04. Hoseok dan kekhawatirannya

1.8K 382 26
                                        

Jangan pelit-pelit beri vote sama komen, yah. Gak kasihan gitu sama aku yang udh ngetik 1954 words?

Sorry for typo.

.

Bel jam makan siang mulai terdengar memanggil siswa yang malas untuk beranjak dari kursi panas selama dua jam ia habiskan untuk tidur melewatkan pelajaran Kim ssaem yang menjelaskan kasus yang saat ini sedang ramai-ramai di bicarakan. Hoseok tidak suka pelajaran kewarga negaraan karena itu menyangkut politik, Hoseok tidak suka berurusan dengan hal yang berbau dewan-dewan pemakan uang negara. Kasus korupsi selalu terungkap setidaknya satu, dua bulan atau bahkan setiap tahun kasus tersebut selalu menjadi headline. Pikirnya yang ia tahu semua orang yang mencalon menjadi anggota dewan bukan untuk memajukan negara atau mengurus rakyat melainkan menjadi kaya dengan uang rakyat, tak habis pikir, sebenarnya apa yang tikus itu pikirkan setelah memakan satu keping uang rakyat masuk kedalam tubuhnya?

Menjijikan.

"Hoseok-ah." Suara lembut dari gadis berambut panjang itu membuat Hoseok mengalihkan pandangannya. Pria itu menarik senyum lebar melihat gadisnya tersenyum manis di depan pintu. "Kau tidak akan keluar?"

Ah, sudah jam makan siang, ya? Hoseok bahkan tidak sadar kalau surga sudah memanggilnya sedari tadi. Dengan tangan yang terjejal ke dalam saku celana Hoseok melangkah riang masih dengan senyuman yang terpantri, ia mengamit tangan gadisnya kemudian berjalan beriringan. Beberapa siswa yang melihat mereka berdecak iri kepada kedua sejoli yang beradu senyum pada setiap kesempatan. Mereka bukan cassanova sekolah hanya saja keromantisan seorang Jeon Hoseok kepada Sun Jira begitu menarik perhatian anak-anak di sekolahnya.

Sun Jira, gadis manis yang berhasil memikat hati seorang Jung Hoseok. Jira sedikit melihat Jung Hoseok dari samping dalam hati ia tak henti-hentinya memuji ketampanan sang kekasih, menurutnya semakin hari Hoseok semakin berbeda. Penampilan berandalan yang selalu Jira segani dulu kini berubah rapi dan berkharisma, sangat sempurna. Belum lagi hidung lancip yang kerap kali membuat Jira iri setengah mati karena hidungnya tidak sesempurna Hoseok, ia sempat kehilangan rasa percaya diri kalau saja Hoseok tidak meyakinkan kalau dirinya itu cantik.

"Kau cantik karena itu kau. Aku mencintaimu karena itu kau bukan karena orang lain. Memangnya kenapa kalau hidungmu pesek, kau tetap cantik dan hidung ini adalah hidung favoritku." Hoseok menjepit hidung kekasihnya itu dengan ibu jari dan telunjuknya. Pipi Jira merona karena rayuan biasa saja dari Hoseok.

Hoseok hanya tidak ingin Jira merendahkan dirinya sendiri karena perkataan atau bualan orang lain. Baginya Jira cantik dan manis, kalau bukan karena gadis itu Hoseok tidak akan berubah 180° seperti sekarang ini. Sun Jira membuat dirinya berubah. Lagipula kecantikan itu relatif tidak semua orang cantik berhati demikian. Jadi belajarlah untuk mencintai dirimu sendiri dan percaya kalau dirimu itu cantik. Kalau kalian khawatir tidak ada yang menyebutmu cantik, tenang saja orangtuamu mengakui kalau dirimu cantik, mereka menyangi kalian tanpa memandang fisik atau apapun kekurangan kalian.

Pada dasarnya manusia hanya bisa merendahkan, mengejek tanpa tahu bagaimana Tuhan menciptakan manusia dengan sempurna.

Hoseok menyeret satu kursi untuk Jira duduki. Lihat, Hoseok sangat gentel dalam memperlakukan Jira setelah memastikan Jira duduk dengan nyaman Hoseok mendudukan dirinya di hadapan Jira keduanya saling melempar senyum sebelum menyantap makan siang dengan menu yang cukup istimewa kali ini. Hoseok mengecap rasa dari sup yang ia ambil dahinya sedikit menyerit, "Kau jangan memakan supnya, Jira."

Hoseok's Homework [END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang