Chapter 19 - Message

1.3K 35 3
                                    

Hanna membuka matanya perlahan. Kepalanya masih terasa pusing. Hanna duduk bersandar pada kepala kasurnya lalu ia mengecek ponselnya.

4 missed call

5 Unread messages

"Sebanyak ini? siapa yang menelfon dan mengirimi pesan sebanyak ini?"

pertama Hanna membuka 4 missed call.

Rian (3)

Jason (1)

Hanna mendengus saat melihat nama Rian terpampang di ponselnya "Rian? ngapain dia nelfon. Masih peduli dia?"

Hanna kemudian membuka 5 Unread messages yang masuk di ponselnya.

Message from Rian (1):

Han, lo sakit?

Message from Rian (2):

Hanna, lo sakit apa?. Masalah yang tadi, gue minta maaf Han. Hera bukan pacar gue, lo harus percaya Han

Message from Rian (3):

Han, gue tau gue salah. Seharusnya kemarin gue gak ngebentak lo. Seharusnya gue lebih percaya sama lo. Maaf Han.

Gue mau ketemu sama lo, jam 7 malam di ExO Cafè. Gue harap lo dateng.

Message from Jason:

Han, aku udah masak. Makan. Jangan sampe gak dimakan ya!  abis itu istirahat lagi. Besok aku jemput.

Hanna membalas satu persatu pesan dari Jason dan Rian

Message to Jason:

Iya, mama. Nanti aku makan. Terima kasih kekkeke~ XD

Message to Rian:

Cafè? kayanya lo salah ngajak, ajak aja pacar lo yang baru itu, yang cantik dan pengertian itu!. Jangan ganggu hidup gue lagi. Terima kasih buat segalanya. Terima kasih udah ngajarin gue!. Ini bakalan jadi sms terakhir gue buat lo, lo silahkan bersenang-senang sama pacar baru lo itu.

Drrt... Drrt... Drrt

ponsel Hanna kembali bergetar menandakan pesan masuk.

Message from Rian:

Hanna,  gue mohon. Lo harus dengerin penjelasan gue dulu. Gue janji gak akan  ngulangin kesalahan gue lagi. Kasih gue kesempatan Han.

Message to Rian:

Penjelasan? apa lo mau denger penjelasan gue waktu lo marahin gue? kesempatan? kesempatan apa? gak akan! udahlah, dengerin aja kata pacar cantik lo itu. Ngapain cewe kampungan kaya gue lo urusin?

Hanna hendak mematikan ponsel nya, namun sebuah pesan belum ia baca.

"Hampir aja lupa."

Hanna membuka pesan yang hampir terlewatkan olehnya.

message from 08129880Xxxx:

Jangan ganggu cowo gue kalo lo masih mau hidup tenang!

"Siapa nih? emang aku gangguin cowo nya siapa?" gumam Hanna

Message to 08129880Xxxx

Maaf ini siapa?

Drrt... Drrt.. Drrt

'Cepet juga nih orang balesnya' batin Hanna

Message from 08129880Xxxx

Gak usah sok gak tau deh lo! Dasar cewe aneh! lo tuh gak pantes ngedeketin cowo gue

Message to 08139880Xxxx

Sorry, gue bener-bener gak tau. Mungkin lo salah sms.

Drrrtt... Drrtt... Drrtt

"Ck... ini orang niat banget kayanya, balesnya cepet amat"

Message from 08129880Xxxx

Eh, gue gak bakal salah... Otak lo kali yang salah. Pokoknya gue peringatin lo, Jangan sekali-kali lo deketin cowo gue lagi!

Message to 08129880Xxxx

Lah? lu siapa ngatur-ngatur gue? lagian gue gak tau cowo lo siapa?!

Hanna mematikan ponselnya dan mencabut batrainya. Ia kembali menikmati coklatnya dan mencoba menenangkan pikiran dan hatinya.

.

.

.

.

.

Hayo tebak, siapa orang yang sms Hanna marah-marah gitu? ada yang bisa nebak gak? hayooo wkwk. Author juga gak tau siapa #plak


















See you in next Chapter .  .  .  .

Don't GoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang