Wonwoo's Secret

2.1K 305 14
                                        

Menjadi yang diinginkan bukan impian Wonwoo sebelumnya. Ia berekspektasi tidak terlalu tinggi pada dirinya sendiri. Wonwoo merasa dirinya biasa saja, wajah yang dingin dan datar, disertai perangainya yang seakan tidak pernah peduli pada sekitar membuat ia merasa aman. Beda cerita jika ia telah bertemu dengan Psikolog pribadinya, yang mengatakan bahwa karakter Wonwoo itu terlampau baik, itulah yang mengakibatkan jiwa overthinking miliknya kerap membuat stres. Mantra yang sering diulang oleh Psikolog pribadinya seringkali dienyahkan Wonwoo dari kepalanya.

"Sometimes you need to be selfish. You're not God, Wonwoo. You can't makes everyone happy."

Tetapi menjadi yang baik adalah hal terakhir yang bisa dilakukan Wonwoo setelah dalam berbagai hal ia merasa tidak berguna sama sekali. Kau tahu apa hal paling mengerikan yang dikatakan oleh Psikolog pribadinya yang telah Wonwoo anggap sebagai Ibu itu, Wonwoo harus berpikir ulang ribuan kali jika ingin melanjutkan hubungannya ke jenjang pernikahan dengan Mingyu. Mana bisa begitu, setelah poros hidup dan rumah bagi Wonwoo berkiblat pada lelaki itu. Meski pada beberapa keadaan, ya Wonwoo tidak akan menyangkal bahwa Mingyu kadangkala membuatnya lelah dengan sikapnya yang dingin. Tapi sekali lagi Wonwoo berkompromi dengan hatinya, bahwa itulah cara Mingyu mencintainya.

Mingyu itu mutlak, ia tidak pernah berkenan Wonwoo mengubah prinsipnya. Meski tanpa Mingyu sadari, Wonwoo-lah yang kini berubah perlahan-lahan. Beradaptasi dengannya dan menyimpan rasa sakitnya sendiri jika ada perlakuan dan kata-kata Mingyu yang tidak berkenan di hati kecil. Seberapa banyak Wonwoo mengalah, rasanya tidak perlu dijabarkan, karena Mingyu selalu menggaungkan bahwa dialah yang telah banyak menyesuaikan Wonwoo. Maka itulah saat Wonwoo lagi-lagi harus diam dan mengalah.

~~~

From: Mr. Perfect  💕🍃

Sayang, aku ingin menceritakan sesuatu
Eh tapi tidak usah
Nanti kamu cemburu

Wonwoo mengernyit membaca pesan yang baru saja Mingyu kirimkan dari negeri seberang. Sudah pasti, ada seseorang yang dengan diam-diam atau bahkan dengan gamblang menyatakan rasa suka pada lelaki tampannya itu. Wonwoo sudah tidak heran. Bahkan ia sudah kebas dan mati rasa. Sampai pada suatu titik di mana Wonwoo ingin mengatakan terserah saja pada Mingyu karena ia sudah lelah dipermainkan.

To: Mr. Perfect 💕🍃
Ceritakan saja
I'm okay kok

Lalu Mingyu membalas dengan kata tidak. Meski berulang kali Wonwoo meminta, lelaki tampannya itu tetap bilang tidak. Wonwoo menyerah pada batas di mana ia ingin berteriak terserah. Namun redam, berkali-kali remuk ia pendam sendirian. Mingyu itu, senang sekali jika Wonwoo cemburu, mungkin dengan begitu Mingyu merasa dicintai. Padahal ada banyak cerita yang Wonwoo tutup rapat-rapat untuk dirinya sendiri, hanya agar tidak se-inchi pun ia menggoreskan rasa sakit di hati Mingyu. Tipikal Wonwoo, kasarnya adalah sebuah pengandaian begini, jika Mingyu tidak nyaman tidurnya, maka yang akan diperbaiki bukan posisi bantal Mingyu, melainkan seluruh kamarnya.

~~~

Di tengah resah hati yang tidak nyaman, ingatan Wonwoo terlempar jauh. Pada satu waktu di mana ada seseorang yang begitu menginginkannya dengan tulus dan berani.

"Maaf, aku hanya tidak ingin kehilangan momen untuk terakhir kalinya."

Suara bariton dari laki-laki di depannya saat berpapasan di tangga kantor mengalihkan atensi Wonwoo. Sebelum menjabat menjadi calon pewaris tunggal perusahaan Ayahnya, Wonwoo pernah menjadi pegawai biasa di salah satu perusahaan bonafit milik kolega sang Ayah, dengan niat ingin menambah pengalaman. Maka di sinilah ia bertemu dengan Park Chanyeol. Seorang yang memiliki jabatan tak kalah penting dengan jabatan Wonwoo yang sekarang.

Bittersweet [Meanie] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang