Paenitet

5.4K 963 51
                                        

Jaehyun berdiri di depan apartment Jiyeon hampir selama dua jam.

Gadis itu meneteskan air matanya dan berlalu dari hadapan Jaehyun sesaat setelah ia terlalu bersemangat menaikkan nada bicaranya pada Jiyeon.

Jaehyun tau jika ia telah menyakiti hati kekasihnya. Itu adalah kali pertama Jaehyun menaikkan suaranya pada Jiyeon. Tapi ia tidak pernah benar-benar berniat melakukannya. Jaehyun hanya tengah sangat pening karena berada dibawah tekanan tugas akhir perkuliahan. Dan ia menyikapi kecemburuan Jiyeon dengan langkah yang salah.

"Jiyeon.. kakak minta maaf. Kakak nggak pernah bosan sama kamu. Kakak salah bicara."

Tidak ada jawaban dari dalam. Jaehyun masih berdiri di depan pintu, sekali lagi mengetuk daun pintu sebanyak tiga kali. Sudah puluhan penghuni apartment berlalu lalang dan menatapnya dengan delikan aneh, tapi Jaehyun tidak perduli. Ia tidak ingin pergi sebelum Jiyeon bersedia bertemu dengannya.

Helaan nafas lelah membuat Jaehyun menumpukan kepalanya pada daun pintu. Lalu perlahan tubuhnya merosot kebawah. Lelaki itu berakhir berjongkok, kedua kakinya terasa bergetar halus karena kelelahan berdiri.

"Sayang, kakak minta maaf. Belakangan pressure tugas akhir bikin kakak gak bisa ngontrol diri. Dua minggu yang lalu penelitian kakak dikaji ulang dan harus diperbaiki dari awal. Kepala kakak rasanya mau meledak, pusing banget. Nayeon itu cuma partner tugas akhir kakak. Kami bahkan nggak tidur beberapa hari buat nyelesain bab pertama mengejar ketertinggalan kajian ulang dari dosen. Maafin kakak, kakak salah menanggapi kecemburuan kamu."

Masih belum ada jawaban dari dalam. Jaehyun menutup matanya. Lelah pada tubuh dan pikiran membuatnya tanpa sadar tertidur disana, tanpa Jaehyun benar-benar tau bahwa Jiyeon tengah meneteskan air matanya di balik daun pintu yang sama.

Saat membuka mata, Jaehyun menemukan Jiyeon tengah berjalan mendekatinya dengan semangkuk sup hangat. Malam sudah menjelang. Jaehyun sepertinya tertidur cukup lama. Jiyeon menyerahkan segelas air hangat padanya lalu meletakkan mangkuk sup di atas meja.

"Kakak demam." Ujar gadis itu meletakkan telapak tangan pada dahi Jaehyun.

Itu adalah kesempatan yang baik, Jaehyun meraih jemarinya, menatap Jiyeon lembut. "Maafin kakak, ya? Emosi kakak berantakan akhir-akhir ini karena terlalu banyak pikiran. Karna itu kakak minta space, kakak nggak mau ngelampiasin ini ke kamu."

Jiyeon masih menunduk. Punggung tangannya diusap secara menenangkan oleh ibu jari Jaehyun. Mereka diam untuk waktu yang cukup panjang.

"Kenapa kakak nggak bilang? Terus gunanya aku buat apa? Harusnya kakak berbagi sama aku, ngeluh ke aku, numpahin capeknya ke aku. Aku bakalan lebih ngerti walaupun kakak bakalan super moody dan nyusahin. Setidaknya aku nggak salah paham dan sakit hati."

Keduanya berakhir berpelukan sepanjang malam. Jaehyun akhirnya mengerti apa yang Jiyeon inginkan dalam hubungan mereka. Malam itu juga Jaehyun merasa beristirahat dengan begitu tenang dalam pelukan Jiyeon, menyadari jika pada akhirnya ia telah menemukan rumah tempatnya pulang disaat lelah.

Hubungan mereka kemudian terjalin semakin erat.

Dan dua tahun berlalu dengan begitu singkat.

Jaehyun masih ingat kedua pipi Jiyeon yang merona indah saat ia berlutut di ujung dermaga. Adalah kota kecil bernama Hallstatt di distrik Gmunden, bagian utara Austria, yang menjadi saksi akan lamaran romantisnya pada Jiyeon.

Gadis itu mengangguk terharu. Sebuah cincin bertahtakan permata kecil yang terlihat elegan dan manis tersemat di jari manisnya. Jaehyun buru-buru berdiri memeluk Jiyeon saat gadis itu mulai terisak bahagia.

Ditengah barisan Pegunungan Alpen juga danau air tawar yang mengelilingi region Salzkammergut serta hamparan salju putih yang indah, mereka sepakat membangun komitmen untuk titian hubungan yang lebih serius.    

●●●●

Dee's Note:

Karna terkadang beberapa orang dipandang antagonis saat keputusannya melukai kita, tanpa kita tau apa yang tengah mereka lewati kala mengambil keputusan itu.


With love,

Dee ☘

[✔] Way Back Home | Jung JaehyunCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang