Chapter 15 - Kejuaraan Nasional

2.5K 203 6
                                        

Gue dan Zoya baru saja selesai bertanding di babak pertama melawan PB yang lain, dan kabar baiknya kami berdua berhasil memenangkan pertandingan. Dan, kabar buruknya, gue harus bertemu dengan Kevin lagi di ruang tunggu.

Gue dan Zoya masih rangkulan satu sama lain, meledek Zoya yang sedang dekat dengan pria bernama Daren di asrama, baru saja ingin memasuki ruangan tunggu, ada Kevin dan pasangannya yang bukan Koh Sinyo itu sedang asyik mengobrol.

Sudah sejak 1 Minggu sejak kejadian itu, gue berhenti mengetahui dan mendengarkan apapun hal tentang dia. Putusnya hubungan kami pun sudah diketahui khalayak ramai, khusunya dunia bulutangkis.

Gue duduk di tempat yang gak jauh dari Kevin, hanya berselang beberapa bangku. Gue mencoba menenangkan diri dan hati gue yang masih ingin nangis kalo ingat kelakuannya.

"Rin, itu yang namanya Daniel dari kemarin minta gue ngenalin lo ke dia," gue tau tujuan Zoya adalah mancing Kevin biar dia kesal, tapi sepertinya bukan waktunya.

"Zoy, apaan sih," bisik gue ke dia.

"Gue serius, dia datang buat nonton pertandingan lo, boleh kenalan gak?" Jawab Zoya santai, gue mencuri pandang pada Kevin yang duduknya gak nyaman, raut mukanya pun berubah serius.

"Hmm," gue sudah terlanjur basah, sekalian saja berenang.

Kevin side.

Gue salah menyakiti perasaan Karin, gue salah karena mengiyakan taruhan yang Aqsa buat untuk gue. Setelah hubungan gue dan Maria terbongkar, gue sudah menyelesaikan hubungan kami, dia udah tahu kalau gue benar-benar gak punya rasa untuk dia, dan dia tau rasa gue memang ada di Karin sepenuhnya.

Gue baru ketemu dia lagi hari ini, di kejurnas. Gue ngeliat gimana rambutnya yang coklat panjang sudah berubah warna menjadi agak kuning kecoklatan, wajahnya yang biasa kesal karena gue gak berhenti mengisengi dirinya di kapanpun dan di manapun itu sekarang terlihat lebih sayu.

Gue mendengar pasangan Karin berbicara ada yang ingin berkenalan dengannya, namanya Daniel.

Karin mencoba menormalkan kembali nafasnya yang memburu karena benar-benar tak tahan untuk menangis di depan Kevin.

Zoya muncul dengan pria tinggi dan putih yang seperti dipahat sedemikian rupa agar bisa terlihat menawan.

Zoya muncul dengan pria tinggi dan putih yang seperti dipahat sedemikian rupa agar bisa terlihat menawan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Gue sempat takjub sebentar karena visual dari semua hal tentang dia itu sempurna.

"Halo, Daniel" gue membalas uluran tangannya sambil tersenyum.

"Kareena Putri Pranoto, panggil Karin aja," ucap gue.

Di depan gue, ada cowok yang sepertinya punya keturunan Korea di darahnya itu asik menatap gue, gak ngerti kenapa.

"Udah lama jadi atlet?" tanyanya, gue tau dari tadi Kevin asik melempar tatapan kesal ke Daniel, tapi who's care?

"Dari kecil, kamu kerja apa?" tanya gue.

StoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang