Bagian 42

1.5K 77 25
                                        

Hati ku kalah dengan logika ku~shea

------------------------------------------------------------

"nona wijaya akhirnya anda datang juga, kami sudah berusaha menghubungi tuan wijaya tapi tidak ada jawaban, makanya kami memutuskan untuk menghubungi anda" ucap perawat mama shea.

"mama saya kenapa? dimana dia sekarang?" tanya shea mulai panik.

"kami meminta maaf sebesarnya, tadi kami menemukan nyonya wijaya tergeletak di lantai dalam keadaan tidak sadarkan diri, kami mengira dia pingsan tapi ternyataa.."

"ternyata apa??? mama saya kenapa?? " nada bicara shea mulai tinggi.

"nyonya wijaya telah meninggal dunia, kami juga menemukan banyak obat yang berserakan dilantai" jawab perawat itu sambil menunduk kan kepalanya.

"jadi mama saya sengaja meminum obat itu? " tangan shea gemetaran, dia lalu berlari ke kamar tempat mama nya tinggal.

Saat masuk kedalam ruangan itu shea melihat beberapa perawat lain nya sedang menunggui jenazah mama nya yang sudah tidak bernyawa lagi. Tangisan shea pecah, dia menangis sejadi jadinya, lalu berjalan gontai mendekati mamanya.

Shea membuka selimut yang menutupi wajah mama nya, terlihat wajah tua namun cantik yang sangat pucat, wajah yang dulu selalu shea lihat setiap pagi, wajah cantik yang selalu tersenyum dan memeluk hangat shea.

Kini tidak lagi ada wajah lembut itu, wajah itu sudah membeku, shea benar benar merasa dunianya kini sudah runtuh, bahkan untuk bangkit pun kini shea tak mampu.

"maahh, mamaa kenapa ninggalin shea? mama gak sayang lagi ya sama shea? shea gak punya siapa siapa lagi mah, shea cuma punya mamaah, shea sendiri,shea gamau hidup sendiri, mah bangunn" tangisan shea memecahkan keheningan di ruang itu, semua perawat yang berada disana pun ikut merasakan kesedihan yang shea rasakan.

Lama shea memeluk jenazah mama nya, bahkan disaat saat terakhir mama nya shea tidak ada disini untuk mendampingi, shea merasa hidup nya tidak berguna, satu persatu orang yang dia sayangi mulai meninggalkan nya tanpa pamit dan tanpa aba aba.

~~~

Shea duduk diam dikursi panjang yg berada ditengah taman. Kursi yg selalu menjadi tempat mama nya duduk setiap kali shea datang menjenguk. Tatapan nya kosong kedepan, keadaan nya saat ini benar benar buruk, dia tidak tau harus kemana lagi. Tak terasa langit pun menurunkan hujan, seakan juga ikut berduka bersama shea.

Dia menengadahkan wajah nya kelangit, menatap langit langit yang dipenuhi awan hitam, membiarkan butiran bening itu turun dan menghujani wajah nya beriringan dengan turun nya air mata yang sedari tadi tidak hentinya mengalir.

"sye? " sapa seseorang datang menghampiri shea.
Shea tidak mengubrisnya, dia masi tetap menengadahkan wajah nya keatas langit, membiarkan butiran butiran air hujan yg turun membasahi wajah dan seluruh tubuhnya. Menangis bersama hujan.

Orang itu melangkah dan duduk disamping shea, sedetik kemudian dia memeluk shea, tidak peduli wanita itu akan marah atau mungkin akan menampar nya, bagi dia saat ini shea sangat memerlukan pelukan nya.

Tidak ada perlawanan sedikitpun dari shea, dia hanya diam saat tubuh kekar itu memeluk dirinya, shea tidak mengeluarkan satu kata sedikitpun.

Sheldon PoV

"halo? "

"lo dimana syel? "

MINE [ COMPLETED ] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang