Pagi-pagi sekali Taehyung sudah mempersiapkan diri untuk menuju perpustakaan kota sesuai janjinya kepada Rowoon malam tadi-membantu gadis itu mengerjakan sesuatu disana.
Sweater coklat muda ditambah long coat panjang berwarna hitam dikenakan lelaki itu untuk menetralisir rasa dingin menusuk pori-pori kulitnya.
Dipandangnya pantulan tubuhnya di cermin kamar, menyingkirkan sedikit poni yang menutupi mata lelaki itu hingga memperlihatkan dahinya sedikit. "Sempurna" gumamnya pelan dengan senyuman tipis di bibirnya.
Setelah dirasa acara merias diri telah usai, ia segera mengambil kunci mobil yang tergeletak asal diatas ranjang. Bergegas keluar kamar dengan perasaan tidak sabarnya untuk bertemu gadis itu. Bersiul ringan hingga menimbulkan suara agak bising di dalam dorm, namun Taehyung tak peduli lagi toh tidak ada yang terbangun atau pun protes hingga sekarang, hingga beberapa detik selanjutnya suara serak lelaki khas bangun tidur membuyarkan dugaannya.
Lelaki dengan piyama bergambar karakter cookies berwarna coklat itu terlihat berjalan dari arah dapur dengan segelas air di tangannnya. "Ck, Taehyung, Tidakkah kau melihat salju menggunung diluar? Mau pergi sepagi ini, kau serius?" Suga mendekatkan wajahnya ke arah Taehyung sambil mendengus lalu mengeryit, "kau mandi parfume, ya?"
Taehyung menggeleng salah tingkah, tidak ingin di curigai lebih lanjut, jadi ia hanya menjawab, "Hyung, kembalilah tidur. Aku pergi dulu, selamat pagi," bergegas pergi, Taehyung melambaikan tangannya kearah Suga lalu dibalas dengan gelagat kebingungan pria berkulit pucat itu.
"Ah..." Taehyung menghentikkan mobilnya tepat didepan gedung perpustakaan dengan beberapa buah pilar-pilar besar secara acak ditempatkan di sudut-sudut depan gedungnya.
Pikiran lelaki itu melayang jauh kembali pada permintaan sepihak Rowoon padanya semalam. Lelaki itu secara tiba-tiba meminta Taehyung menggantikan dirinya untuk membantu Haura mengerjakan sesuatu yang Taehyung tebak adalah tugas kuliahnya.
Akhirnya, sepulangnya ia malam tadi, tanpa membersihkan dahulu tubuhnya. Taehyung langsung menerobos pintu RM studio milik Namjoon yang hanya menampakkan kekosongan tanda tak adanya keberadaan pemiliknya didalam ruangan itu. Hingga Taehyung melesat menuju satu-satunya ruangan yang memungkinkan keberadaan Hyungnya itu, Kamar Namjoon.
Setibannya Taehyung didepan pintu kamar, ia tidak langsung menerobos seperti tadi. Melainkan mengetuknya pelan dengan berseru sedikit, "Hyung, ini Taehyung. Bisa aku masuk?"
Deheman terdengar dari dalam kamar tanda diperbolehkan Taehyung memasuki kamar lelaki itu. Begitu pintu kamar terbuka, terlihatlah lelaki bertubuh tinggi itu tengah memainkan ponselnya di ranjang miliknya. Begitu Taehyung mendekat, Namjoon meletakkan ponselnya sebentar lalu memandang Taehyung dengan tatapan bertanya. Mengerti arti tatapan Hyungnya, Taehyung berdehem sejenak, "Hyung aku ingin kau merekomendasikan beberapa buku perkuliahan kepadaku." Ucap Taehyung langsung.
Namjoon mengeryit begitu Taehyung menjelaskan tentang buku yang ia inginkan, terlebih saat ia meminta agar diberi rekomendasi buku berbahasa inggris untuknya.
"Aku,... Hyung..., hanya ah, ingin membacanya saja. Bukankah bagus jika aku banyak membaca seperti Namjoon Hyung?" Begitulah alasan yang diutarakan Taehyung kepada Namjoon agar lelaki itu tidak menimbulkan raut kecurigaan. Alhasil, ia mendapatkan beberapa referensi buku yang ia tulis di satu daftar catatannya. Sungguh, benar-benar terdengar bukan seorang Kim Taehyung.
Begitu menginjakkan kaki di lantai dingin gedung perpustakaan yang tertutup sedikit salju. Taehyung mengeryitkan dahi, pintunya masih tertutup rapat. Muka lelaki itu merah seketika, lantas ia sedikit membuka lengan bajunya menimbulkan jam tangan miliknya yang jarumnya masih menunjukkan enam pagi. Sungguh gila.
KAMU SEDANG MEMBACA
Different | kth
FanfictionPERHATIAN : Masih terdapat banyak typo, kesalahan penulisan, tulisan gak rapi, atau kesalahan dalam menempatkan titik, koma, dll. Akan direvisi setelah cerita TAMAT. Jangan bandingkan story ini dengan RL, karena ini murni imajinasi penulis saja.
