"Ini sih apanya yang physical distancing, darl?" tanya Mingyu sambil memberikan kecup kupu-kupu di kepala Wonwoo yang sedang membaringkan kepala ke dadanya.
Wonwoo hanya melenguh manja membiarkan momen kebersamaan mereka mengalir mengikuti arus detik yang berdetak pada jam dinding kamar mereka. Pasalnya, Mingyu baru saja mendarat dari perjalanan bisnisnya, di tengah pandemi virus yang sedang terjadi di berbagai penjuru dunia seharusnya mereka berdua menjaga jarak terlebih dahulu. Tapi, ah apa yang sudah mereka lakukan sangat jauh dari frasa menjaga jarak.
"Sudahlah, tidak apa-apa. Lagipula kemarin kan kita berdua sudah medical check up dan hasilnya baik-baik saja 'kan? Mana bisa seorang Jeon Wonwoo berjauhan dengan makhluk bernama Kim Mingyu." jawab Wonwoo tak mau kalah.
Mingyu hanya tertawa-tawa sambil mengeratkan pelukannya pada Wonwoo. Mungkin beberapa minggu ke depan, mereka akhirnya akan bisa menikmati waktu berdua, setiap kejadian memang akan selalu menjadi hikmah bagi kejadian-kejadian lain. Mingyu dan Wonwoo yang selama ini hanya bertemu dan berbincang dari hati ke hati menjelang waktu tidur mereka, kini bisa menikmati hari-hari berkutat dengan pekerjaan sambil menatap wajah satu sama lain. Di dalam ruang kerja yang menyatu dan di antara meja kerja yang berhadap-hadapan. Seharusnya mereka mungkin sedang menikmati mekarnya cherry blossom di taman kota dengan embusan angin musim semi yang sedikit hangat. Tetapi apa daya, semua tempat terlihat sepi, ruas-ruas jalan terlihat lengang, semuanya di dalam rumah, semuanya memanfaatkan waktu untuk bercengkrama dengan orang-orang tersayang tak terkecuali Mingyu dan Wonwoo.
"Kapan kau akan mengangkat kepalamu dari dadaku, hm?" Mingyu mengusap kepala Wonwoo untuk kesekian kalinya.
"Biarkan seperti ini dulu, memangnya terasa berat?" Wonwoo mendongakkan kepalanya, wajah dengan mata rubah itu menatap polos ke arah Mingyu.
"Tidak juga ... Hanya saja, kau jarang sekali bersikap manja seperti ini." ujar Mingyu.
"Aku manja ya, asal kau tahu, tapi ya aku profesional. Kalau kau pulang dari resto dan terlihat lelah, masa masih saja harus meladeni kemanjaanku, Gyu. Aku tidak tega ..." jawab Wonwoo sambil meremas ujung selimut yang membuat Mingyu ingin menggigit hidung bangir pasangannya itu.
"Ya sudah ayo tidur, sudah malam. Besok kita harus mulai bekerja 'kan? Berarti tidak perlu merasa sedih lagi karena besok kita akan bekerja berdekatan. Aku mencintaimu."
"Aku lebih mencintaimu, Gyu."
~~~
Pagi hari menjadi waktu-waktu paling hectic sebelumnya, karena Mingyu dan Wonwoo biasanya menyiapkan diri untuk berangkat ke tempat kerjanya masing-masing. Seharusnya hari ini menjadi hari yang cukup tenang di kediaman Mingyu dan Wonwoo, karena pandemi yang terjadi maka semua warga negara yang baik harus menuruti anjuran pemerintah untuk beraktivitas dari rumah. Tapi ternyata tidak juga, Wonwoo terbangun karena suhu badan Mingyu yang panas disertai napas tersengal. Dua kombinasi gejala yang sangat mirip dengan serangan virus penyebab pandemi ini. Wonwoo jelas saja menjadi panik, padahal mereka berdua sudah melalui serangkaian prosedur medical check up dan hasilnya dinyatakan negatif.
"Gyu, sayang ... Kita coba minum obat penurun panas dulu ya." Wonwoo meminumkan obat penurun panas yang memang selalu tersedia di dalam kotak emergency rumah mereka.
Bulir keringat dingin mulai membasahi dahi Wonwoo setelah Mingyu kembali mengutarakan keluhan tambahan yakni nyeri pada dadanya. Tanpa pikir panjang Wonwoo segera memapah tubuh besar Mingyu ke dalam mobil, membawa berkas-berkas hasil pemeriksaan, dan si manis bermata rubah itu langsung tancap gas ke rumah sakit tempat mereka melakukan pemeriksaan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bittersweet [Meanie] ✓
FanfictionBittersweet moment kehidupan pernikahan Jeon Wonwoo dan Kim Mingyu, apa jadinya?
![Bittersweet [Meanie] ✓](https://img.wattpad.com/cover/160168260-64-k172050.jpg)