Why??

2.5K 143 2
                                    

"Baka"
Sakura memukul kepala Naruto dengan keras.
"Ittai..  Sakura-chan.. kenapa kau memukulku?"
"Kenapa? Kau bertanya kenapa?"
"Tentu saja ttebayo."
"Naruto.. apa yang kau lakukan disini? Kau belum menjenguk Hinata kan?"
Naruto terdiam, kepalanya tertunduk.
"Narutoo.. kau tidak lupa kan kalau dia yang menyelamatkanmu dan hampir mati karenamu!!!"
"Aku akan menjenguknya."

Naruto berjalan gontai menuju ke rumah sakit Konoha.
Ia masih merasa sakit ketika mengingat Hinata yang menerima bunga dari Kiba.
Di perjalanan menuju rumah sakit Konoha, ia melihat bunga matahari mekar begitu cerah.
ia lalu bergegas memetik bunga itu.

"Aku tidak akan membiarkan Kiba yang memetik bunga ini untukmu, Hinata. Aku sendiri yang akan memberikan bunga ini untukmu."

Naruto meneruskan perjalanannya sambil berlari.

#di rumah sakit Konoha tempat Hinata dirawat.

"Kau ini benar-benar ceroboh Hinata. Bagaimana mungkin kau membahayakan dirimu dengan melawan Pain itu."
"Gomenasai Kiba-kun. Aku tidak mungkin berdiam diri melihat Naruto-kun dalam bahaya"
"Bagaimana jika kau mati?"

Hinata tersenyum manis hingga matanya menyipit.

"Aku akan tetap bahagia asalkan Naruto-kun selamat".
"Ck kau ini."
"Apa jika itu bukan Naruto, tapi aku ataupun Kiba, kau juga akan menyelamatkan kami?"
"Tentu saja Shino-kun. Aku akan menyelamatkan kalian."
"Kau memang gadis yang baik Hinata"

Kiba mengusak kepala Hinata, seperti seorang kakak yang begitu menyayangi adiknya. Atau seorang kekasih?

Di luar kamar inap itu, Naruto berdiri mematung.
Menggenggam dengan erat setangkai bunga matahari yang ia petik tadi.

"Kenapa? Kenapa Hinata?"
Naruto berbicara dengan dirinya sendiri.

"Kenapa seolah-olah kau menyukaiku, tetapi kau bersama Kiba? Apa aku hanya salah paham?"

Ia mencengkram dadanya kuat, sakit untuk kesekian kali. Ia merasa bodoh karena masih saja berharap. Berharap Hinata menantinya,
Berharap Hinata memiliki perasaan yang sama dengannya.

"Baiklah, aku akan menyerah sekarang."

Sang Uzumaki Naruto yang terkenal pantang menyerah mendeklarasikan kekalahannya sekarang.
Bunga matahari yang mulai layu itu kini jatuh,
Bukan jatuh, tetapi ia menjatuhkannya, sebagai gambaran hati yang telah jatuh dan terluka.
Ia lalu tersenyum.

"Aku menyukaimu Hinata, tidak
Aku mencintaimu. Sangat."

Ia lalu berlari dengan cepat, secepat kilat, agar ia tak melihat pemandangan menyakitkan itu lagi dan melupakannya.

my first loveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang