FS2. Chaeyoung?

2.8K 297 54
                                        

Lelaki itu membuka matanya, matahari sudah mulai bersinar menembus kaca apartemen dan menghangatkan tubuh lelaki yang terbaring dilantai, ia perlahan berdiri, ada sedikit pusing dan sakit didada, namun itu lebih baik dibanding saat tadi malam.

Perlahan ia mulai berdiri, lantas berjalan menuju ranjang, lalu duduk, tangannya mulai memegang dada kiri, pandang yang kosong dan pikiran yang mulai berkecamuk, Elgi melihat jam, ini sudah pukul 11 siang, teringat akan sahabat ia segera berdiri untuk kekamar mandi, mengabaikan segala resah yang menghampiri.

Ditengah shower yang mengguyur pelan, membasahi tubuh lelaki itu, ini sudah 3 tahun dan dia sudah mulai merasakan efek dari sakit yang diderita, Elgi mencoba tak terlalu memikirkan, namun tenggorokan terasa gatal, hingga batuk datang dengan kokohan tiada henti, tangan kanannya menutup mulut saat batuk mulai menyerang.

Elgi tertegun melihat darah yang keluar bersama dengan datang nya batuk, ia segera membasuh tangan kanannya, dengan cepat ia hentikan aliran air dan segera keluar, lantas memakai baju dengan cepat. Elgi berkaca melihat tubuhnya sendiri, ia menyadari jika dirinya mulai kurus, wajah yang pucat, dengan cepat ia mengambil obat dan meminumnya.

"Yoo Rio bagaimana latihanmu? 3 hari lagi kau sudah boleh pulang kawan" Elgi berucap saat Rio sedang berjalan diiringi suster.

"Wah kau kemana saja Elgi, lihatlah aku sudah bisa berlari kawan" Rio.berucap senang, dan terlihat akan segera berlari namun Elgi segera menahannya.

"Jangan berlari, kau tidak bisa melihat bagaimana jika tembok terluka saat kau tabrak" ujar Elgi, Rio memasang muka kesal.

"Sadis sekali kata-katamu kawan, tapi bisakah aku pulang besok saja?????"ucap Rio, Elgi segera menolak.

"Tidak bisa, besok aku akan kencan bersama irene noona?jadi aku sibuk, dan tidak bisa mengurus kepulanganmu" Ujar Elgi dengan suara bangga, lantas Rio terkekeh.

"Memangnya kapan kau mengajaknya? Dan apa dia sudah terima ajakanmu?" Skak. Rio selalu tau.

"Besok, tapi belum di jawab,tapi kan aku sedang berharap dan sekarang aku akan mengajaknya lagi," ujar Elgi dan Rio semakin terkekeh.

"Yasudahlah kawan, jika irene mau kau ajak, jangan lupa ajak dia kepadaku, soalnya aku rindu ingin peluk mesra lagi " Rio dengan suara jahilnya. Dan itu sukses membuat Elgi kesal.

"Sejak kapan kau suka makan teman?" Ucap Elgi, dan Rio terkekeh.

"Aku makan nasi ayam sama sosis kawan, kalo aku makan teman kanibal dong" Rio berucap dengan kekehan yang masi berjalan.

"Ahh lupa Rio kau kan suka makan hati HAHA." Elgi berucap dengan tawa yang disengaja, membuat Rio sedikit kesal. Itu menyindir. Bukan apa-apa.

"Oh iya,bagaimana dengan recording? Apa sempurna?" Tanya Rio, dan Elgi mengangguk meski itu tak terlihat juga.

"Bravo kawan, ciptaan mu selalu mulus, apalagi yang nyanyinya" Rio terkekeh ingin menepuk pundak Elgi namun karna buta ia malah menepuk dada suster didepannya. "Hahaha Rioario stewart lah " tawa Rio.

Elgi membelakan matanya kaget. mengeluarkan aura tegang dan takut, suster itu terlihat menahan emosi.

"Li-Rio ka-kau tau siapa yang kau pukul?" Elgi berucap sambil menatap tangan Rio yang masih menempel didada sang suster, ingat Rio kira itu pundak Elgi.

"Kau lah kawan" Rio berucap santai,lantas ia sedikit menekan cengkramannya membuat suster itu sedikit mengeluarkan desah.

"Eh" Rio terlihat kaget, kenapa pundak Elgi begitu kenyal? Dan suara apa itu???.

Falling[END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang