Dengan perjalanan yang jauh itu transit sana sini akhirnya aku sampai dialun-alun kaliwungu aku sampai disana keadaaan langit sudah gelap.
Aku turun dari bus,turun dipinggir jalan masih bawa koper masih jalan lagi keparkiran mobil,sepanjang aku berjalan mataku fokus melihat orang jualan dialun- alun itu,banyak orang jualan ada yang jualan baju, sepatu, jajanan dan lain-lain.
Aku sebenernya ingin jalan-jalan dulu, karena sepertinya di alun-alun banyak banget yang jualan dan entah kenapa aku tertarik untuk mengelilingi tempat itu tapi aku juga sudah capek dengan perjalanan yang jauh itu akhirnya kita langsung pulang kerumah amanda dan ardan, kita dijemput dengan mobil putih di parkiran masjid kaliwungu.aku tidak tahu itu mobil siapa dan aku ngak perduli itu mobil siapa karena hari itu hari yang melelahkan.
Dan kita sampai di suatu rumah yang sangat sederhana dan tidak terlalu besar tapi di rumah itu sangat bersih, rapi rasanya aku baru sampai ddirumah itu, aku sudah nyaman,itu tempat tinggal yang akan menjadi tempat beristirahat untuk sementara waktuku yang akan aku habiskan dengan semua aturan.
Aku sampai disitu aku langsung diperlihatkan kamarku oleh seorang pembantu rumah tangga yang menyambut kita datang dan aku sudah tidak tahan dengan badanku yang lengket itu tanpa berpikir panjang lagi aku benar-benar tidak peduli dengan apapun saat itu yang aku inginkan hanya ingin mandi.
Bibi itu pergi dari depan pintu kamar itu dan aku langsung mandi.
Selesai mandi badan sudah tidak lengket, wangi, bersih, cantik aku melihat koper yang terlihat menyuruhku untuk mengeluarkan semua isinya itu, aku keluarkan semua isinya dan aku buka lemari yang ada di kamar itu, ya pas sekali lemarinya kosong, aku sambil duduk diatas tempat tidur sambil mengambil baju yang sudah aku keluarkan dari koper dan aku lempar dari atas tempat tidur ke dalam lemari yang tidak terlalu jauh dari tempat tidur.
Sampai semuanya sudah masuk ke dalam lemari ya bisa kalian bayangkan pasti bajunya yang tadinya rapi menjadi acak-acakan. Tapi aku tidak peduli yang penting semua barangnya sudah masuk dalam lemari dan aku langsung tutup lemari itu.
Berbaring sebentar di atas tempat tidur itu melihat dari sudut yang paling sudut sampai yang tersudut mataku berputar-putar melihat seisi kamar itu, walau tidak sebesar kamar dirumah ayah tapi ini nyaman Cuma masalah warna cat dinding yang warna putih itu yang aku tidak suka.
Aku berfikir jika tiba-tiba ada cicak yang nempel didinding itu pasti akan sangat jelas kelihatan karena warna catnya putih beda kalau catnya warna coklat pasti tidak kelihatan, seperti kamarku yang dirumah ayah.
" besok aku suruh ardan cari tukang cet, oke..."
Selesai memikirkan itu aku bangun dari tempat tidur dan keluar untuk lihat-lihat bagian-bagian dari seisi rumah itu dari ujung sampai ujung sampai yang paling terujung dan aku melihat di ruang tamu ada foto kebetulan kamar yang aku pakai ada didalam ruang tamu dan ruangan setelah ruang tamu ruangan untuk nonton tv di ruang nanton tv ada dua kamar itu kamar Amanda dan Ardan.
Foto yang aku lihat sepertinya itu foto keluarga ardan. Sambil meraba memegang piala, vas bunga, buku- buku di rak- Rakan buku yang terpampang rapi seperti wajah kak meisya yang mampang! dan tiba-tiba ardan ada dibelakang ku.
" cari apa? Uang koin" katanya, aku dengan kaget dan memalingkan kepala ke arah Ardan yang ada di belakangku
"eehh.. ardan ngagetin aja aku bukan nyari uang koin aku lagi cari kecoa tahu"
"kecoak kok di cari diternak aja"katanya sambil berjalan menuju tempat duduk
" ya besok aku mau buat ternak kecoa !! Puas!!"
"kurang puas! Gimana kalau ternak kecoa weviba?"
Seketika mendengar lolucon yang tak lucu itu aku menjadi bete dan wajah yang cantik itu menjadi menunjukkan kejelekannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
TERLALU! [ END ]
HumorSesuatu yang dipaksakan itu tidak baik, tapi jika untuk kebaikan?. Bersulit-sulit untuk bersenang-senang!. Karya 2019 Aminah Hanima
![TERLALU! [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/174339708-64-k162749.jpg)