Jung Hoseok memainkan beberapa peran dalam hidupnya untuk mengurus adik kembar sebagai warisan mutlak dari orangtuanya.
[ᴊᴀɴɢᴀɴ ᴅɪʙᴏꜱᴇɴ-ʙᴏꜱᴇɴɪɴ]
June, 9/2019.
Cover by dorablehook.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yuan sama Jungkook lagi jalan-jalan cari nenek sihir.
Cr. Gyphopeyla Background from Pinteres
..
Rumah peninggalan kakek Jeon kini ramai dengan perdebatan antara si sulung Jeon Yuan dan si bungsu Jeon Jungkook yang tengah beradu argumen.
Yuan sudah sembuh, Hoseok awalnya menyarankan agar Yuan absen satu kali lagi guna untuk pemulihan. Tetapi bocah itu tetap ngotot dan ingin pergi sekolah bersama Jungkook. Alhasil Hoseok menuruti keinginan adik kecilnya yang cerewet minta ampun.
Sekarang abang dari si kembar tengah memetik sawi caisim, cabai dan buah apel hijau yang ditanam di halaman belakang rumah. Hoseok tidak tahu kalau memetik hasil tanam sendiri itu menyenangkan, terlebih ketika melihat buah yang matang dan cabai berwarna ranum—itu merupakan kesenangan tersendiri bagi Hoseok.
Hoseok mengangkat keranjang yang sudah terisi banyak sayur dan lima buah apel hijau. Ia duduk di teras bertekstur kayu, tangannya mengibas topi yang ia pakai beralih fungsi menjadi sebuah penyejuk. Mata bulatnya terpejam, bibirnya mengangkat senyum—cuaca hari ini bagus, cocok untuk pergi ke sungai dan memancing. Iya, mungkin Hoseok akan mengajak Yoongi dan Namjoon untuk ikut serta sore nanti setelah kedua remaja itu selesai dengan ujian terakhirnya. Perlu tahu saja, Yoongi itu sangat berbakat sekali dalam hal memancing.
"Jangan percaya Kim Titi kataku, Yuan-ie." Jungkook masih setia melipat tangan di dada, matanya menyipit sedikit hirau akan tuduhan Yuan yang tak enak di hati.
Yuan masih ngotot, ia menunjuk si bungsu dengan telunjuk bergoyang di depan wajah ganteng Jungkook. "Kook-ie kan yang bohong? Mengaku saja jangan tuduh orang lain seperti itu."
Jungkook menghela napas lelah, bahunya ikut merosot, lalu tatap Yuan sebal. Kenapa saudaranya ini lebih percaya orang lain daripada saudara sendiri? Menyebalkan. "Sudah aku bilang, aku tidak melakukannya."
"Kook-ie bohong, masa hidungnya kembang kempis begitu. Jangan bohong nanti kuburannya bolong, lho!" Celetukan Yuan mengundang kekehan Hoseok yang sedari tadi menyimak perdebatan ke dua bocah kecil itu. Sedangkan Jungkook bergerak kikuk.
"Jadi kau lebih percaya si Kim Titi daripada anak ganteng seperti Kook-ie?" Ucapnya lirih.
Jungkook menggelengkan kepalanya tak habis pikir. Kalau saja tadi Jimin tidak mengadu, kalau ia bisa saja sudah menjadi Super Hero untuk menyelamatkan gawang mereka dan menambah poin. Namun alih-alih mendapat skor terbaik dia malah mendapat kartu merah karena menendang bola terlalu kencang sampai kena wajah imut-imut playboy, Jimin-ie. Jungkook benar-benar melakukan itu tanpa unsur kesengajaan terlebih apa yang diadukan Jimin kepada Yuan, begini katanya:
"Yuan, Kook-ie sengaja tendang bola kencang-kencang agar kena wajah Jimin-ie." Jimin mengatakan itu dengan hidung yang diberi plester dan anehnya Taehyung juga ikut-ikutan membela Jimin.