17. Dongeng-Dongeng Tersembunyi [2]

915 168 99
                                        

Tandai typo.

Terbar pesona dulu ah, biar banyak yang  panggil ganteng

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Terbar pesona dulu ah, biar banyak yang  panggil ganteng. Biar banyak yang vote juga.

.....

“Kita buat garis dulu,” Jungkook sedikit ujung rating ke dalam tanah lalu menariknya menjadi sebuah garis lurus dengan  bentuk seperti cacing. Jungkook menepuk kedua tangan sebelum menyimpan tiga kelereng dalam lingkaran yang diabut Jimin.

Jimin dan Taehyung mengitkuti apa yang Jungkook lakukan, masing-masing memasang tiga buah kelereng dan sebagai penentu siapa yang pertama akan melakukan temabakan dilakukan dengan cara menyentil kelereng kemudian kelereng siapa yang paling jauh itu artinya dia main pertama. Selama tiga menit pemain pertama sudah di putuskan yaitu Kim Taehyung. Bocah itu tersenyum lebar, berjongkok dengan mata mematuk sebuah garis melingkar berikut Sembilan kelereng yang ada di dalamnya, ia optimis sekali kalau dia akan menang. Tetapi semua itu sirna ketika Jeon Jungkook sebagai pemain kedua mengeluarkan tiga kelereng dalam satu kali sentil. Dan Park Jimin, pemain paling bontot itu memicingkan mata membidik dari beberapa titik—mirip di film-film fisikawan dengan pola hitung di depan mata. Tetapi sayangnya dia hanya bisa mengeluarkan satu kelerng saja itupun langsung mati karena kelerengnya ikut terjebak dalam lingkaran.

“Ahhh…baru saja main kenapa harus kalah? kenapa anginnya jahat sekali padahal itu kelereng baru. Ini semua gara-gara kau Taehyung coba saja kalau kita main petak umpet, pasti tidak akan begini. Aduh Yoongi hyung akan marah nanti.” Jimin meracau tidak jelas sampai Jungkook pun Taehyung terbengong heran. Jimin kalau sudah bawel begini mirip anak itik sariawan.  Belum lagi rambutnya kini sudah berantakan, frustrarsi karena kelerengnya tinggal dua—itu curian sebeneranya, ia mengambil kelereng koleksi Yoongi. Kena amuk kakaknya di rumah baru tahu rasa dia, terlebih yang ia pasang untuk bermain itu Rock Bison—kelereng kesayangan si kakak.

Yuan dan Mijoo tengah menggambar tenang pun melirik Jimin dengan tatapan intimidasi. Ia menyimpan jari telunjuk di depan bibir, memberi kode untuk tidak berisik dan itu membuat Jimin ciut dan malu karena Yuan tatap begitu. Jimin jadi salah tingkah mirip monyet sembelit.

“Jungkook-ah.” Hoseok keluar dengan celemek yang masih tertempel di badan,, tangannya menggenggam selembar uang, matanya berkedip sebentar-matanya kelilipan habis mengupas bawang. “tolong belikan tepung.”

“Apa hyung?”

“Belikan hyung tepung mau tidak?”

Jungkook mencebik, ia menunjuk kelereng yang tergeletak di tanah. “Tapi Kook-ie sedang main,”

“Mainnya kan bisa dilanjut lagi nanti. Yuan antar Jungkook, ya?” tanyanya kepada si adik yang lasung di angguki. Hah, Yuan benar-benar adik yang berbakti sekali.

Jungkook sedikit menghentak langkah kaki, sebal sekali. Padahal sedang seru-serunya, selalu saja ada gangguan kalau anak ganteng sedang main. Sampai di depan kakaknya Jungkook melipat tangan di dada, bergaya jantan. “Hyung, tahu tidak?”

Hoseok's Homework [END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang