Dusk

956 90 41
                                        

Bunyi pintu yang dibuka secara paksa, menghasilkan orang-orang yang berada dalam ruangan tersebut terkejut bukan main.

"Dimana Ryu Jin?!"

Suara keras Taehyung menggema, kali ini raut wajahnya marah bukan main. Taehyung memang bukan tipikal orang yang mudah tersulut emosi, tapi kali ini lelaki itu sangat tidak terkontrol.

Sejak semalam, saat menerima pesan dari nomor yang tidak terdaftar di kontak ponselnya, Taehyung barangkali bisa menemui gadis itu kapan saja. Melihat deretan angka yang tertera tentu saja membuat Taehyung tau siapa dibalik ini semua. Lelaki itu mungkin telah menghapus nomor sang gadis, tapi nomor yang beberapa tahun silam selalu mengisi layar ponselnya tidak menjadikan Taehyung lupa siapa pemiliknya.

"Kim Taehyung?"

Seseorang datang dari ruangan berbeda. Pria yang lebih tua dari Taehyung, Menggunakan pakaian hitam membungkus tubuh berisinya.

Barangkali lelaki itu ingin mengucapkan sebuah kalimat, namun ditepis oleh Taehyung yang kembali berbicara.

"Dimana wanita itu, manajer Kim?"

Dengan bingung, pria yang tak lain manajer Ryu Jin itu mengernyitkan dahi, "ada apa sebenarnya? Kenapa kau terlihat sangat marah sekarang?"

"Cukup katakan dimana wanita itu, manajer Kim." Ulang Taehyung, giginya berderit menahan emosinya.

Manajer Kim semakin dibuat bingung melihat lelaki yang sudah lama sekali tidak berbicara padanya itu, kemudian menghela napasnya, "duduklah dulu, Ryu Jin masih melakukan latihan sedikit. Tidak lama lagi ia akan kembali."

Mengusak rambutnya kasar, barangkali Taehyung tidak tahu bahwa ia semarah ini. Tidak tahu pula ia nekat menemui Ryu Jin pagi ini juga. Menerima kenyataan bahwa Haura yang sudah mendengar omong kosong Ryu Jin semakin membuat Taehyung pusing bukan main.

Tidak tahu apa yang dipikirkan gadis itu saat ini, tidak tahu pula apa yang dirasakan Haura saat mendengarnya. Namun, Taehyung bisa merasakan bahwa gadis itu akan menjauhinya mulai sekarang.

Kenyataan itu membuat Taehyung semakin gila rasanya. Ia bisa semarah ini karena seorang gadis yang mampu membuat dunianya semacam roller coaster. Lelaki itu bisa saja membiarkan gadis manapun mendengar omong kosong Ryu Jin yang mengatakan masih memiliki hubungan dengannya.

Tapi ini, saat memikirkan bagaimana presepsi gadis itu saja bisa membuat istana yang telah dibangun bisa runtuh kapan saja dengan sekali sentilan.

Menjerit tertahan, tubuhnya ingin berbalik sebelum pintunya kembali terbuka. Menampilkan Ryu Jin dengan setelan sportwear dan kaus crop tee berwarna hitam, menampilkan otot perutnya yang indah.

Ketika melihat gadis yang tengah dicarinya, dengan sekali tarik tubuh Ryu Jin terhempas mengikuti kearah tubuh Taehyung pergi. Sontak membuat gadis itu menjerit tertahan manakala merasakan tangannya diremas kuat oleh Taehyung yang membawanya tiba-tiba dengan cukup kasar.

Sebenarnya Taehyung tidak ingin berbuat kasar kepada gadis itu. Namun, sudah berapa kali lelaki itu memperingatkan kepada Ryu Jin bahwa jangan menganggu kehidupannya lagi jika tidak ingin melihat kemarahan Taehyung yang sudah ditahan sejak dulu.

Tetap saja tidak didengar dan melakukan hal diluar batas kesabaran Taehyung.

Mencoba meronta dan menarik-narik jemari Taehyung yang melekat pada pergelangannya, membuat kulit putih itu memerah karna diremat terlalu keras, "Kim Taehyung?!!! Apa-apaan kamu ini?!!"

Tidak memperdulikan perkataan gadis itu, Taehyung berbelok ke arah tangga, lalu menaikinya hingga anak tangga itu mencapai pada pintu besi di depan. Tanganya yang lain digunakan untuk membuka handle pintunya dan membawa gadis itu ke rooftop.

Different | kthTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang