Like First Night

4.9K 621 30
                                        

Karena kesibukan Wonwoo sebagai mahasiswa yang sedang memasuki pekan ujian dan pekerjaan kantornya yang juga sedang bertubi-tubi banyaknya. Ditambah lagi sang suami yang sedang sibuk menciptakan berbagai menu baru untuk menyambut datangnya pergantian tahun, maka waktu bersama pasangan suami istri itu menjadi sangat berkurang. Mereka hanya akan tidur bersama sambil saling memeluk tanpa ada obrolan manis atau sentuhan intim yang emosional. Wonwoo dan Mingyu terlalu lelah dengan hari-hari mereka. Hampir mereka meledakkan amarah di hadapan satu sama lain karena hal-hal lain yang menyita waktu mereka. Namun akhirnya, masing-masing mengurungkan niatnya. Mereka memilih diam dan introspeksi, barulah setelah semuanya reda mereka akan kembali menemukan kesembuhan dalam pelukan yang menenangkan. Jika memang memiliki banyak waktu, mereka akan menceritakan masalah yang dialami di dunia luar kepada sang belahan jiwa. Tetapi jika belum menemukan waktu yang tepat, maka mereka akan menyimpannya namun sebisa mungkin tak mengganggu keharmonisan rumah tangga mereka. Begitulah Wonwoo dan Mingyu menjalani hari-hari sibuk mereka masing-masing.

"Sweetheart, apa kau melihat kemeja biru muda yang diberikan Ibu saat hadiah musim dingin tahun lalu?" Mingyu berteriak dari dalam walk in closet yang berada di kamar mereka.

"Huh? Tidak, aku tidak tahu Mingyu. Mungkin bisa kau tanyakan pada Bibi Ahn, dia 'kan yang mengurusi semua bagian pakaian kita." Wonwoo balas berteriak sambil mengikat dasi dan merapikan penampilannya.

"Tapi 'kan kau istriku." Mingyu mengesah dengan sedikit kecewa mendengar tanggapan Wonwoo. Tentu saja yang dikomentari tidak mendengarnya, karena Mingyu mengucapkannya dengan pelan.

Langkah tergesa-gesa Wonwoo terdengar menghampiri Mingyu yang masih setia memilih jam tangan yang akan dipakainya hari ini. Sebagai owner restoran ternama, penampilan Mingyu memang lebih casual daripada Wonwoo. Mingyu hanya memakai kemeja lengan panjang berwarna biru muda yang dicarinya tadi dipadukan dengan vest rajut berwarna abu-abu yang pas dipakai pada musim dingin kali ini.

Chup ...

Wonwoo mengecup cepat bibir Mingyu yang sedang sibuk memakai jam tangan bertali silver yang berkilau.

"Darl, aku berangkat. Hari ini aku akan menjalani ujian, setelah itu aku akan kembai ke kantor melanjutkan pekerjaan yang kemarin sempat tertunda." Wonwoo menjelaskan kegiatannya hari ini dengan cepat kepada Mingyu.

"Hati-hati, Sayang ... Aku tid ..." Belum sempat Mingyu melanjutkan kalimatnya, Wonwoo sudah berlalu dengan terburu-buru. Padahal Mingyu hanya ingin menyampaikan bahwa ia tidak akan pulang malam ini.

~~~

Wonwoo menyelesaikan ujiannya dengan tepat waktu. Setelah itu ia berangkat ke kantor untuk menyelesaikan deadline pekerjaannya. Ia menyempatkan waktu istirahatnya untuk menelepon Mingyu-nya, ia sadar bahwa kesibukan masing-masing perlahan mencipta jarak di antara mereka. Tetapi sayang, suara yang tercipta di seberang sana hanyalah nada sambung yang tak kunjung terangkat. Wonwoo menghela napas, kekhawatiran kini menggelayuti pikirannya. Dalam hubungannya selama ini dengan Mingyu, tidak pernah sekali pun pria itu tidak menjawab panggilan telepon dari dirinya. Akhirnya Wonwoo kembali menyibukkan dirinya dengan setumpuk berkas yang harus ia periksa sebelum akhirnya nanti akan diserahkan pada Ayahnya.

Triiing ...

From: Mr. Perfect 💕🍃

Sayang, aku tidak pulang malam ini ...

Membaca pesan dari Mingyu membuat mata sipitnya membeliak. Apa-apaan suaminya itu, disaat Wonwoo sedang berusaha mempersempit kerenggangan yang tercipta di antara mereka, Mingyu malah memperlebarnya. Ia mengempaskan punggungnya ke arah sandaran kursi, Wonwoo terlalu lelah saat ini.

Bittersweet [Meanie] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang