Lose

881 83 20
                                        

Dentingan jam menjadi satu-satunya suara yang mengisi ruangan besar yang didominasi warna krem dengan perabotan mewah di sekitarnya.

Sekitar dua menit yang lalu Taehyung masuk keruangan itu, hanya sendiri dengan keringat yang masih bercucuran melalui anak rambutnya yang membuat tubuhnya lengket dan basah.

Menyeka keringatnya sekali, Taehyung berniat membuka suara terlebih dahulu sebelum sodoran air mineral didepannya membuat atensinya memandang Bos-nya heran.

"Minum dulu, sebelum aku bicara serius padamu."

Ucapan pria berkacamata dihadapannya lantas membuat Taehyung semakin yakin bahwa ini bukan hal yang sederhana. Namun, ia belum mengerti apapun. Kenapa dia dipanggil tiba-tiba dan hanya seorang diri. Biasanya, apapun itu ia dan member lainnya yang akan dipanggil secara serentak untuk membicarakan hal yang tidak jauh dari musik.

Tapi ini?

"Oke, tidak perlu lama-lama. Sekarang, aku ingin bertanya padamu dulu." Ungkap PD-nim serius, disatukan jemarinya diatas meja sambil menatap Taehyung lekat.

"Ada apa, PD-nim?"

Sejujurnya, Taehyung sedikit takut-takut memandang atasannya itu. Firasatnya mengatakan ini bukan hal bagus mengingat sebelumnya tidak ada hal yang seperti ini.

Selama ini, setiap ada masalah yang menyangkut satu member, semua akan dipanggil secara serentak. Lagi pula, Namjoon yang biasanya tahu segala hal pun kali ini tidak mengetahui apa-apa.

Pikiran-pikiran itu berputar di kepala Taehyung, ingin berpikir positif namun kalimat yang dikeluarkan PD-nim selanjutnya mampu membuat tubuhnya lemas seketika.

"Kim Taehyung, apa benar kamu menjalin hubungan dengan wanita ini?"

Disodorkanlah ponselnya kearah Taehyung, menunggu ekspresi yang dikeluarkan oleh lelaki yang sudah dianggap anaknya tersebut.

Foto dirinya dan Haura yang berada di perpustakaan tempo hari mengisi layar ponsel itu, diambil dari jarak yang cukup jauh namun masih bisa dengan jelas mengungkap bahwa yang ada di dalam foto itu adalah dirinya dan Haura.

Degup jantung lelaki itu nyaris berhenti, napasnya terasa sesak. Terlalu terkejut dengan hal yang baru saja dilihatnya, ia tidak menyangka sama sekali foto itu diambil begitu saja lalu dikirimkan kepada perusahaan.

"Taehyung? Apa foto ini benar kamu?" Lanjut PD-nim, menarik ponselnya kembali lalu bersandar di sandaran kursinya, menarik napas sekali menunggu jawaban Taehyung.

Pria itu awalnya cukup terkejut saat mendapatkan foto itu dari orang perusahaan, tidak tau siapa pengirimnya. Namun sudah membuatnya cukup tidak percaya dengan apa yang ada didalam foto itu terlebih dengan wanita yang ditemui oleh Taehyung. Bukan karena Taehyung yang dikenal sebagai pria yang paling hati-hati dengan wanita, namun karena apa yang paling mencolok dari gadis itu.

"Darimana foto ini?" Tanya Taehyung hati-hati, pikirannya sudah dipenuhi oleh rasa kekhawatiran.

"Orang perusahaan yang mendapatkan dari seseorang tidak dikenal, aku baru menerimanya pagi ini. Apa benar ini kamu Taehyung?" ulang PD-nim.

"Ya, itu aku PD-nim."

"Lalu, wanita di sampingmu?"

Taehyung sebenarnya enggan mengatakannya, namun ia tidak bisa membohongi atasannya itu.

"Dia temanku, namanya Haura. Mahasiswa universitas Seoul."

PD-nim mengangguk, tersenyum tipis. Merasa seperti mengintrogasi anaknya yang ketahuan menyukai seorang wanita, lalu berkata, "dia orang asing?"

Different | kthTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang