Chapt. 30

777 79 1
                                    

Kini suasana baru untuk tujuh sahabat yang baru saja menginjakkan kaki mereka di universitas yang baru saja mereka masuki. Ketujuh nya sama-sama saling menghirup udara baru disini. Suasana nya terlihat begitu berbeda saat mereka masih di jenjang SMA.

Terlihat para-para mahasiswi kampus ini memandang takjub ketujuh laki-laki bak pangeran itu. Ketampanan mereka langsung memikat banyak kaum hawa disini.

"Selamat datang di kampus baru ini, namaku choi mina" ucap salah satu mahasiswi itu sambil mengulurkan tangannya pada jungkook. Hanya gadis itu secara terang-terangan berani memperkenalkan dirinya. Sedangkan yang lain hanya berdiam sambil menyaksikan tontonan di depan mereka.

"Terima kasih" sahut jungkook tanpa membalas uluran tangan gadis itu.

Setelah itu jungkook dan lainnya pergi meninggalkan gadis itu yang terdiam malu karena baru saja di tolak secara terang-terangan oleh jungkook.

****

Dimejanya jieun termenung sambil menatap luar kelas dari jendela. Biasanya disaat istirahat seperti ini, dirinya begitu semangat untuk pergi ke kantin bukan sekedar untuk mengisi perut, namun juga ingin bertemu dengan sang kekasih. Tetapi kali ini suasananya begutu berbeda, dirinya lebih memilih berdiam diri di kelas yang sepi.

Bayangan jungkook dan dirinya seakan memenuhi pikirannya yang kosong. Jieun begitu merindukan sosok jungkook saat ini. Baru sebentar aja rasanya begitu lama bagi jieun, bagaimana jika dia terus begini sampai setahun? Membayangkan melewatkan hari-harinya tanpa jungkook kali ini begitu menakutkan.

Perasaan gundah juga telah menyelimuti hati jieun kini. Hal yang tidak benar-benar jieun inginkan. Bagaimana jika suatu saat jungkook jatuh hati pada gadis yang ada di kampusnya? Tiba-tiba jantungnya berdebar risau membayangkan hal itu. Jieun benar-benar tidak siap jika hal itu terjadi, dirinya begitu tidak rela harus melepaskan laki-laki yang begitu ia cintai.

"Melamun?" yerin menyenggol bahu jieun untuk menyadarkan gadis itu.

"Ye-yerin? Sejak kapan kau ada disini?" jieun sedikit tersentak saat sadari jika sahabatnya sudah ada di sampingnya dengan raut wajah bingung menatapnya. Yerin mendesah pelan sambil menyodorkan air mineral pada jieun "sulap" sahutnya.

"Melamun membuatmu tidak sadar" sambungnya lagi sambil meneguk minuman lemon nya. Jieun berdecak sambil merebut santai minuman milik yerin "minuman mu begitu segar. Kenapa aku hanya air mineral" protes jieun lalu meneguk minumannya.

"Kenapa kau minun punyaku jieun-ah. Dasar bebek payah ini" cibir yerin sebal.

****

Min yonggi memberhentikan mobilnya saat melihat seorang gadis tengah duduk termenung di halte bus seorang diri. Wajah imut gadis itu terlihat lesu muram. Setelah berhasil memarkirkan mobilnya, yonggi keluar dan menghampiri gadis itu.

Sepertinya gadis itu tidak sadar saat yonggi berhasil duduk di sampingnya dan memperhatikan gadis itu sesaat. Senyum tipis tercipta di bibir yonggi. Entahlah, diri nya merasa nasib gadis di sebelahnya begitu sama dengan dirinya.

My Cold Senior[COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang