This chapter contains sweet scenes
and seducing talk.
Be wise and warn !
Lol !
~~~
Seokmin baru saja menerima paket dari toko belanja online langganannya. Dan langsung berlari ke dapur restoran untuk membukanya. Begitu ia membuka paket itu, matanya langsung berbinar dan terlihat tak sabar untuk segera mencoba bersama Jisoo-nya. Ia langsung panik begitu mingyu memasuki dapur dan langsung terlihat ingin tahu apa yang sedang dilihat olehnya. Buru-buru Seokmin menutup paket itu rapat-rapat.
"Mingyu, kau terlihat membosankan." Tidak ada angin maupun hujan, Seokmin tiba-tiba melontarkan kalimat seperti itu kepada Mingyu.
"Hah? Apa maksudmu?" Kening Mingyu mengernyit heran, Seokmin memang kerapkali bertingkah random, tapi sepertinya tidak pernah se-random ini.
"Kau, dan Wonwoo-hyung. Terlihat membosankan." Seokmin berkata lagi, sambil sesekali memeriksa bahan baku yang baru saja datang dari pemasok untuk restoran yang mereka kelola.
"Sungguh, aku masih tidak bisa mencerna perkataanmu." Mingyu melanjutkan catatan resep terbarunya.
"Kalian terlalu datar menjalani kehidupan sehari-hari. Kau sibuk. Wonwoo-hyung apalagi. Sebenarnya pernikahan kalian baik-baik saja tidak sih?"
"Tentu kami baik-baik saja, Seok. Kau ini bicara apa sih? Kalau masalah sibuk, ya memang kami berdua memiliki kesibukan. Seperti Jisoo-hyung tidak punya kesibukan saja. Bahkan yang aku lihat, dia selalu menghabiskan waktu di butik miliknya." Mingyu balik mencibir Seokmin yang seenaknya saja mempertanyakan kehidupan pernikahannya dengan Wonwoo. Tentu ia dan Wonwoo baik-baik saja, bahkan sangat baik.
"Huh! Susah memang bicara dengan anak polos." Seokmin menggerutu dan keluar dari dapur menuju ruang utama restoran mereka. Ia lupa bahwa ia meninggalkan paket yang baru saja diterimanya di dapur.
Mingyu menggelengkan kepalanya, benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran sahabat satu-satunya itu. Matanya terpaku pada bungkusan cokelat yang teronggok di atas meja dapur. Namun Mingyu tidak terlalu mempedulikan bungkusan itu.
~~~
Wonwoo sedang berkumpul dengan sahabat-sahabat lamanya di salah satu kafetaria yang ada di dalam gedung kantornya. Sudah lama rasanya Wonwoo tidak bertemu dan bercengkrama dengan Jeonghan, Jihoon, serta Seungkwan. Pembicaraan mereka kini bukan lagi tentang laki-laki populer mana yang mendekati mereka, tetapi berubah haluan menjadi kehidupan pernikahan yang telah mereka jalani. Sambil sesekali memberi nasihat pada Seungkwan yang baru saja bertunangan dengan pacar blasteran-nya.
"Seungkwan-ah, nanti kalau sudah berumah tangga harus saling jujur tentang apa yang kalian inginkan dan tidak. Jangan malu-malu dan jangan gengsi." Jeonghan, sebagai yang tertua membuka pembicaraan lebih dulu.
Wonwoo yang sedang menyesap minumannya tiba-tiba tersedak setelah Jeonghan melontarkan kata-kata "gengsi". Apakah hyung-nya itu berniat menyindir secara telak? Jihoon hanya terkekeh sambil mengusap punggung Wonwoo. Huh! Padahal pria mungil itu juga gengsinya tidak kalah dari Wonwoo.
"Iya hyung, tapi aku masih malu kalau membicarakan masalah itu ..." Seungkwan memainkan jemarinya sambil tertunduk.
"Masalah apa maksudmu?" Kali ini Jihoon yang menyeletuk.
"Ah pasti masalah ranjang 'kan?!" Jeonghan memekik sambil tertawa lalu dihadiahi oleh tepukan ringan dari Wonwoo ke lengan pria cantik itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bittersweet [Meanie] ✓
Fan-FictionBittersweet moment kehidupan pernikahan Jeon Wonwoo dan Kim Mingyu, apa jadinya?
![Bittersweet [Meanie] ✓](https://img.wattpad.com/cover/160168260-64-k172050.jpg)