XVIII. No More Tears

5.4K 379 51
                                        

'Aku tidak akan membiarkan tangis sedih keluar dari pelupuk matamu lagi. Hanya akan ada tangis bahagai yang akan selalu menyertai harimu, Nay.'
jjk

:::::

Sudah hampir tiga jam lebih hanya dilakukan Jungkook dengan menatap lekat wajah Nayeon yang nampak tertidur pulas dalam dekapannya. Sesekali tangannya terangkat menyingkirkan beberapa anak rambut yang jatuh menutupi wajah cantik wanitanya.

Melihat wajah polos Nayeon—sekali lagi membuatnya merasa bersalah karena sudah menyakiti wanita itu. Pergi tanpa penjelasan apapun. Ia tahu ia salah, tapi rasanya juga sakit jika mengingat kebersamaan Nayeon dan Taehyung waktu itu. 

Jungkook terus menatap wajah Nayeon—tak ada niatan untuk berpaling sedikitpun dari wajah cantik sang wanita. Teramat berharga seolah ia tak memiliki waktu lagi untuk bisa melihat wajah itu.

"Aku sangat mencintaimu, Nay." bisik Jungkook dengan suara teramat pelan—tak ingin membangunkan wanitanya.

Namun nampaknya usahanya gagal untuk tidak membangunkan wanitanya. Karena nyatanya sekarang Nayeon nampak mulai menggeliat dalam tidurnya. Mulai membuka kedua matanya pelan sambil mengerjapkan matanya beberapa kali mencoba membiasakan cahaya.

Jungkook hanya bisa tersenyum kecil—gemas melihat wajah Nayeon yang mulai nampak kebingungan dengan kerutan yang terlihat jelas di keningnya. Saat pandangan wanita itu jatuh padanya, kedua mata itu membulat lebar melihatnya.

"J-Jungkook! Kau sudah bangun? D-dan tunggu dulu! Kenapa aku jadi tidur di sini?" oceh Nayeon dengan wajah panik.

Baru saja Nayeon hendak bangun namun sebuah tangan besar langsung menahannya membuatnya kembali terbaring di kasur. Nayeon menatap Jungkook dengan pandangan penuh kaget juga bingung.

"Tenang, Nay. Aku yang mengangkatmu ke atas ranjang ini," ucap Jungkook seolah menjawab semua kepanikan Nayeon.

Nayeon menghembuskan napasnya lega. Namun tak berapa lama kemudian raut khawatir kembali terbentuk di wajah cantiknya.

"B-bagaimana caranya kau bisa mengangkatku? Bukankah kakimu sedang sakit? Apa jangan-jangan kakimu semakin sakit karena sudah mengangkatku? Seharusnya kau tidak perlu mengangkatku, aku bisa—"

"Tidur dengan terduduk di kursi seperti itu? Aku tahu tidur seperti itu sangatlah tidak nyaman, Im Nayeon. Dan lagipula, aku tidak bisa melihat wanita yang aku cintai merasa sakit dan tidak nyaman seperti itu, apalagi wanita itu tengah menganduk anakku," sela Jungkook lebih dulu.

Nayeon diam tertegun mendengar semua ucapan Jungkook. Pria itu benar.

"Tapi bagaimana dengan kakimu?" tanya Nayeon masih khawatir.

Jungkook tersenyum kecil sambil mengusap lembut wajah Nayeon dengan ibu jarinya.

"Aku baik-baik saja, sungguh. Hanya masih merasa sedikit ngilu di bagian pergelangan kakiku. Tapi percayalah, aku baik-baik saja. Aku tidak akan merasakan rasa sakit apapun jika bersamamu,"

Lagi-lagi Nayeon hanya bisa menghela napas lega. Walaupun Jungkook mengatakan baik-baik saja, tetap saja hal itu membuatnya khawatir.

Nayeon akhirnya memilih diam dan menenangkan perasaan khawatirnya. Diam menatap Jungkook yang juga melakukan hal yang serupa dengannya—diam dan saling menatap.

FateTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang