Chapt. 25

795 84 22
                                    


Angin berhembus menerpa kulit wajah dua makhluk yang tengah menikmati kopi panas mereka di pinggiran sungai han. Sungai han sudah menjadi tempat favorite mereka berdua dari awal mereka menjalin hubungan.

Asap putih sedikit terlihat keluar dari mulut jungkook saat laki-laki itu menghela nafasnya. Sesekali senyumnya mengembang saat memperhatikan gadis yang berada disampingnya tengah menyesap kopi dengan santai. Mata gadis itu terfokus pada pemandangan di hadapannya.

Eunha tahu sedari tadi jungkook memperhatikannya "Tidak masalah kah jika kau menemaniku jalan-jalan seharian ini? Bahkan kau sampai tidak masuk sekolah"

"Bahkan aku sangat senang" sahut jungkook dengan nada santai. Atensi nya bahkan masih fokus dengan gadis di sebelahnya.

Eunha memperhatikan beberapa barang hasil belanjaannya di mall bersama jungkook tadi yang berada di sampingnya sebentar. Lalu ia mengalihkan tatapannya pada jungkook yang masih setia memperhatikannya.

"Kenapa?" tanya jungkook lembut.

"Kau masih mencintaiku jeon jungkook?"

Tiba-tiba eunha melontarkan pertanyaan pada jungkook yang membuatnya merubah ekspresinya menjadi tidak bisa terbaca sama sekali. Bahkan jungkook membungkam dan sulit untuk menjawab pertanyaan dari eunha. Bibirnya tiba-tiba terasa sulit untuk di gerakan. Jungkook merasakan moment speechles secara mendadak. Hatinya berubah menjadi bimbang dan merasa aneh.

Jungkook merasa hatinya merasa begitu berbeda saat ini. Ia merasa tidak sama dengan saat pertama kali ia menjalin hubungan bersama gadis itu. Seketika nama park jieun memenuhi pikirannya saat ini, mendadak ia merasa bersalah pada pacarnya itu. Bahkan jungkook baru tersadar, jika dirinya telah menghianati gadis itu.

"A-aku..."

****

Lalu-lalang orang yang memperhatikannya berjalan sambil menendang batu-batu kecil yang menghalanginya, yonggi seakan tidak memperdulikannya. Laki-laki itu tengah santai berjalan di atas trotoar. Hanya satu tujuan dalam pikirannya saat ini, yaitu menenangkan pikirannya.

Langkah besar laki-laki itu telah membawanya ke tempat yang sangat cocok untuk menenangkan pikirannya. Sambil melamunkan banyak hal, yonggi berjalan mengitari pinggiran sungai han. Ia menghangatkan tangannya yang mulai kedinginan dengan memasukkan kedua tangannya kedalam saku jaket maroon yang telah melekat sempurna di tubuhnya.

Saat memorinya tengah memutarkan sekilas bayangan diri park jieun yang tengah tersenyum, kesal, cemberut bahkan tertawa membuat senyum min yonggi mengembang seketika. Bahkan dirinya tak menyangka, sosok jieun telah merubahnya menjadi sedikit gila karenanya. Bahkan yonggi merasa dirinya bukanlah tipikal orang yang peduli tentang hal perasaan.

Semenjak bertemu gadis itu, hatinya terguncang begitu saja. Seiring berjalannya waktu, dirinya telah di buat jatuh cinta pada gadis itu dalam hitungan sekejap. Terkadang yonggi terkekeh pelan mengingat kekonyolannya yang mudah jatuh cinta itu.

Mendadak langkah yonggi terhenti seketika melihat pemandangan yang baru saja tertangkap dalam indra penglihatan nya. Buku-buku jarinya memutih saat yonggi mengepalkan tangannya dengan sangat kuat. Bahkan rahang laki-laki itu mengeras menahan amarah. Wajah min yonggi terlihat merah padam menahan emosi yang bergejolak di hatinya.

My Cold Senior[COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang