Flashback : karna kau cinta pertamaku

2.5K 254 24
                                        

Lelaki itu berlari menelusuri jalanan, ini adalah hari pertamanya masuk SMP, bagaikan angin yang berhembus, laki-laki berwajah manis itu berlari sangat cepat, hingga pandangnya melihat gerbang sekolah yang hampir tertutup namun sepertinya ini hari sialnya.

"Pakk jangan tutup pintunya!!!" Teriak lelaki itu sambil terus berlari, namun itu sia-sia karna pak satpam sudah menutup pintu gerbang.

"Waktu sudah melebihi batas, pulanglah, dasar anak jaman sekarang tidak pernah disiplin, cih menyedihkaan sekali" satpam itu berucap lantas pergi meninggalkan.

Lelaki itu mendengus kesal, ia melihat seluruh pandang, namun sudah sepi, namun tak lama seorang gadis yang juga berlari hingga gadis itu berhenti dihadapannya dengan deru nafas yang memburu.

"Kau telat! Pulang sana gerbang sudah ditutup" lelaki itu berucap dengan nada malas. Dia tau gadis ini pasti anak lelas 7 sepertinya, dilihat dari seragam barunya.

"Bukankah kau sendiri telat?" Gadis itu berucap setelah nafasnya kembali normal.

"Aku spesial bukan telat, mereka menyuruh ku pulang, bukankah mereka baik padaku?"ucap lelaki itu, tangannya mulai dimasukan kedalam saku celana.

"Itu karna kau salah bodoh bukan spesial, " geram gadis itu, dan lelaki itu hanya terkekeh.

"Kau bilang aku bodoh? Hei nona kau sendiri juga telat berati kau juga bodoh kan" gadis itu rasanya ingin mengigit dan mengunyah habis lelaki yang terlihat menyebalkan ini.

"Kau lebih bodoh dasar menyebalkan!" Geram gadis itu lantas ia berbalik dan pergi meninggalkan.

"Cih"

"RioOOOOOO !!!!!" Suara sang wali kelas terdengar begitu bising, hingga membuat orang yang dipanggil segera menutup telinga.

"Ibu saya tidak tuli, apa ibu mau telinga saya pecah gara-gara suara ibu itu" lelaki yang bernama Rio itu berucap dengan pandang tak suka dan seakan meremehkan.

"Kau baru 3 bulan bersekolah disini, tapi kau sudah banyak menciptakan masalah! Kau membuat ku pusing saja!" Sentak sang wali kelas,pasalnya Rio selalu membuat onar, dia baru kelas 7 namun sudah sangat bermasalah, tepat dihari ini dia menantang seorang kaka kelas di tengah lapang dan membuat kericuhan.

"Itukan bukan salah saya bu, lagipula charlie yang duluan, kenapa ibu salahkan saya, saya kan hanya membela diri" ujar Rio,

"Jelas-jelas kau menantangnya dasar anak nakal!!! Karna ulahmu aku sebagai wali kelasmu diberi peringatan dan dimarahi habis-habisan karna tidak becus mengurus murid nakal sepertimu"ucap wali kelas.

"Sekarang pergi dan bersihkan ruang kesenian! Kau tidak boleh pulang sebelum semuanya bersih! Cepat pergi dan bersihkan!" Lanjut nya, dengan malas Rio berjalan dan menuju keruang kesenian.

"Hah...baru kemarin aku membersihkan toilet dan sekarang ruang kesenian? Yang benar saja, dasar sekolah terkutuk kau pikir aku ini cleaning service hah!" Gunam kesal Rio.

Tepat saat Rio berada didepan pintu ruang kesenian yang terbuka sedikit, dia terdiam saat mendengar petikan gitar serta suara gadis yang tengah bernyanyi begitu indahnya, Rio menutup matanya suara gadis ini menenangkan, hatinya yang kesal seakan lenyap yang ia rasakan kini hanyalah kedamaian.

Rio membuka matanya lalu tersenyum, saat gadis itu terhenti, dengan pelan Rio membuka pintu dan masuk lantas matanya terdiam melihat gadis yang duduk dikursi dengan gitar, rambutnya yang panjang terurai begitu indah, tak hanya itu jendela dibelakangnya membuat sinar senja menembus masuk dan mengenai tubuh belakang sang gadis, memberikan kesan sangat indah.

Falling[END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang