Part 15

1K 54 1
                                    

'Kalo udah dipercayain jangan ngecewain'

***

Setelah mengobati luka Azka,mereka berdua pergi ke sebuah taman yang dekat dengan sekolah mereka. Mereka terus berjalan beriringan dengan hening tanpa ada yang mau memulai pembicaraan.

"Bel duduk disitu dulu yuk" ajak Azka setelah beberapa saat terdiam.

"Iyadeh, Capek juga muter-muter doang daritadi" ucap Bella dan berjalan menuju bangku kosong diikuti Azka dibelakangnya.

"Mau es krim ga?" Tanya Azka ketika matanya tak sengaja melihat orang berjualan es krim.

"Boleh deh. Yang coklat ya"

Azka mengangguk dan berjalan menuju tukang es krim, sedangkan Bella menunggu Azka dengan duduk manis dan memainkan ponselnya. Tetapi telinganya mendengar suara seperti anak kecil yang sedang menangis. Bella mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru taman, dan matanya menangkap sosok anak kecil yang terduduk di rumput taman dengan balon di tangannya. Bella menghampiri anak itu dan berjongkok di depannya

"Hai adik cantik, kenapa nangis hmm? Tadi kesini sama siapa?" Tanya Bella lembut seraya mengelus rambut halus anak tersebut.

"Aku kesini belsama mama papa kak, tapi pas aku belmain belsama balon meleka tidak ada kak. Huaaa" ucapnya dengan sesegukan.

"Siapa namamu cantik?" Bella menangkup pipi gembul gadis itu sambil mengajaknya berdiri

"Nadia kak"

"Sekarang kita cari papa mama nya Nadia bersama-sama oke? Nadia gabole nangis, kalo nangis nanti di marahi pak polisi loh" ucap Bella lalu menarik pelan tangan Bella.

"Sepelti itu ya kak?"

"Iya. Mangkanya nadia gabole nangis biar ga di marahi pak polisi"

Sikap Bella yang seperti itu tak luput dari pandangan Azka. Sedari tadi Azka memperhatikan Bella dari jauh dengan membawa es krim yang dibelinya, Azka tertegun dengan respon Bella pada gadis kecil itu. Dibalik sikap nakalnya ternyata Bella masih peduli pada seseorang terutama gadis kecil itu.

'Gue emang ga salah pilih' batin Azka.

"Emangnya kakak ga pelnah nangis ya?" Tanya nya.

"Eng-"

"Pernah dong sayang, ka Bella pernah nangis, dan itu karna kakak" sahut Azka ketika mendengar pertanyaan Nadia sambil berjalan kearah mereka berdua.

"Ck. Mulai deh" gumam Bella.

"Kakak ngapain emangnya? Ko sampek ka Bella nangis? Kan kasian ka Bella dimalahin pak polisi"

"Nah Nadia ini tadi kakak beliin es krim coklat" ucap Bella lalu menyahut es krim ditangan Azka dan memberikannya pada Nadia. Dia sengaja mengalihkan pembicaraan supaya tidak melebar kemana-mana. Nadia yang dikasih es krim pun menerimanya dengan senang hati.

"Gue mau nemenin dia dulu nyari papa mama nya, kalo lo buru-buru pulang. Pulang duluan aja, ntar gue bisa naik taksi" kata Bella.

"Enggak. Gue nemenin lo juga aja, kita kesini berdua, pulang juga berdua" jawab Azka dan berjalan disamping kanan Nadia. Jadi posisi Nadia berada di tengah. Mereka seperti keluarga kecil bahagia yang sedang membawa anaknya bermain-main di taman.

Orang-orang yang berlalu lalang melewati mereka menatap dengan pandangan yang berbeda-beda

"Emang ya anak sekarang, masih sekolah udah punya anak"

ABELLATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang