XVI. She's Mine

4.4K 338 54
                                        

'Cinta mengajarkan kita, ada patah hati sebelum bahagia.'
jjk

:::::

Nayeon memandang sendu pada jalanan di luar sana. Melihat lalu lalang kendaraan yang melewati taksi yang sedang dinaikinya. Matanya kemudian jatuh pada paper bag berisi kotak bekal di tangannya.

Penampilannya hari ini sangatlah casual dengan balutan sabrina dress selutut berwarna peach dan flat shoes berwarna senada membuat penampilannya terlihat manis. Rambut panjangnya dibiarkan tergerai indah menutupi bagian pundaknya yang polos.

Sekarang ini ia tengah menuju kantor Jungkook. Tentu saja bukan untuk bekerja. Ya—Nayeon sudah tidak bekerja di perusahaan Jungkook lagi. Kenapa? Tentu saja karena ulah pria bermarga Jeon itu.

Lagi-lagi Nayeon hanya bisa berdecak kesal mengingat ucapan Jungkook tadi pagi yang menyuruhnya untuk berhenti bekerja. Dirinya yang tidak boleh kelelahan karena masa kehamilannya dijadikan alasan oleh Jungkook untuk membuatnya bekerja. Alasan yang cukup logis namun tetap saja begitu menyebalkan baginya.

Tubuhnya sudah terbiasa dengan melakukan aktivitas yang cukup melelahkan. Namun dengan tidak bekerja seperti ini justru membuatnya merasa lebih lelah dan tentunya juga bosan.

"Nona, sudah sampai." beritahu sang supir yang langsung menyadarkan Nayeon.

"Ah, ne, terima kasih, ahjussi."

Setelah memberikan beberapa lembar uang Nayeon segera turun dari taksi itu. Merapikan kembali pakaiannya kemudian segera masuk ke dalam gedung perusahaan Jungkook.

Nayeon melemparkan senyumnya pada orang-orang kantor yang melewatinya. Bahkan ia bisa mendengar bisikan-bisikan para karyawan yang menyebut namanya.

"Jadi dia benar-benar akan menikah dengan Jeon sajangnim?"

"Wah, beruntung sekali dia,"

"Tapi untungnya dia cantik, jadi cocok jika bersanding dengan Jeon sajangnim."

"Tapi tetap saja aku masih tidak rela,"

Kira-kira kalimat-kalimat seperti itulah yang masih bisa didengarnya. Ia cukup kaget karena kabar pernikahannya dengan Jungkook akan tersebar dengan cepat seperti ini. Membingungkan sekali.

Nayeon menekan tombol lift dan menunggunya.

ting!

Baru saja Nayeon hendak melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift sesuatu membuat langkahnya terhenti. Tubuhnya membeku dengan kedua mata membulat.

Taehyung.

Di dalam lift sana ada Taehyung yang juga menatapnya tak kalah kaget. Dan demi apapun itu Taehyung benar-benar tak kuat menahan perasaannya lagi begitu melihat wajah Nayeon, wanita yang akhir-akhir ini menganggu pikirannya.

Nayeon ingin mundur namun kalah cepat karena Taehyung yang menariknya masuk ke dalam lift. Menutup pintu dan menekan asal tombol yang ada.

"Yak! Apa yang kau lakukan?!" Nayeon memekik nyaring mencoba melepaskan tangan Taehyung dari lengannya.

"Kumohon, dengarkan penjelasanku kali ini saja." pinta Taehyung dengan wajah memohon.

FateTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang