Special Part!

279 35 3
                                    

Satu tahun kemudian...

"Daiki, kau duduk baik-baik!" perintah Keito.

"Tapi, kaa-san—"

"Dai-chan.. Kehamilan 9 bulan itu rentan terhadap banyak hal, kau tahu?" jelas Yuya.

"Lagipula, banyak wanita hamil lainnya sepertimu hanya bermalas-malasan, itu lebih baik daripada banyak gerak, Dai-chan." lanjut Yuya.

Tiba-tiba, mata Daiki berkaca-kaca.

"Yuyan jahat.. Hiks.."

"Eh?"

"YUYA! KAU APAKAN DAIKI!" seketika Kei yang sedang membantu Keito langsung menghampiri Yuya dengan wajah galaknya saat mendengar isakan Daiki.

"T-tapi, kaa-san..."

"Sudah, Daiki. Yuya memang jahat. Sudah ya~" ucap Kei sambil memeluk Daiki dan menepuk-nepuk punggung Daiki pelan.

"Mengapa aku yang selalu salah?" gumam Yuya.

"Yuya! Jika kau membuat Daiki-mu menangis lagi, aku tak akan segan-segan menghukummu!" peringat Kei lalu ia melanjutkan aktivitasnya yang sempat tertunda. Yuya hanya meringis mendengar ancaman Kei.

"Dai-chan.." Yuya mendekati Daiki dan kemudian berlutut didepan Daiki.

"Gomen. Lagi-lagi aku membuatmu menangis." ucap Yuya dihadapan Daiki.

Daiki mengenggam kedua tangan Yuya. "Tidak apa-apa, Yuyan. Ini bukan salahmu. Kau tahu, kan? Wanita hamil itu memang lebih sensitif. Jadi, maafkan aku jika aku mudah menangis."

Yuya segera menghapus bekas jejak air mata istrinya. "Baiklah—"

"Ittai! " ringis Daiki.

"Eh, Dai-chan? Sebelah mana yang sakit?" tanya Yuya panik.

"Putra kita menendang lagi, Yuyan. Tendangannya begitu keras." jawab Daiki sambil meringis.

Yuya mengelus perut besar Daiki dengan lembut. "Anakku, janganlah sering membuat kaa-chan mu kesakitan. Kau ingin menjadi pemain sepak bola, kah?"

Daiki tertawa kecil melihat kelakuan suaminya—ah, sekaligus calon ayah dari anaknya nanti, yang sedang berinteraksi dengan anak yang berada didalam perutnya.

"Tetapi, Tou-chan, aku hanya ingin es krim!" jawab Daiki sambil menirukan suara anak kecil.

Yuya menengok ke arah Daiki. "Kaa-chan ingin es krim?" tanya Yuya.

"Bukan aku. Anakmu yang meminta es krim, Yuyan." jawab Daiki sambil tertawa kecil.

"Hahaha, baiklah, akan Tou-chan belikan. Kalian berdua tunggu disini baik-baik, ya?"

"Siap, tou-chan! " jawab Daiki sambil memasang gaya hormat.

Yuya berdiri, menyingkirkan poni Daiki dan mencium kening Daiki sejenak.

"Aku akan kembali dalam beberapa menit, oke?"

"Oke!" jawab Daiki gembira. Yuya tersenyum dan kemudian berjalan keluar.

"YUYA! MAU KEMANA KAU?!" teriak Kei.

"ANAKKU MENGINGINKAN ES KRIM, KAA-SAN!" balas Yuya.

"Telingaku..." ringis Daiki.

***

"Ehm."

Yuya menengok ke arah sumber suara. "Ryosuke?"

「 Marry With IdolーArioka Daiki 」✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang