Bagian 46

471 19 3
                                        

Jika tak bisa memiliki dan dimiliki
kamu seutuhnya, setidaknya aku pernah bahagia menjadi kepingan kenangan yang akan selalu kamu ingat dalam hidupmu.

*********************

Shea terbangun dari tidurnya. Kepalanya sedikit pusing karna menenggak beberapa gelas bir tadi malam. Semua masalah hidup ini seperti tidak mau memberinya ketenangan.

Setelah mandi dan berganti pakaian, shea pun turun ke bawah, dia bahkan lupa bahwa hari ini adalah hari keberangkatan nya ke Amerika meninggalkan kota Jekardah yg penuh luka ini. Terlihat dimeja makan papanya sedang duduk sambil membaca koran.

"Non shea, mari sarapan dulu" tawar bi susan saat melihat shea.

"Shea masih kenyang bi" balas shea lalu melanjutkan langkahnya.

"Kamu mau kemana sye? Pesawat kita jam 4 loh" ucap papanya.

"Shea mau ke makam mama untuk terakhir kalinya" jawab shea.

Wijaya menatap putrinya sejenak. Lalu berkata

"Ke makamnya nanti aja ya, sekarang kamu sarapan dulu, bentar lagi manu bakal dateng, kamu ikut dia oke" ucap papanya.

"Manu? Kemana?" tanya shea bingung.

"Udah, kamu gausah ngebantah, sarapan dulu ayok"

Shea terpaksa mengikuti kemauan papanya, agar menghindari pertengkaran yang memusingkan.
Shea duduk dimeja makan seraya mengambil susu dan meminumnya. Tiba-tiba shea muntah. Dan kepalanya pusing.

"Abisin susunya, biar usus kamu gak kiut abis minum bir semalam" ucap papanya tanpa menoleh.

Sial. Gue minum bir berapa botol sih semalem.  Umpat shea.

Tak lama kemudian, manu pun datang.

"Pagi om, pagi sye" ucapnya. Shea hanya diam tanpa menoleh.

"Pagi manu,mari sarapan dulu" tawar papa shea.

"Makasi om, udah sarapan kok tadi dirumah, saya mau bawa shea langsung aja" ucap manu.

Mendengarnya shea jadi geli. Pria tidak tau malu memang.

"Gue mau ganti baju dulu " sanggah Shea.

"Gausah, gitu aja kamu udah cantik kok" ucap manu yg membuat rasa ingin muntah shea jadi kumat.

Abis sarapan shea berjalan keluar rumah dan masuk kedalam mobil manu. Entah hendak kemana lagi manusia aneh ini akan membawanya.

Didalam perjalanan tak sepatah dua patah pun shea berbicara. Sampai tiba-tiba Shea merasakan tangan nya disentuh oleh manu. Shea pun menghalau sentuhan dari pria itu dengan pura-pura menguap.

Hoaaammmmm "yaampun ngantuk banget sih" bual shea. Gagal lah misi menyentuh tangan shea. Shea berusaha menahan tawanya.

Setengah jam perjalanan, akhirnya mobil manu berhenti disebuah toko berlian yang terkenal dikota itu.

"Lo ngapain ngajak gue kesini?" tanya shea heran.

MINE [ COMPLETED ] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang