(COMPLETED)
Semarang dan orang-orang yang menguras perasaan.
• vriendschap (Belanda)
(n) per•sa•ha•bat•an
Started : Dec 2018
Finished : Dec 2019
cover background cr babyseni
edited by gizagee
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Travelling places I ain't seen you in ages But I hope you come back to me My mind's running wild with you faraway I still think of you a hundred times a day
I still think of you too if only you knew When I'm feeling a bit down and I wanna pull through I look over your photograph And I think how much I miss you, I miss you
Honne - Location Unknown
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
November, 2018
Reya
Dulu, gue adalah orang yang sangat suka menikmati suasana menyedihkan. Dalam artian, kalau gue lagi sedih, gue akan membenamkan diri kedalam kesedihan itu, menikmati hingga sedih itu hilang dengan sendirinya.
Begitupun ketika gue marah, kecewa, putus asa, gue akan menginvestasikan seluruh diri gue untuk merasakan perasaan itu sampai gue bosen dan capek, sampai dititik gue muak untuk merasakannya.
Gue gak terbiasa memberontak ke diri gue.
Gue gak pernah mengajarkan diri gue untuk melawan perasaan itu.
Yang gue lakukan hanyalah mengikuti alur suasananya.
Padahal, gue tau bahwa dunia menyimpan ratusan bahkan ribuan alasan untuk bahagia ketika gue dirundung kesedihan.
Padahal, gue paham bahwa marah gak selamanya bikin lega, menikmati kecewa gak akan selalu menyembuhkan.
Setelah banyaknya hal yang gue alami belakangan ini, gue jadi tau pentingnya seseorang untuk keluar dari zona nyaman.
Kadang kita memang harus berani mendobrak ego sendiri demi sesuatu yang lebih baik diluar sana.
Memang gak ada jaminan akan selalu indah dan sesuai keinginan, tapi ketika kita dihadapkan kembali dengan sedih, kecewa dan amarah, seenggaknya semua perasaan itu gak melulu tentang orang dan sesuatu yang sama.
Gue menatap pintu lebar berwarna coklat di depan gue.
Berkali-kali gue menarik tangan saat telunjuk gue akan memencet bel.