Hari ini Julia berangkat ke sekolah dengan penuh rasa percaya diri. Setelah yakin dirinya masuk kelas khusus, Julia sudah mempersiapkan diri untuk berangkat pagi-pagi dengan persiapan penuh. Ransel yang dulu selalu kempis, sekarang sudah terisi penuh oleh buku-buku yang dulu tak pernah sekalipun dibawanya ke sekolah.
Julia sampai di sekolah yang dilihatnya berbeda. Untuk pertama kalinya Julia bahagia bersekolah di sekolah itu. Julia berjalan mantap melewati gerbang dan menyapa Ben yang langsung bengong. Ia lalu merangsek ke arah Aida yang dilihatnya.
"Julia!" seru Aida kaget, lalu nyengir melihat wajah Julia yang berseri-seri.
"Cie... yang senang masuk kelas khusus."
Julia tidak menjawab. Dia terus-terusan nyengir. Kegiatan itu tak dapat dihentikannya, walaupun sudah berlangsung dari semenjak dia bangun tidur sampai berdiri di depan kelasnya. Cengirannya malah tambah gila-gilaan saat melihat kelas baru yang diakuinya berbeda dengan kelasnya yang dulu. Kelas itu lebih rapi dan bersih.
"Oh, kelasku yang indah," gumam Julia sambil mengeluselus pintu kelas barunya tanpa memedulikan ekspresi anak anak lain yang sudah ada di dalam kelas.
Aida menatapnya cemas dari bangku tengah.
"Lo lagi ngapain sih? Dasar bego," kata Sid sambil menepuk kepala Julia, membuat cewek itu mencibir padanya.
Sid tak peduli, lalu langsung berjalan ke dalam kelas.
"Pagi, Jules," kata Cokie sambil melalui Julia sebelum menepuk bahunya.
Julia nyengir lebar.
"Pagi, Jules," kata Rama sambil mengikuti Cokie
.“Pagi," kata Lando dingin juga sambil berjalan melalui Julia
"Pagi semua!" balas Julia ceria.
Tapi, dia selanjutnya seperti teringat sesuatu.
"HEH??? Kalian kok hari gini udah pada dateng?"Seluruh kelas sekarang sudah menatap Julia yang baru saja berteriak heboh.
Julia tak peduli, lalu berlari menghampiri keempat anak laki-laki itu dan menatap mereka heran.
"Jules, kita punya tradisi untuk datang tepat waktu tahun ajaran," kata Rama menjelaskan.
Sid membuka mulut dan menggerakkannya seperti mengatakan 'bego'.
"Oh, jadi gue bego karena nggak tahu kebiasaan kalian,"Julia sebal.
Harinya yang ceria rusak sudah.
"Emangnya kalian siapa sampe semua orang harus tahu kebiasaan kalian?"
"Orang-orang yang membantu lo masuk ke kelas lo yang indah?" kata Sid sinis, membuat mata Julia merana memicing, siap tempur.
"Hoi, masih pagi. Duduk dulu sana," kata Cokle sambil membanting tasnya di bangku kedua dari depan. Rama melakukan di sebelahnnya.
Julia menurut, lalu duduk bersama Aida di dua bangku di belakang Cookie dan Rama. Baru ketika Julia akan duduk, Sid melempar tasnha tasnya ke sebelah Lando yang duduk di depan Aida
"Heh, kok lo duduk di situ?" sahut Julia kembali, membuat seluruh kelas menatapnya.
"Emangnya kenapa?" tanya Sid. Firasatnya sudah tak enak.
"Gue nggak mau lo duduk di situ! Pindah sana! Ngerusak pemandangan!" seru Julia lagi.
Sid mengangkat alisnya.
"Oh, gitu ya sikap lo sama malaikat sama penolong lo! Udah ngebela belain ngajarin lo sampe gila, ngapelin Adek lo tiap malam Minggu sampe insomnia, lo bilang gue ngerusak pemandangan! Kenapa bukan lo aja yang pindah?" sahut Sid membuat orang-orang mulai berbisik-bisik.Wajah Julia merah menahan marah.
KAMU SEDANG MEMBACA
High School Paradise (END)
Fiksi RemajaSurganya anak SMA • • • SMA Athens memang sekolah elite. Tapi,masih ada satu yang kurang. Athens nggak punya ekskul sepakbola. Ini yang membuat Lando, Rama, Sid, dan Cokie selama dua tahun selalu datang terlambat. Empat siswa paling top dan keren di...
