobil mahal lo aman disini" ucap sheldon seperti bisa menebak pikiran shea.

Sheldon lalu mengajak shea berjalan ke belakang warung itu, shea hanya menurut saja asalkan dia bisa masuk dengan selamat kesekolah nya.

"lo naik gih" sheldon menyuruh shea menaiki sebuah tangga. Seumur hidup nya shea tidak pernah memanjat tembok dengan tangga.

Shea hanya diam mematung, shea takut sheldon akan mengintip nya kalo shea yang naik duluan.

Sheldon yang melihat ekspresi ragu shea memutar mata nya heran, dia tau apa yang ada dipikiran shea.

"yauda kalo lo takut gue ngintip, biar gue aja dulu yang manjat" ucap sheldon lalu menaiki tangga.
Dia meloncat dengan lihai padahal tembok itu cukup tinggi.

Dengan secuil keberanian shea menaiki tangga itu pelan-pelan, semoga saja cowok aneh itu sudah pergi.
Tiba diatas tembok shea melihat sheldon masih dibawah dia seperti sengaja menunggu shea. Dasar cowok mesum.

Shea hampir saja terjatuh, tali sepatu nya tersangkut di paku yang menancap ditembok itu, shea berusaha melepaskan nya tanpa sadar shea terpental kebawah tapi sheldon dengan sigap menangkap tubuh shea dari bawah.

Mata mereka bertemu dengan posisi sheldon menggendong shea, seketika jantung shea berdegup sangat kencang, ada getaran aneh yang tidak pernah shea rasakan, senyum itu. Senyum yang sangat memabukkan. Seakan waktu berhenti saat itu juga, seakan sengaja membiarkan mereka saling bertatapan.

Lama terhanyut dalam suasana romantis itu, shea pun tersadar. Membuat matanya melotot kaget. Dia segera turun dari gendongan sheldon. Keduanya saling membuang menunduk malu. Shea benar-benar ingin meledak sekarang.

Karna gugup shea langsung mengambil tas nya dan berlari meninggalkan sheldon.
Dia tidak tau pipi nya sudah semerah apa sekarang.

Saat shea masuk kedalam kelas, bu fera sedang mengajar di kelas nya, semua yang ada dikelas menatap bingung melihat kedatangan shea.

"maaf buk saya telat! " ucap shea pada buk fera.

"sudah jam berapa ini? Dari mana saja kamu? " tanya guru killer itu.

"maaf buk tadi saya abis dari ruangan kepala sekolah" jawab shea sekenanya, dia tidak mungkin bilang bahwa dia abis manjat tembok.

"kalo begitu, kumpulkan tugas mu diatas meja saya dan duduk lah kita akan ulangan" ucap guru killer itu.

Shea segera merogoh tas nya dan mencari buku tugas nya. Tidak bertemu. Shea baru ingat tadi pagi dia buru-buru dan lupa membawa buku pelajaran hari ini dia bahkan belum mengeluarkan buku pelajaran kemaren. Shea sangat gugup dia takut kalo buk fera murka.

"mana tugas mu? "tanya buk fera.

"ma.. maaff buk, tugas saya tinggal dirumah" jawab shea, semoga saja rok nya tidak basah.

"tinggal? Masuk udah telat, tugas ga dibawa, kamu mau bermain dengan saya? " omel buk fera murka.

"enggak buk, saya udah bikin tugas nya kok buk tapi buku nya ketinggalan"

"saya tidak peduli dengan alasan kamu! Sekarang kamu keluar dan hormat ditiang bendera sampai pelajaran saya selesai! " shea kaget setengah mati.

"tapi bu saya ud-"

"SE KA RANG!! " teriak buk fera.
Dengan penuh penyesalan shea keluar dan berjalan menuju lapangan. Ini jauh lebih memalukan dari pada berdiri diluar gerbang.

Shea hormat pada bendera dengan cuaca lagi panas-panas nya. Dia harus hormat sampai jam istirahat. Benar benar hari yang sial.

Sheldon Angkasa Kusuma ❤

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sheldon Angkasa Kusuma ❤

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~



Hai hai guys, happy reading:)
Semoga kalian suka ya hehe

Love you guys ❤



MINE [ COMPLETED ] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang