perasaan yang memudar.

1.9K 255 51
                                        


Aku tak pernah berpikir, kejadian hari lalu membuat hubunganku dengannya menjadi tidak menentu, dan sekarang aku menyadari jika dia bukanlah chaeyoungku yang dulu.

Apakah rasa cinta itu akan pudar saat waktu bersama berlangsung lama?

Apakah aku yang terlihat berbeda atau dia yang memang sudah berubah?

Selama ini aku tetap bersikap sama, atau apakah dia bosan dengan sikapku yang aku tunjukan selama hampir 7 tahun itu?

Entahlah, aku merasa jika aku sudah terlalu jauh dengannya, bukan jarak, namun hati. Ya, bahkan aku merasa jika dia mulai menutup hatinya padaku. Dan membuka-kan hatinya untuk yang lain.

Ku hela nafasku, ku pandangi langit malam dikota seoul ini, aku merindukannya namun aku bisa apa?  Hari lalu saja dia menolakku dan menyuruhku pulang.

Setelah beberapa saat, aku mulai berdiri, aku lupa jika aku harus menyiapkan sesuatu untuk ulang tahun chaeyoung yang tinggal 3 hari lagi. Dan ini sudah beberapa minggu setelah acara fanmeet itu, aku belum bertemu dengannya.

Terlihat lisa, jennie dan jisoo, berada didalam kamar jisoo, mereka serius membicarakan kejutan untuk chaeyoung, lisa sudah bekerja sama dengan Rio dan memberi tahu rencananya kepada kedua unnienya itu.

"Wah...Rio benar-benar royal pada chaeyoung" jisoo berucap sambil berbaring dan memainkan ponselnya.abaikan queen of games ini.

"Jika semua sudah Rio atur, maka aku hanya tinggal menyiapkan kado untuk chaeyoung, hah... kira-kira apa yah? Kemarin aku sudah memberinya jam tangan, sekarang apa?" Lisa tersenyum meremehkan setelah mendengar kata-kata jennie.

"Kalo aku sih sudah ada jadi slow ajah" wajah sombong lisa benar-benar ingin jennie tenggelemkan di kloset.

"Sial, sombong sekali kau! Unnie, apa unnie sudah membeli kado untuk chaeyoung?"ucap jennie sambil menggoyangkan lutut jisoo.

"Sudah, aku sudah memesan chikin 20pax untuk kado chaeyoung" jisoo menjawab dengan santai dengan pandang masih tetap pada layar.

"Kau itu yah ini tahun ke 6 kita bersama chaeyoung, tapi kau tetap setia memberinya chikin, mending kalo chikinnya dimakan chaeyoung tapikan ini malah dimakan olehmu sendiri" jennie berucap, nada yang santai namun tersirat sindiran.

"Chaeyoung saja tidak protes nini" ucap jisoo, dan jennie hanya menghela nafas.

"Sudahlah jennie unnie, kalo begitu kau kasihlah chaeyoung makanan thailand, dia pasti akan bahagia" lisa berucap sambil membaringkan tubuhnya disamping jisoo.

"Hah...diamlah, aku semakin pusing mendengarkanmu" keluh jennie.

"Iya oppa, selamat malam, jaga selalu kesehatanmu juga yah" gadis itu menutup telpon, lalu berbaring dikasur empuknya.m

Pikirannya mulai melayang, memikirkan lelaki yang baru saja menelponnya, entahlah, akhir-akhir ini dia menjadi sangat nyaman dengan lelaki itu.

Terbesit bayangan lelaki yang sudah lama  menjalin hubungan dengannya, dilihatnya pesan dari lelaki itu, sudah seharian ini dia tidak membalasnya, chaeyoung menghela nafas, dia pikir dia sekarang merindukan lelaki ini dan sudah waktunya dia membalas.

Baru saja ia akan menelpon lelaki itu, namun lelaki itu lebih dulu menelponhya membuatnya segera menjawabnya.

"Chaeng-ah, akhirnya kau mengangkat telponku, apa tadi kau sangat sibuk sayang?"

"Mian Rio, aku sangat sibuk tadi, banyak hal yang kulakukan " terdengar helaan nafas,

"Tidak apa-apa chaeng, kau sedang apa? Kau sudah makan? "

Falling[END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang