Sakit Sakit Pergilah, Datang Lagi Lain Hari (2)

3.1K 427 21
                                        

"Bagaimana jadinya, jika aku ke suatu tempat di mana itu adalah tempat aku pernah menemani perempuan lain dan aku sembunyi-sembunyi darimu, apa reaksimu?" Mingyu berkata datar sambil duduk di ruang tamu. Rupanya ia belum tidur karena menunggu istri manisnya pulang.

"Maksudmu?" Dahi Wonwoo mengernyit, ia kaget tentu saja, baru saja menutup pintu utama rumah mereka, langsung diberondong kalimat panjang Mingyu.

"Jawab saja, bagaimana reaksimu?"

"Masih adakah perempuan itu? Atau hanya tempatnya saja? Jika hanya tempatnya saja aku tidak mempermasalahkan. Jika memang kamu masih ingin menemani perempuan itu, temani, selesaikan. Jika masih ingin pulang kepadaku, silakan pulang. Jika tidak, beritahu agar aku tak sia-sia menunggu." Akhirnya suara berat itu menggema, terbata-bata karena tak mengerti maksud kalimat dingin Mingyu.

"Bukankah kau yang tak ingin pulang kepadaku? Jangan berkelit, aku mengetahuinya Wonwoo. Sehun. Kau bertemu Sehun."

Hela napas panjang keluar dari hidung bangir Wonwoo, ia sudah menduganya dari intonasi menusuk yang Mingyu utarakan.

"Dan lagi, jangan berusaha menjelaskan. Aku percaya fakta pertama, bukan penjelasan." Mingyu berkata lagi.

Wonwoo mengalah, ia tak mau memperkeruh suasana dengan pembelaan dirinya, karena memang ia yang salah dalam keadaan ini.

"Baik, memang begitu adanya. Aku tidak akan mengelak atau membela diri." Wonwoo memilih pergi ke kamar mereka, meninggalkan Mingyu sendiri di ruang tamu. Pria manis itu butuh menyegarkan diri, ia butuh air hangat untuk membasuh kepalanya.

~~~

Mingyu telah duduk bersandar di headboard ranjang besar itu saat Wonwoo selesai mandi dan sedang mengeringkan rambut. Tersenyum seolah tidak pernah terjadi apa-apa di antara mereka barusan. Wonwoo duduk di sebelahnya, mencium dan mengusakkan hidungnya di lengan kekar Mingyu. Namun tanpa diduga, Mingyu menangis tiba-tiba, ujung hidung itu memerah. Begitu pun Wonwoo, ia ikut menangis melihat Mingyu. Wonwoo tahu bahwa hati Mingyu begitu lembut dan perasa, ia tahu bahwa kejadian barusan adalah sebuah kesalahan besar.

"Aku akan pergi, ke tempat di mana orang-orang tidak mengenalku." Lirih bisik Mingyu terdengar di antara sengguk yang sayup.

"Baik, hati-hati." Wonwoo hanya bisa menuruti apa mau Mingyu.

"Aku akan kembali Senin dini hari."

Wonwoo tertegun, ia pikir Mingyu hanya akan pergi selama beberapa jam untuk menetralkan perasaan. Tapi ini? Bahkan hari ini saja baru hari Kamis. Dan pria tampan itu bilang bahwa ingin kembali hari Senin. Tidak, Wonwoo tidak bisa. Pergi sebelum menyelesaikan friksi di antara mereka adalah hal yang tidak bisa dibenarkan.

"Baik, jaga diri ya. Jangan lupa pulang, aku menunggumu." Pada akhirnya, hanya itu yang mampu Wonwoo utarakan.

Tanpa aba-aba, Mingyu mendorong tubuh Wonwoo dan menciumnya. Menekan tubuh ramping itu keras-keras. Ciuman mereka terasa asin, tercampur air mata yang mengalir dari bola mata bening keduanya. Wonwoo tahu Mingyu terluka sekaligus marah. Karena yang Wonwoo tahu, Mingyu suaminya, tidak pernah memperlakukan dirinya sekasar ini. Ciuman terus berlanjut hingga rasa amis darah memenuhi rongga mulut Wonwoo, ia merasakan kebas sesaat setelah Mingyu menggigitnya. Akhirnya ciuman itu terlepas ketika Wonwoo mulai tersengal dan menangis sesenggukan.

"Aku tidak semudah itu, Darl. Aku masih marah." Kalimat yang langsung diutarakan Mingyu, sesaat setelah melepas ciumannya.

Bittersweet [Meanie] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang