This chapter contains sweet scenes
and seducing talk.
Be wise and warn !
Lol !
~~~
Di tengah dinginnya dini hari yang sepi, kamar utama di rumah pasangan itu malah terasa hangat bahkan sebentar lagi menuju panas. Sudah hampir tiga minggu Wonwoo tidak berada di Korea, ia melakukan perjalanan bisnis ke Kanada bersama sang Ayah, meninggalkan suami tercintanya sendirian dengan hormonnya yang bergejolak. Maka di sinilah ia berada sekarang, diapit di antara kedua lengan besar Mingyu yang tak sabar untuk memeluknya. Berbagi ciuman yang dalam, dengan piyama yang sudah berantakan penampilannya. Dengan mata sayu Wonwoo yang terlihat lelah sekaligus bergairah, Mingyu malah memperdalam ciumannya dengan tempo cepat dan cenderung kasar.
"Gyu ..."
"Heum?"
"Gyu ... Uhuukk ... Uhuukk ..."
Wonwoo sempat mengernyit heran, Mingyu mencium sambil mencekik lehernya, memang tidak terlalu kencang, tapi tetap saja itu membuat Wonwoo sedikit kaget dan bergidik ngeri, tapi tetap menikmati hal yang dilakukan suaminya itu. Dasar masokis!
"Kau tahu tidak? Aku sungguh merindukanmu. Aku menderita Wonwoo!" Mingyu menghentikan ciumannya dan mencebik lucu. Sangat berbeda seratus delapan puluh derajat dari apa yang ia lakukan tadi.
Mingyu menghempaskan tubuh besarnya ke kasur empuk mereka setelah sebelumnya puas mengungkung Wonwoo dalam pelukan hangat dan ciuman mesra.
"Maafkan aku, Darl ... Ayah memintaku ikut. Karena bagaimanapun juga, aku yang akan melanjutkan dan menjalankan semua perusahaan Ayah. Maka sudah sepatutnya aku mengenali seluruh keadaan anak perusahaan." Tangan lentik Wonwoo menangkup pipi bayi besarnya itu. Baginya, Mingyu terlihat sangat pure justru ketika ia sedang bertingkah manja seperti saat ini.
"Iya, maafkan aku ya. Aku terlalu manja."
"Tidak apa-apa, aku justru menyukai Mingyu yang seperti bayi ini. Oh, omong-omong, dari mana kau belajar seperti tadi?"
"Hah? Seperti apa?" Kini giliran Mingyu yang mengernyit keheranan.
"Uh! Jangan pura-pura tidak tahu. Kau mencekikku saat kita berciuman panas tadi." Wonwoo mencebik dan Mingyu terkekeh canggung sambil menggaruk kepalanya.
"Teknik baru sayang, aku ingin lihat ekspresimu. Tapi kau malah menikmatinya. Dasar masokis!" Mingyu berkata sambil mencuri kecupan dari ujung bibir Wonwoo.
"Karena bagaimanapun, aku yakin kau akan tetap melakukannya dengan lembut terhadapku. Tapi sungguh aku benar-benar penasaran, kau belajar dari mana sih?"
"Aku? Tetap lembut? Huh! Jangan salah, aku berani dan lama-lama, kau akan aku rantai ya rubah kecil." Mingyu berucap ringan dan Wonwoo tiba-tiba mendelikkan mata rubahnya yang sipit. Melihat Wonwoo yang panik, Mingyu tergelak hingga matanya berair.
"Kau gila ya?!" Tawa Mingyu semakin menggema di kamar mereka, diiringi rintik gerimis yang semakin menambah sendu suasana pukul dua dini hari.
"Seokmin mengajariku, ah Jun juga. Kau tahu Jun 'kan? Suami Minghao. Mereka berdua adalah guru privatku yang sangat berharga." Ekspresi Mingyu saat ini membuat Wonwoo tak habis pikir, dengan mata berbinar dengan tangan ditangkupkan di depan dada. Mingyu benar-benar menganggap Seokmin dan Jun seperti malaikat penyelamat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bittersweet [Meanie] ✓
FanficBittersweet moment kehidupan pernikahan Jeon Wonwoo dan Kim Mingyu, apa jadinya?
![Bittersweet [Meanie] ✓](https://img.wattpad.com/cover/160168260-64-k172050.jpg)