"Tak ada yang perlu mendekatiku lagi, aku sedang ingin sendiri, aku hanya ingin Ertho kembali."
Ertho, kamu harus tahu sejak kepergianmu aku merasa semesta begitu jahat padaku, kita sudah dijauhkan oleh jarak lalu kamu meninggalkanku dan membuat kita semakin jauh.
Aku sempat bahagia bersamamu walaupun tak lama, aku sempat merasakan menjadi manusia paling beruntung pada saat itu, aku pernah merasa bahwa dunia hanya berpusat padaku, dan kini semua berubah. Tak ada kamu, tak ada tawa, tak ada bahagia seperti dulu, dan Ertho tolonglah mengerti betapa rindunya aku saat ini.
Ertho, ketika kita sudah tak pernah berkomunikasi lagi aku merasa sangat sepi, hariku terasa hampa, tak ada semangat sedikitpun, namun kamu tak perlu khawatir karena aku masih hidup sampai saat ini, aku tak mau dianggap lemah hanya karena kamu tinggalkan, tapi aku juga tak bisa membohongi diriku bahwa sebenarnya hatiku sangatlah rapuh.
Ertho, jika boleh memilih aku akan memilih untuk tetap menjadi temanmu saja, aku tak mau menjadi kekasihmu jika aku tahu akhirnya akan seperti ini.
Ertho, berhentilah mencemaskan hatimu, berhenti mencemaskan dirimu sendiri sebab aku yakin bahwa banyak orang yang sangat peduli padamu, maka aku juga percaya bahwa kamu tetap baik-baik saja tanpaku dan kamu tak akan serapuh aku.
Sebenarnya aku ingin memulai percakapan lagi setelah kita berlama-lama tak bicara, namun rasanya aku sudah tidak dinggap lagi, ketakutanku terlalu besar dan maafkan aku yang tak pernah mau berurusan lagi denganmu saat itu.
"Satu hal yang perlu kau tahu adalah, aku tetap cinta meski telah kau buat rapuh berkali-kali"
Hariku tanpa Ertho aku lewati begitu saja, mungkin dia tak pernah tahu bahwa aku sangatlah tersiksa oleh bayang-bayang masa lalu ketika masih bersamanya.
Ertho, aku rindu...
KAMU SEDANG MEMBACA
Jarak
RomantiekUntuk sekedar mengenang kisahku dengannya dan menunggu titik temu setelah perpisahan itu. Cerita ini kubuat sebagai penguat hari-hariku ketika aku merindukan Ertho. Aku sebenarnya tak pernah mau merindukan dia, aku selalu ingin di dekatnya, namun...
