XI. Obsession or Love?

5.5K 391 46
                                        

'Seharusnya aku marah. Tapi kenapa aku justru merasa sebaliknya?'
iny

:::::

Nayeon membuka kedua matanya malas. Ia masih sangat mengantuk. Tapi rasa haus di tenggorokannya tak bisa lagi ditahannya.

Nayeon mengerutkan keningnya bingung begitu melihat sebuah tangan yang terjuntai di atas kasur. Dan ia baru menyadari bahwa kini ia tidur menggunakan tangan itu sebagai tumpuan kepalanya.

Nayeon membuka kedua matanya sempurna begitu mendengar dengkuran halus seseorang di belakangnya. Nayeon menunduk dan mendapati sebuah tangan yang memeluk tubuhnya erat.

Nayeon mengulum bibirnya sendiri mencoba menahan teriakannya. Dengan perlahan Nayeon mencoba berbalik dengan gerakan sepelan mungkin tanpa melepaskan tangan itu dari tubuhnya.

Nayeon diam terpaku begitu melihat wajah seseorang yang tengah tertidur damai di depan wajahnya. Jungkook, pria itu kini tengah tertidur dengan pulasnya. Entah kenapa seperti ada perasaan bahagia yang terlintas begitu melihat wajah tampan itu tertidur pulas dan damai seperti ini.

Sejak kapan dia tidur di sini? Bukankah tadi dia sedang bekerja? Tapi kenapa aku tidak marah karena dia sudah tidur di sini bahkan memelukku seperti ini? Kenapa aku jadi merasa aneh setiap berada di dekatnya? Tapi anehnya, rasa aneh itu justru membuatku nyaman bahkan senang. batin Nayeon.

Cukup lama Nayeon terpaku dengan wajah tampan itu. Sampai akhirnya tangannya yang sejak tadi sudah gatal itu pun terangkat hendak menyentuh wajah Jungkook.

Dengan penuh kehati-hatian Nayeon meletakkan tangannya pada pipi Jungkook. Ingin sekali rasanya mengusap lembut pipi itu. Tapi Nayeon takut jika hal itu membuat Jungkook terbangun.

Astaga, Im Nayeon! Sadarlah! Apa yang sudah kau lakukan?! batin Nayeon seolah tersadar dengan tindakan anehnya sekarang.

Baru saja Nayeon hendak menarik tangannya. Namun tangan lain justru menggenggam tangannya, menahannya agar tetap berada di pipi itu. Tak berapa lama setelah itu kedua mata itu terbuka. Menatap sayu si empunya tangan yang sudah menyentuh pipinya.

Jungkook, pria itu kini menatap sayu Nayeon yang menatapnya dengan kedua mata membulat. Nayeon bungkam terlalu bingung harus mengatakan apa. Harusnya ia malu dan segera menjauh dari Jungkook karena telah tertangkap basah oleh pria itu. Tapi tatapan Jungkook seolah menghipnotisnya agar tetap berada di dekat pria itu.

"Sebegitu besarnya kah pesona ku sampai membuatmu terdiam seperti ini, Nay?" tanya Jungkook dengan suara pelan, tak lupa dengan tatapan menggodanya.

Nayeon masih diam menatap Jungkook. Bahkan perasaan kesalnya seolah hilang begitu saja. Pria ini benar, sepertinya ia memang benar-benar sudah jatuh ke dalam pesonanya.

Jungkook semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Nayeon membuat wajah Nayeon benar-benar menempel dengan dada bidangnya sedangkan kepalanya yang bersender di puncak kepala Nayeon.

"J-Jungkook-ah—"

"Biarkan seperti ini dulu. Jarang sekali kau tidak memberontak, sekali saja turuti ucapanku." pinta Jungkook sambil kembali memejamkan kedua matanya.

Dan Nayeon memilih diam setelahnya. Mencoba mengatur napasnya dan mengontrol degupan cepat jantungnya. Ia takut jika Jungkook bisa merasakan degupan jantungnya.

Tiba-tiba saja Jungkook melonggarkan pelukannya bergeser ke belakang membuat jarak dengan Nayeon namun tidak melepaskan pelukannya dari Nayeon.

FateTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang