koreksi kalau ada typo yaa
tidak menjamin akan tertawa :(
•••
Jeon Jungkook sibuk memandangi alam yang kian hari kian panas dengan hawa yang aneh setiap harinya.
Dia pernah mendengar berita sore hari ketika Hoseok sedang menyiapkan makan malam bersama Yuan kerap kali membantu.
Dia bermalasan di atas sofa dengan televisi yang menanyangkan kabar harian, setidaknya walau matanya hampir tertutup rapat, dia masih mendengar kalau bumi membutuhkan pertolongan. Sebagian hewan yang kehilangan tempat tinggal, kian punah, polusi udara yang bumi semakin panas. Parahnya dia melihat tayangan naas yang menampilkan binatang lucu bernama Tringgiling yang diburu dan dikuliti hanya untuk dijadikan sebuah Narkoba.
Warta itu kerap kali membuat dia kebingungan, masalahnya jika hewan saja kehilangan rumah dan eksistensi bagaimana dengan dirinya? Apa dia bisa dari berpindah seperti keadaanya sekarang?
Si anak kota yang tinggal di desa.
Mungkin kalau begitu, dia akan memilih mengendarai Apollo dengan sejumlah amunisi yang dia bawa dari bum untuk di santap di bulan atau membuat kapal Nuh dengan muatan yang tak hingga. Jika itu mudah dilakukan untuk anak susianya maka dia akan membuat kapal seperti itu agar bisa membawa hewan yang lucu seperti: kelinci dan Miri, tidak lupa satu ikan yang masih sendirian di aquarium sampai saat ini.
"KOOKIE, YUAN!" Suara teriakan itu terdengar mengisi ruang kosong seisi rumah.
Jungkook mengorek kupingnya merasa kalau gendang telinganya sedikit terasa terganggu karena suara dari panglima kampung—Jimin sendiri yang melabeli dirinya— yang sudah berkacak pinggang dengan ransel merah dipunggung pun dengan jaring kecil di tangannya.
Taehyung berada di sisinya dengan wajah tertekuk, kali ini dia tidak salah kostum, mengenakan pakaian kasual dan celana bermotif bunga seperti milik Jimin berwarna hijau gelap. Anak kota yang satu itu hanya membawa air minum yang tergantung di leher dan membawa wadah plastik dengan tutup berbentuk segitiga—seperti atap rumah—dilengkapi pegangan di atasnya.
Jungkook bisa menebak, pasti si Panglima akan mengajaknya melakukan ekspedisi yang aneh lagi kali ini. "Kalian mau ke mana?"
"Kau lupa, ya? Kita akan melakukan penelitian untuk essay musim panas."
Jungkook terdiam selama beberapa sekon, dalam benaknya terbayang hal-hal mengerikan apa saja yang akan terjadi kali ini setelah beberapa waktu mereka memancing ular air yang dianggap belut oleh Jimin. Akan tetapi, kalau masalah berpetualang dan main, dia mau saja, bosan di rumah menunggu Hoseok pulang dan menemani Yuan main masak-masakan. Stts. Sekali lagi. Ini-rahasia-anak-ganteng. Dia akan pulang sebelum menjelang sore. '"Sebentar, aku mengambil peralatanku dulu."
•••
"Memangnya ini bisa di makan?" Tahyung terheran dengan tumbuhan bervolume padat yang Jimin ambil dari pinggir danau.
Jimin mengangguk bangga, dengan mulut penuh terlihat kesusahan untuk mengunyah pohon tebu. Teksturnya agak keras pertama kali, namun ketika sudah mengunyahnya maka semua itu akan menjadi kenikmatan di musim panas. Rasanya sangat manis. "Bisa, kalian kan tahu sendiri aku lahir dan besar di sini, aku juga sering makan bersama Ayah dan Yoongi hyung."
Taehyung dan Jungkook saling pandang, mereka sudah tak asing mendengar kalimat tersebut, itu juga alasan kenapa anak kampung sebelah dan teman sekolah menjulukinya Si Panglima dari Barat. Hal itu dikarenakan Jimin serba tahu meski dalam akademik dia sama malasnya dengan Jungkook, tetapi, dalam dunia agraria dan satwa di Geochang, dia cukup mafhum untuk ukuran anak yang berusia 7 tahun.
Setelah mengahabiskan makan siang, ketiganya masih setia menunggu kail pancing bergerak. Beberapa menit lalu belum ada ikan yang mengendapi, sedangkan Jimin bilang umpan cacing yang mereka gunakan memiliki banyak nutrisi bisa membuat ikan kembung. Akan tetapi, praktik dilapangan nyatanya tidak semudah itu, setelah mengamti Tonggeret dan Ngengat untuk essaynya, ikan tak kunjung menghampiri.
Jungkook menoleh ke arah Taehyung, lalu bertnanya, "Taetae tidak bermain bersama Namjoon hyung?"
"Dia sedang pacaran."
"Enak ya kalau sudah besar, bisa pacaran." Jimin menyahut dengan wajah sendu. Pikirnya, kapan ya dia bisa seperti itu bersama yang di sayangi.
"Memang kalau masih kecil tidak boleh?"
Tahyung terkejut, rupanya Jimin belum tahu fakta cinta yang sebenarnya. "Kita masih kecil, kata Papa anak kecil tidak boleh pacaran, soalnya makan hati memang mau makan hati orang yang Jiminie cintai?"
"Hoo... mengerikan, mana mungkin aku tega memakan hati Yuan."
Jungkook memutar bola matanya. "Sudah kubilang, jangan pacaran dengan Yuanie!"
"Tidak bisa begitu kookie, Yuan sudah di daftarkan dalam list orang yang akan paling Jiminie sayang 10 tahun ke depan."
Taehyung mulai bosan, kalau saja Papa menepati janji untuk pulang pekan ini dia tidak akan bosan dan bergabung bersama panglima jadi-jadian dengan tutur katanya yang hiperbola mengagumi Yuan. "Terserahlah."
Ketika bola matanya memotret keindahan Geochang dengan padang rumput yang liar, pepohonan yang rindang pun kedua gunung yang tinggi menjulang itu kian memanjakan dirinya sebelum suara gesekan rantai dan kayuhan pedal masuk ketelinga.
Ia melihat Namjoon tengah membonceng seorang gadis yang sangat ia kenali, tengah tersenyum dengan telinga yang tersumpal headset. Kenny bahkan terdenyum lebar seolah mengendarai sepeda bersama Namjoon merupakan hal yang langka, padahal lebih keren kalau naik mobil merah seperti Lightning Macqueen. Mungkin jika sudah seusia Namjoon, dia akan membeli yang seperti itu satu, tabungannya sekarang sudah mencapai 20 ribu, artinya dia bisa membeli mobil tersebut bulan depan. Tentunya yang di maksud adalah boneka Lighting Macqueen.
Jungkook meneriaki nama pemuda tersebut lantang, namun tak ada jawaban selain angin lewat, kepalanya menggeleng, "Lihat... lihat, cinta memang bisa membuat orang tuli."
•••
Sore menjelang, ketiga anak itu bergegas membawa barang yang mereka bawa. Taetae menjadi anak dengan bawaan teringan setelahnya di usul Kookie dan yang paling repot jatuh kepada Jimin. Dia membawa beberapa alat pancing, jaring dan botol kecil yang tadinya akan di isi oleh ikan cupang, namun sayang beribu sayang ikan tak dapat lelah melekat. Mereka hanya bermalas-malasan di dermaga, makan dan mengobrol ringan, rasanya seperti menjadi orang dewasa karena mereka main tanpa Namjoon, Hoseok dan Yoongi pun kedua gadis yang seringkali merecoki dan mengajak mereka main boneka barbie Yuan dan Mijoo.
Sepekan lagi akan diadakan turnamen desa. Mereka akan bertanding melawan anak kampung sebelah yang bernama Kim Mingyu dan Timnya di laga permainan bola sepak.
Mereka berpisah dipertigaan, Jimin dan Taehyung pergi ke jalur kanan dan Jungkook sebaliknya.
Anak bermata bulat itu bersenadung riang sembari menepis beberapa tumbuhan liar yanh meninggi dengan batang pohon yang dia bawa sebelum beberapa saat kemudian dia tersentak menyadari sesuatu setelahnya bergegas dua kali lebih cepat dari sebelumnya.
Dia dalam bahaya, serine berbunyi di kepalanya sore ini pasti dia akan kena omel remaja berhidung lancip yang bling-bling. Jeon Hoseok.
to be continued..
•••
hallo, selamat malam, selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang merayakan.
udah hampir setahun nih, gak ketemu kita, gimana kabarnya? semoga sehat semua, aamiin.
update kali ini aku kasih alkisah ya, bagi readers baru (kayak ada aja :( ) yang belum tahu alkisah itu apa. alkisah itu selingan aja gak ada hubungan sama main storynya, intinya buat seru-seruan. mungkin segitu dulu kali ini ya, berhubung filenya ke hapus jadi aku musti inget-inget lgi alur main ceritanya gimana dan itu bikin down banget .
bye..bye
KAMU SEDANG MEMBACA
Hoseok's Homework [END)
FanfictionJung Hoseok memainkan beberapa peran dalam hidupnya untuk mengurus adik kembar sebagai warisan mutlak dari orangtuanya. [ᴊᴀɴɢᴀɴ ᴅɪʙᴏꜱᴇɴ-ʙᴏꜱᴇɴɪɴ] June, 9/2019. Cover by dorablehook.
