Episode 4

4.6K 215 4
                                        

Pagi ini di kamar seorang pria tampan,terlihat dia sana sang pria tampan itu sedang bersiap-siap,dia Aliando dengan stelan santai nya baju kaos hitam dan celana jeans hitam.

Setelah usai Aliando buru-buru ke bawah untuk sarapan

"Pagi mah bah sel"ucap Aliando saat sampai di meja makan yang didanai sudah ada Abah haddad,mamah resi,dan Giselle

"Pagi juga Li,bang"sama mereka bersamaan kecuali Aliando

"Li mamah sama mamah nya Prilly ketemuan di toko butik tante kamu aja sedangkan kamu jemput Prilly dulu ya,tadi mamah nya prilly udah nelpon mamah katanya mereka udah siap"ucap mamah resi

"Iya mah ali langsung ke sana tapi agak lama ya biasalah mah"bls Aliando dengan mata yang dimainkan membuat mamah resi menggelengkan kepalanya

"Udah tua kamu masih aja kayak ABG,jangan lama-lama tapi jangan mampir ke mana-mana juga habis fitting baju boleh deh jalan2 sepuasnya adalah jangan sampai malam"ucap mamah resi membuat Aliando bahagia

"Makasih mamah"ucap Aliando gembira

Mamah resi hanya tersenyum
"Semoga kamu bahagia bang,semoga Prilly memang betul-betul Nerima kamu apa adanya bukan karena maksud tertentu,ya Allah jangan hilangkan kebahagiaan anak hamba"batin mamah resi sambil menatap Aliando yang sedang makan dengan senyum tak hilang dari bibirnya,Abah Haddad yang melihat itu mengelus bahu mamah resi membuat mamah resi menoleh

"Takkan terjadi apa-apa sayang"seperti itu isyarat mata yang bisa di baca mamah resi dari mata suaminya,dan resi berharap setelah Aliando menikah takkan terjadi apa-apa,perasaan ibu itu memang kuat dia bahkan merasa akan ada yang ganjal pada anaknya,rasa takut jika terjadi sesuatu yang tak pernah dibayangkan.

Seusai makan Abah Haddad pun pergi ke kantor,Giselle pergi ke sekolah,mamah resi bersama Alwiyyah pergi ke butik dengan supir pribadi,sementara Aliando pergi ke rumah Prilly juga dengan supir pribadi di ikuti mobil belakang yang ada tiga orang bodyguard

Sesampai di rumah Prilly,Aliando segera mengetuk pintunya,terdengar sahutan dari dalam,dan tak lama pintu pun terbuka menampilkan sosok gadis cantik dengan pakaian simpel nya yang membuat Aliando terpanah,jaket hoddie pink,celana jeans hitam panjang,sepatu sneaker,dan rambut di kuncir satu.

Tampilan Prilly membuat Aliando mematung,karena Prilly terlihat masih sangat muda bahkan seperti masih anak SMP,sangat tidak pantas jalan dengannya seperti anak dengan bapak.

"Ali"panggil Prilly menyadarkan Aliando dari lamunannya

"Eh iya sayang,ayok kita langsung berangkat aja ya kesian mamah nunggu"ucap Aliando menarik tangan Prilly dan membukakan pintu mobil untuk Prilly,setelah Prilly masuk Aliando pun ikut masuk

"Langsung ke toko butik den"tanya pak Tono supir pribadi Aliando

"Iya pak"bls Aliando

"Sayang"panggil Aliando pada Prilly Yang sendari tadi menghadap ke jendela

"Hmm"hanya deheman dari Prilly namun dia menoleh ke arah Aliando yang posisi tangannya merangkul bahu Prilly

"Sehabis dari butik kita jalan2 yuk"ucap aliando dengan senyum hangat

"Jalan2 sama dia cihh najis berasa jalan2 sama om2"batin Prilly

"Huhh sayang sekali honey tapi hari ini aku mau ketemu Tante Tasya mau membahasa tentang kontrak kerja aku yang mau diatur lagi kan kita mau nikah rencananya aku mau sebulan ngambil cuti"ucap Prilly,ya alasan itu memang tak bohong hari ini Prilly ada janji pada Tante Tasha dan mungkin itu suatu keberuntungan buat Prilly"lagian kan kita masih belum mengubar ke publik takut jalan2 kita terganggu aja kalau ada wartawan"lanjut Prilly

"Oh gitu ya"bls Aliando sedikit kecewa

"Jangan sedih honey lagian kan kita juga mau nikah,kamu juga fokus sama kerjaan dong baur nanti setelah menikah kita punya banyak waktu"ucap Prilly sambil mengelus pipi Aliando membuat muka Aliando yang semula cemberut jadi sumringah"punya banyak waktu buat nyiksa lo"lanjut Prilly dalam hati

"Iya sayang,habis nikah juga nanti kita bakal keliling empat Negera spanyol,Prancis, Hawai,dan swiss,kamu mau kan"bisik Aliando membuat Prilly membelalakkan matanya"itu artinya gue sama dia bakal honeymoon,kenapa gue gak kepikiran kesana ya terus rencana gue gimana,kan lumayan tuh gue liburan ke sana,tapi Prancis berarti gue ketemu Maxime dong"batin Prilly

"Terserah deh dimana pun kamu mau aku ikut aja kan tugas istri mengikuti suaminya kemana pun dia pergi "bls Prilly membuat aliando tersenyum manis

"Makasih sayang"bisik Aliando di telinga Prilly setelah itu memeluk Prilly dan menyembunyikan kepala di celuk leher prilly,Prilly pun merinding karena kumis Aliando terasa nempel di lehernya,ingin melepas tapi Prilly merasa ini pelukan ternyaman ya tak pernah dia pelukan sama cowok senyaman ini,Prilly hanya mampu mengelus kepala Aliando dan tangan kekar Aliando,supir yang melihat itu hanya tersenyum saja,betapa manjanya tuannya itu pada sahabatnya hidupnya dulu,tak menyangka cinta yang pernah berpisah kini kembali menyatu,itulah takdir dan jodoh,seapapun niat jahad kamu keluarkan bakal terkalahkan dengan kekuatan Tuhan,seapapun kamu mencintai yang lain bakal terkalahkan dengan cinta yang Tuhan berikan.

Cinta Ini Masih AdaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang