'Cerita yang keluar dari mulut kita bukan lagi tentang mereka, melainkan tentang kita. Kita mulai saling menyembuhkan. Saling mengikat.'
—iny—
:::::
Nayeon melangkahkan kakinya ringan dengan senyum mengembang di wajahnya. Ia sudah tak sabar ingin bertemu Jungkook. Bahkan baru beberapa jam lalu ia sudah merindukan pria itu. Menggemaskan sekali.
"Nayeon-ssi," panggil seseorang sebelum Nayeon sempat meraih gagang pintu ruangan Jungkook.
Nayeon berbalik dan mendapati Tzuyu yang kini berjalan menghampirinya. Ada sesuatu yang berbeda dari wanita itu. Ah, benar! Tapi apa Nayeon tidak salah lihat?
Tzuyu, wanita itu baru saja tersenyum padanya. Bukan senyum sinis ataupun tatapan dingin yang selalu ditunjukkan padanya. Tapi senyum hangat juga tulus.
"Sebelum aku pergi, aku ingin minta maaf padamu atas semua sikap burukku selama ini padamu. Aku terlalu terpengaruh dengan emosiku karena hubunganmu dengan Jungkook-nim waktu itu. Tapi sekarang aku mengerti bagaimana perasaan kalian terhadap satu sama lain. Dan aku menyesal karena sudah bersikap egois dan bersikap buruk padamu, aku benar-benar minta maaf." ungkap Tzuyu dengan penuh ketulusan—bahkan kini ia tak segan lagi memberikan senyumnya pada Nayeon.
Nayeon ikut tersenyum mendengar ucapan Tzuyu. Bukan hanya karena permintaan naaf wanita itu. Tapi karena ia bisa merasakan ketulusan yang terasa melalui ucapan Tzuyu.
"Tanpa kau memintanya pun aku sudah memaafkanmu. Lagipula kau tidak sepenuhnya salah. Itu juga adalah hakmu. Walaupun sebenarnya awalnya aku bingung kenapa kau bersikap dingin padaku," balas Nayeon diiringi kekehan ringannya.
Tzuyu tersenyum tak enak dan semakin menyesali sikapnya selama ini pada Nayeon. Walaupun ia merasa lebih lega karena sudah meminta maaf pada Nayeon.
"Tapi, omong-omong, memangnya kau ingin pergi kemana?" tanya Nayeon selanjutnya.
"Kemarin aku mengajukan pengunduran diriku pada perusahaan. Tapi Jungkook-nim menolaknya karena, ya, aku memang sudah cukup lama bekerja di perusahaan ini. Jadi, dia memilih untuk memindahkanku di perusahaan cabang di Busan. Dan, ya, akhirnya aku menerimanya." jelas Tzuyu.
Nayeon menatap tak enak pada Tzuyu. Ini pasti karena dirinya.
"Tenanglah, aku melakukan ini bukan karena kau ataupun Jungkook-nim. Aku hanya ingin mencari suasana baru dalam hidupku yang terasa sangat membosankan ini. Sekaligus mencoba menenangkan perasaanku sendiri," terang Tzuyu yang seolah bisa membaca pikiran Nayeon.
Tapi tetap saja Nayeon merasa tak nyaman. Salahkan perasaannya yang terlalu sensitif dengan hal-hal seperti ini—apalagi jika itu disebabkan karena dirinya.
"Engh, kalau begitu, aku pergi dulu, supir kantor sudah menungguku di luar ternyata." ucap Tzuyu sambil kembali mengemas barangnya.
"Ah, benarkah? Aku minta maaf tidak bisa mengantarmu sampai luar. Aku harus menemui Jungkook. Tapi, aku doakan semoga kau akan suka dan betah dengan pekerjaan barumu," sahut Nayeon sambil mencoba membantu Tzuyu.
"Tidak apa-apa, santai saja. Dan, ya, seperti katamu, semoga saja aku cocok dengan pekerjaannya. Ah, dan terima kasih."
"Oh iya, tadi kau bilang kau ingin menemui Jungkook-nim?" tanya Tzuyu yang langsung dibalas anggukan oleh Nayeon.
"Kalau tidak salah tadi aku melihatnya keluar dengan terburu-buru. Tapi aku tidak tahu dia pergi kemana, mungkin sudah sekira limabelas menit yang lalu," beritahu Tzuyu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fate
Fanfiction[C O M P L E T E D] >> sebagian part hanya tersedia di versi ebook nya saja << [17+] Satu malam manis yang mempertemukan Jungkook dan Nayeon. Satu malam yang membuat hubungan mulai terjalin di antara keduanya. Satu malam yang salah namun...
