Jung Hoseok memainkan beberapa peran dalam hidupnya untuk mengurus adik kembar sebagai warisan mutlak dari orangtuanya.
[ᴊᴀɴɢᴀɴ ᴅɪʙᴏꜱᴇɴ-ʙᴏꜱᴇɴɪɴ]
June, 9/2019.
Cover by dorablehook.
Anyway aku lagi revisian HSH ternyata masih banyak yang rumpang. Double up kalau udah 100 votes dan rame. Thanks u so love. Stay safe semua.
———
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Foto masa depan.
———
Hari ini, pukul dua siang. Hujan pertama musim gugur di Geochang-gun. Kali ini desa tersebut tengah di selimuti kabut duka, halimun tipis merayap di udara berasamaan dengan angin musim gugur yang berembus tak sopan. Dedaunan kering kecoklatan tampak lembab, seakan menggambarkan besarnya kasih sayang yang dimilikinya. Petrikor mulai meringsek masuk ke dalam penciuman seriring tetesnya mengetuk permukaan tanah. Lidah mulai menyesap rasa asin. Air mata yang menggantung, turun membelai pipi seakan menyiratkan penyesalan kepada pemilik jiwa yang kini berselimut tanah.
Hujan berkonspirasi dengan semesta, menggertak jiwa dalam setiap tetes yang berjatuhan pada tanah musim gugur kali ini menarik fakta bahwa menangis tak akan membuat jiwa dan raga yang kaku di dalam sana akan menyatu kembali.
Yuan dan Jungkook menatap sendu gundukan tanah di sana, keduanya menangis tersendu-sendu. Mengingat kenangan manis yang mereka ciptakan bersama, tetapi, hal itu tidak akan pernah terulang kembali. Pupus. Semuanya tinggal kenangan. Pagi tadi, keduanya menemukan Pippy mengapung di aquarium kecil mereka dengan perut kembung. Poppo yang menyundulkan kepalanya guna untuk membangunkan temannya terbuang sia-sia. Salah satu ikan sawah mereka yang memiliki ekor sewarna jeruk masak telah kembali kepangkuan Sang Pencipta.
Taehyung, Jimin dan Mijoo sempat melayat ke sini sebelum mereka pergi karena kakak mereka memanggil untuk segera pulang—mau hujan soalnya, nanti demam kalau di luar lama-lama. Mulut Hoseok juga sudah berbusa, bosan memanggil kedua bocah yang kini setia duduk di bawah pohon apel yang merupakan tempat peristirahatan terakhir Pippy.
Yuan menyimpan tangan di ujung alis, mata merahnya menajam. “Salam hormat untuk Pippy, semoga di sana lebih bahagia.”
“Terima kasih sudah menemani Poppo, dia jomlo lagi sekarang … Mirip Hoseokkie, tapi tenang, Kookie akan memancing lagi nanti.” Jungkook mengusap ingus dengan kaus hitamnya, “Selamat tinggal Pippy, jasamu akan selalu kami kenang.”
“Tanggal 15 merupakan hari yang berjasa. Ayo pergi Kookie.”
●●●
Pagi sekali si bungsu sudah bangun, siap mandi dengan handuk yang tersampir di pundak. Menyempatkan sedikit waktunya menyapa ikan dalam aquarim kecilnya, di lihatnya lamat sampai pipinya menempel pada permukaan kaca. Jeon bungsu menghela napas pendek Poppo sedang bersembunyi di balik karang, sepertinya masih tidur karena kesepian di tinggal kekasih tercinta. Jemarinya mengetuk-ngetuk permukaan kaca, mata bulatnya terus menyorot pada karang. “Poppo, selamat pagi, salam jomlo!”