Malam itu, Februari 2018.
Ertho mengirim pesan singkat untukku, entah dia hanya basa-basi dan mencari teman karena merasa sepi atau memang murni keinginan hatinya. Aku tak akan bercerita panjang lebar tentang apa yang ia katakan saat itu, intinya adalah 'AKU BAHAGIA' coba kutanya, siapa yang tak bahagia ketika orang yang selama ini kau tunggu, orang yang selalu membuatmu rindu akhirnya kembali, bukankah itu hal yang membuatmu terharu dan bahagia?
Malam itu menjadi malam paling bahagia, aku dan Ertho juga mengobrol melalui telepon, walau sebentar namun aku merasa sangat senang malam itu, seperti kembali ke masa laluku dengannya, kembali ke masa yang paling membahagiakan.
Sejak saat itu, kita memulai kehidupan baru, saling bertukar cerita satu sama lain. Anehnya, kita merasa biasa saja, tak ada rasa canggung setelah sekian lama saling diam dan asing, kita seperti kembali ke fase pertama kali bertemu dan memulai cinta yang dulu pernah ada, karena sesungguhnya aku (Novarina, mantan kekasih Ertho) tak pernah berhenti mencintainya, sungguh aku tidak bohong.
Ertho, terimakasih sudah mau kembali dan mengizinkanku untuk merasakan cinta seperti dulu, aku bahagia, sangat bahagia.
"Aku ingin selalu mengenangmu sebagai orang baik yang selalu punya cara indah untuk meluluhkan hatiku."
KAMU SEDANG MEMBACA
Jarak
RomanceUntuk sekedar mengenang kisahku dengannya dan menunggu titik temu setelah perpisahan itu. Cerita ini kubuat sebagai penguat hari-hariku ketika aku merindukan Ertho. Aku sebenarnya tak pernah mau merindukan dia, aku selalu ingin di dekatnya, namun...
