"Sweetheart ... Kau mau mengabaikanku begitu saja?" Mingyu yang baru keluar dari kamar mandi melihat Wonwoo yang tidur memunggunginya.
"Eung ... Aku lelah, Gyuie." Istri manisnya itu hanya mengibaskan tangan tanpa membalikkan badannya, berbicara dengan suara paraunya karena sudah setengah tertidur menuju alam mimpi.
"Oh, astaga! Padahal hari ini aku sengaja pulang cepat hanya untuk menghabiskan waktu berdua. Lalu sekarang aku hanya ditinggal tidur, malangnya nasibku." Mingyu sengaja mengeraskan volume suaranya agar Wonwoo yang berada di balik selimut mendengar keluhannya. Dan apa katanya tadi? Pulang cepat, hampir jam sembilan malam dikatakan pulang cepat. Yang benar saja!
Sementara itu, si kucing manis hanya terkekeh mengejek di balik selimut yang menutupi setengah bagian wajahnya. Wonwoo ingin mengerjai Mingyu-nya malam ini. Wonwoo merasa sebal karena Mingyu tak ingat ini hari apa, padahal Wonwoo mengharapkan setidaknya sebuah makan malam romantis dengan lilin sebagai penerangan atau boleh juga disertai dengan mendengarkan instrumen klasik sambil berdansa acak sesekali tertawa atau hanya berpelukan merasakan semilir angin semalaman juga Wonwoo tidak masalah. Tapi ini, Mingyu bahkan basa-basi mengucapkan saja tidak. Wonwoo hanya mengesah sambil mengembuskan napas panjang di dalam selimut. Ia rasakan ranjangnya berderak dan selimutnya tersingkap, Mingyu yang baru selesai mandi langsung ikut berbaring bersama dirinya di ranjang. Lengan kekar itu melingkari pinggangnya, dapat Wonwoo rasakan hangat napas pria itu di puncak kepalanya, membelai rema hitam pekat miliknya dengan lembut.
"Kau sungguh-sungguh akan tidur, Sweetheart?" Mingyu bertanya sekali lagi dan dapat ia rasanya kepala Wonwoo mengangguk.
Dengan cepat ia membalikkan tubuh ramping istrinya itu untuk menghadap ke arahnya. Mata rubah sipit Wonwoo membeliak kaget dengan perlakuan tiba-tiba yang Mingyu lakukan padanya.
"Kau mau apa?" Wonwoo terlihat panik.
"Kau tidak bisa mengabaikanku begitu saja, Sweetheart." Mingyu mengeluarkan sebuah dasi berwarna merah maroon dari balik punggungnya dan membawa kedua pergelangan tangan Wonwoo untuk berada di posisi atas kepala istri manisnya itu serta mengikat keduanya.
"Gyu ... "
"Heum?" Mingyu hanya berdeham pelan, ia berhasil mengerjai Wonwoo dan membuat pria manis itu panik. Mingyu ingat kalau hari ini adalah hari jadi mereka, Mingyu juga tahu bahwa Wonwoo kesal dengannya karena ia tak menyiapkan apa-apa.
"Kau mau melakukan apa? Mengapa aku diikat?" Wonwoo mencicit takut-takut, pasalnya untuk kegiatan inti di ranjang, Mingyu sangat suka mencoba hal-hal yang baru.
"Kau akan tahu nanti, Sweetheart." Mingyu mencium kening Wonwoo, berlanjut ke kedua manik mata rubah itu, lalu mengadu ujung hidung mereka dengan gemas, kemudian pipi tirus Wonwoo, yang terakhir Mingyu menyesap kuat-kuat bibir merah muda yang selalu merekah indah itu.
"Eungh ... Gyu ..." Wonwoo sedikit mendorong suaminya itu untuk melepaskan tautannya.
"Terima kasih Wonwoo, terima kasih sudah ada di hidupku dan bertahan bersamaku sejauh ini." Mingyu berkata di depan wajah Wonwoo yang sedikit berkeringat, tangannya terulur untuk meraih tangan istrinya yang terikat di atas kepala. Sebuah cincin berwarna keperakan dihiasi satu permata di tengahnya terlihat sangat manis dan sederhana, Mingyu pakaikan di salah satu jari manis Wonwoo yang kosong, yang tidak dihiasi oleh cincin pernikahan mereka.
Ketegangan Wonwoo mereda, setidaknya Mingyu tidak akan melakukan sesuatu yang ekstrem untuk menemani malam panas mereka. Selanjutnya hanya ada rasa haru ketika cincin itu menelusup indah ke jari manis tangan kirinya. Mingyu kemudian mengecup jari-jemari yang sekian tahun menemaninya, memenuhi ruang kosong di sela jemarinya sendiri dengan genggaman hangat yang menguatkan. Wonwoo telah membersamainya sejauh ini, seorang pengusaha muda yang sukses menemani dirinya yang membuka usaha restoran kecil sebelumnya, hingga sekarang Mingyu telah menjadi Chef profesional dengan puluhan cabang restoran yang tersebar di Korea. Wonwoo menemaninya mendaki setinggi itu tanpa pernah mengeluh kelelahan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bittersweet [Meanie] ✓
FanfictionBittersweet moment kehidupan pernikahan Jeon Wonwoo dan Kim Mingyu, apa jadinya?
![Bittersweet [Meanie] ✓](https://img.wattpad.com/cover/160168260-64-k172050.jpg)