BAGIAN 9

4K 477 158
                                        

BAGIAN 9

Setelah puas menangis, Saga tersenyum sembari mengusap pipinya sendiri. Dengan menahan malu lelaki itu mengambil tisu, membersihkan wajahnya. Sebelum mengambil lagi untuk diusapkan lembut pada wajah Alma.

"Kamu jelek kalau nangis." Ejekan Saga hanya membuahkan tangis pada Alma, hati Alma terasa penuh. Lalu Alma membalas perkataan Saga dengan sama seraknya. "Mas juga jelek kalau nangis."

Saga tertawa, dan kembali menimpali perkataan Alma. "Kita cengeng ya?" Suara serak Saga membuat Alma tertawa dalam tangis. Alma menjadi teringat, dulu ia menangis seperti ini saat melihat Saga pulang sekolah membonceng salah satu teman perempuannya.

Alma yang saat itu masih SD menangis karena ada yang mau merebut kakaknya. "Mas inget nggak, Alma pernah nangis kayak gini? Saat itu Mas nganterin Mbak Linda kalau nggak salah namanya, pulang dari kerja kelompok."

Saga mengangguk. Alma terkejut. "Mas beneran masih inget?"

Saga mengangguk sekali lagi. "Mas selalu ingat sama masa kecil kita, Al." Tak pelak ada rasa nyaman di hati Alma.

"Mas juga inget kamu suka bilang kalau Mas bakalan jadi pengantin kamu kan?" Alma semakin terkejut, tidak menyangka jika Saga masih mengingat kekonyolan Alma saat itu. Wajah Alma langsung memerah.

Saga tertawa meski matanya masih memerah. "Kamu juga bilang, kalau kamu bakalan jadi menantu ayah ibu yang setiap hari bakalan masakin sayur sop kesukaan Mas."

"Kamu juga rajin ke rumah Mas walaupun ngos-ngosan naik sepeda demi melihat ada ayam Mas yang mati apa nggak? Karena kamu suka hati ayam goreng, dan selalu berharap ayam Mas mati ketabrak."

Alma kembali menangis sembari tertawa. Dan gadis itu mengangguk kuat.

"Tapi Mas menghancurkan semua." Suara penuh kepahitan itu membuat Alma menatap cepat pada Saga.

"Mas yang menghancurkan masa-masa indah itu. Mas terlalu berambisi untuk kuliah di luar negeri."

"Mas..." Alma bersuara lirih.

Saga menatap tepat mata Alma

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Saga menatap tepat mata Alma. Mengusap puncak kepala Alma. "Mas yang menghapus binar bahagia di mata indah kamu. Mas terlalu bodoh untuk menyadarinya." Hati Alma teramat sakit mendengar kalimat Saga.

"Mas yang tega merenggut tawamu hanya gara-gara Mas dibutakan dengan cinta Jennifer. Harusnya Mas tahu, kebahagiaan Mas itu di sini bukan di manapun."

"Mas..." Alma menggelengkan kepalanya, meminta Saga untuk menghentikan kalimat Saga.

Saga tersenyum. "Mas tidak pernah salah membayangkan dirimu di masa depan, Al. Kamu tumbuh menjadi perempuan dewasa yang cantik, anggun. Tidak salah jika ada yang mulai mendekatimu."

Alma terkejut saat Saga mengetahui bahwa dirinya saat ini tengah di dekati dengan seseorang. "Mas tahu?"

Saga mengangguk. Lalu kembali menatap Alma dengan mata teduhnya, Saga mencoba menyimpan detail wajah Alma. "Mas tetep bisa jadi kakakmu kan?"

Cinta untuk Alma [SUDAH TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang