Naruto pov
Hari ini adalah hari terakhir di bulan ke-12 aku berlatih di suatu tempat yang sering kunamai pulau katak.
Tak ada seorangpun penghuni pulau ini melainkan katak.
Betapa memuakkan ketika aku harus melakukan hal-hal yang biasa dilakukan oleh seekor katak.
Bertapa, berenang, mencari makanan seperti ulat maupun serangga lain, dan bahkan berteman dengan para katak.
Aku masih beruntung karna kakek katak tidak menyuruhku bersuara seperti katak.
Jika itu terjadi bisa kupastikan dalam waktu 1 bulan aku telah bermetamorfosa menjadi katak yang sesungguhnya.Hari ini aku amat lelah, latihan keras benar-benar aku jalani tanpa henti.
Bukannya aku malas, atau selalu mengeluh.
Aku adalah shinobi yang tak akan menyerah pada apa yang ingin kuraih.
Namun
Aku merasa sepi
Benar-benar kosong dan hampa.
Hal yang bisa sedikit menghiburku adalah bulan purnama.
Aku selalu merasa hangat jika melihat bulan purnama di langit malam.
Entah mengapa aku sering tersenyum sendiri.
Karena
Aku selalu mengingat dia saat melihat indahnya bulan itu.
Ya, dia.
Dia hinata
Hinataku.
Namun hari ini aku merasa kacau
Aku ingin sekali melihatnya
Apa yang sedang ia lakukan
Bagaimana keadaannya
Bagaimana ia sekarang
Jika mengingat itu semua
Aku ingin pulang."Aku ingin kembali ke Konoha"
"Nani? Apa kau akan menyerah secepat ini Naruto?"
"Iie. Aku bukan menyerah kakek, aku hanya ingin pulang. Sebentar saja. Kumohon"
"Hm? Tapi jika kau menghentikan latihan ditengah, kau harus memulainya dari awal lagi"
"Yosh. Daijoubou. Kalau begitu kirimkan aku ke konoha sekarang."Dengan sekejap mata, Naruto berada di Konoha, tepatnya di lapangan tempat Hinata berlatih.
Cengiran lima jari senantiasa bertengger pada wajah berguratnya. Lari kecil sambil bersenandung gembira, Naruto terlihat seperti manusia yang paling bahagia di dunia.
Telah berkeliling Konoha, namun ia tak juga mendapati gadis yang selama beberapa saat ini selalu ia rindukan. Namun ia tetap tersenyum, bahkan wajahnya memerah jika membayangkan pujaan hatinya tertangkap oleh mata birunya.Sraakk
"Ini, Hinata."
"Arigatou Kiba-kun"
"Apa kau sangat menyukai bunga itu?"
"Um. Melihat bunga ini membuatku merasa bahagia."Nyuut
Naruto memegang dadanya yang begitu sakit, lebih sakit dari luka gores yang diciptakan dari kunai.
Bagaimana tidak.
Ia melihat gadis yang dicarinya sejak tiba di Konoha sedang berdua dengan seorang laki-laki yang juga memberinya bunga.Kenapa kau tersenyum begitu manis untuk Kiba?
Kenapa kau tidak menungguku? Bukankan aku telah memintamu?
Atau kau memang hanya mencintai dia?
Aku begitu sakit, aku datang untukmu tapi kau bahagia karna orang lain.Batin Naruto berkecamuk,
Ia lalu pergi, menjauh, dari pemandangan terburuk yang pernah ia lihat.

KAMU SEDANG MEMBACA
my first love
Fanfiction(Disclaimer : naruto milik paman masashi kishimoto🤗) aku mencintai sosok yg tidak mungkin untuk kudapatkan. namun rasa ini terlalu dalam sehingga aku tak mampu menyingkirkannya. naruto-kun akankah kamu memandangku? bukan sebagai seorang gadis yang...