Hari ini Blackpink baru kembali dari amerika, sudah 2 minggu mereka disana, ke 3 member lainnya mendapat cuti 1 minggu sedangkan jennie dia harus kembali keluar negri untuk syuting MV debut solonya.
Kini didorm hanya ada 3 member yang sedang bersantai setelah menjalani hari-hari yang berat dan melelahkan, seperti biasa jisoo dengan gamenya, lisa dengan kucingnya dan chaeyoung dengan kenangannya. Hah...chaeyoung mungkin mendapat karma yang lebih parah karna dia slalu memikirkan Rio setiap saat dan setiap waktu.
Lisa menghampiri gadis chubby yang sedang menatap jendela dikamarnya, terkadang lisa bisa tau kenapa Rio sangat menyukai gadis ini, lihatlah...sinar mentari yang menembus lewat kaca, menyinari wajah chaeyoung yang sangat manis, entahlah. Bahkan terkadang lisa merasa iri melihat kecantikan chaeyoung di pagi ini.
"Sampai kapan kau terus melamun? Aku takut kau depresi chaeng, hampir setiap hari kau melamun" gadis itu melihat kearah lisa lalu tersenyum.
"Aku hanya sedang memikirkan kabar Rio, aku tidak melamun" ujarnya lantas pandang kembali melihat arah luar.
"Jika kau mau, aku bisa telpon Elgi agar kau bisa bertemu dengan Rio" lisa berucap dengan ponsel yang siap menghubungi lelaki itu
"Tapi apa yang akan kulakukan jika bertemu dengannya? Dia pasti akan mengusirku, dan juga peran ku sebagai minju sudah habis, dia kan sudah keluar rumah sakit" lisa terkekeh melihat kegelisahan chaeyoung.
"Tenang aku akan mengaturnya."
•
•
•
Ruangan ini begitu sepi, hanya ada 2 yang tengah berbincang, lebih tepatnya hanya lelaki paruh bayah dengan jas putih yang berbicara,sedang lelaki muda dihadapannya hanya terdiam dengan pandang yang tidak bisa diartikan.
Perkataan dokter itu membuat nya membeku, kenyataan yang harus ia terima sangat jauh dengan ekspetasi, perobatan dan terapi yang dijalani tidak menghasilkan apapun, dan keadaan nya mulai terancam saat dokter menyatakan sesuatu yang menyakitkan.
Dalam waktu dekat ia harus segera menjalani perawatan instensip, jika tidak penyebaran kangker akan semakin luas dan masuk tahap akhir, lelaki itu hanya diam, dia terlihat kacau hari ini, hingga ia memutuskan untuk pulang lantas berpamitan dan pergi meninggalkan.
•
•
•
"Bagaimana hasilnya Elgi? Apa kau akan sembuh?" Rio bertanya saat Elgi datang dan menyapa.
"Yeah, kata dokter jika aku lebih rutin terapi kemungkinan besar aku bisa sembuh"jawab Elgi dengan senyum.
"Wahh baguslah jika begitu, hah...berati kau harus jaga pola makan, dan terapi yang benar Elgi, aku yakin kau akan sembuh" Rio berucap dengan wajah gembira.
"Yeah, dan kau Rio, minggu depan kau akan operasi, makan yang benar, apa bibi ji eun sudah memberimu makan?" Elgi bertanya dan Rio mengangguk.
"Kau tenang saja, bibi ji eun memberiku makan dengan benar, " seru Rio, bibi ji eun adalah wanita paruh baya yang Elgi pekerjakan untuk mengurus Rio. Karna dia sendiri tidak bisa mengurus Rio dirumah dia harus terapi, bekerja dan tentu saja bertemu dengan gadis pujaan yang akan memberinya jawaban malam ini.
"Baguslah, kalo begitu aku akan mandi malam ini aku akan pergi berkencan dengan irene noona" Elgi berucap dengan semangat, yah setidknya semangat hidupnya adalah irene, ibu dan Rio.
•
Elgi sedang berkaca setelah mandi, terdengar bunyi ponselnya, ia segera melihat siapa yang menelpon dan itu ternyat adalah lisa, dengan cepat ia menjawab.
![Falling[END]](https://img.wattpad.com/cover/168008206-64-k928016.jpg)