•good bye

1.2K 174 30
                                    

I don't want to let you downI don't want to lead you oni don't want to hold you back From where you might belong

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

I don't want to let you down
I don't want to lead you on
i don't want to hold you back 
From where you might belong

Air Supply - Good Bye (Cover by Audina ft Kapten)

Air Supply - Good Bye (Cover by Audina ft Kapten)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Maret, 2017

Teriakan yang begitu ramai terdengar diseluruh penjuru, semua orang berlarian tak tentu arah.

"Semuanya keluar dari gedung !!!" Terdengar suara seorang laki-laki berteriak. Goncangan hebat masih terasa mengayun bumi tanpa ampun, satu per satu bagian dari bangunan mulai runtuh secara perlahan.

"Ayah !!! Ayah !!!" Reya teringat sosok Ayahnya, yang beberapa menit lalu berpamitan untuk ke toilet. Diantara orang-orang yang berlarian menyelamatkan diri, Reya mengedarkan pandangan mencari Ayahnya.

"Dek ! Kalua !! Gampo !!" Seseorang yang Reya yakini adalah warga lokal menarik paksa tangan Reya untuk keluar dari gedung yang sudah tua itu. "Gak mau, Ayah saya.. saya harus cari Ayah" Reya berusaha melepaskan tangannya. Yang menarik Reya seolah tak peduli, meski Reya memberontak ia tetap berusaha untuk membawa Reya meninggalkan gedung yang kapan saja bisa runtuh dan rata dengan tanah.

Suara sirine tanda bencana yang berasal dari gedung-gedung di komplek Taman Budaya Kota Padang terdengar memekikkan telinga, saling bersaut-sautan dengan rintihan dan tangisan orang-orang pada saat itu.

Gempa bergoncang dan mengayun begitu kencang dalam waktu yang cukup lama.
Tepat beberapa menit setelah Reya keluar dari gedung, terdengar suara gemuruh, Reya terduduk, menatap gedung yang runtuh tepat didepan matanya.

"AYAH !!!" Reya terbangun

Mimpi buruk itu lagi.

Keringat bercucuran dari pelipisnya. Tangannya bergetar hebat. Dikepalanya masih terdengar suara sirine yang membuat pusing. Reya menutup kedua telinganya, "Berhenti.... Berhenti !!!!" Reya tau cara itu tidak akan berhasil setiap dia mengalami mimpi buruk yang sama selama bertahun-tahun. Reya menyembunyikan dirinya dibawah bantal, berharap suara-suara yang bersarang dikepalanya bisa meredam dan hilang.

VRIENDSCHAPTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang